Aresya

Aresya
Dipaksa Mencetak Anak


__ADS_3

Setelah menerima kekerasan dari suaminya hari itu Aresya atas perintah Nyonya besar, ia diurut dan tertidur, hingga ia mendengar suara samar-samar, ia membuka mata Nyo Marisa duduk di samping ranjang.


“O-o-omah, kapan datang?”  tanya Aresyah ingin bangun, tapi ditahan wanita itu, ia memegang pundak Areya memintanya untuk tetap tidur lagi.


“Jangan bangun, tidurlah, kamu butuh banyak istirahat, Davino anak kurang ajar, panggil dia sekarang ke sini…!” pinta wanita itu pada asistenya dengan nada tegas.


Ia Nyonya besar yang paling di segani di keluarganya, ia mengatur semuanya di keluarga Erlangga.


“Baik, Bu,” jawab wanita yang bertubuh kekar itu dengan tegas, Marisa mempunyai seorang asisten yang jago bela diri yang selalu mengawalnya kemanapun ia pergi,  wanita bermata cipit itu konon katanya ia membelinya dari satu perguruan  silat yang terkenal di Negara sakura Jepang, wanita itu  seorang ninja wanita, ia memiki kemampuan  bela diri yang hebat,  bahkan jurus ninja yang bisa menghilang mampu ia lakukan.


Ia wanita yang menakutkan, siapapun yang  menganggu Ny Marisa tidak sengan-sengan ia lenyapkan, tentu atas perintah wanita itu.


Ia semakin ketat mengawasi Ny Marisa setelah penyerangan yang di lalukan seseorang padanya beberapa bulan yang lalu, itu juga mempertemukannya dengan Aresya menantu pilihan untuk cucunya.


Kali ini Marisa membawa  dokter pribadinya dari Jakarta  untuk memeriksa Aresya, ia tidak pernah menduga kalau Davino akan melakukan itu pada wanita yang ia  pilih.


Setelah menunggu setengah jam,  akhirnya lelaki bertubuh tinggi itu datang juga, mendengar neneknya dari Singapura dan menunggunya di rumah wajahnya terlihat sangat kesal.


“Apa lagi sekarang  yang diinginkan wanita itu,” ujar Davino.


“Pak, kita langsung pulang saja, nyonya besar menunggu bapak di rumah”


“Saya yakin wanita kampung itu melapor pada oma, baiklah mari kita pulang” Davino berbegas untuk pulang.


“Baik Pak, tapi apa yang akan kita lakukan sama wanita muda  yang bapak pakai tadi malam, simpan saja dulu rawat dengan baik, aku masih ingin memakainya beberapa kali lagi”


“Baik Pak … tapi bagaimana dengan Aresya Pak, nyonya ingin kamu melakukan malam pertama dengannya untuk mendapatkan keturunan”


“Oh … wanita kampungan itu, tidak pantas untuk ibu anak-anakku”


“Lalu apa yang akan kita lakukan Pak?”


“Jika ada kesempatan habisi saja wanita kampung itu,  buat dia seolah-olah kecelakaan, saya tidak mau  hidupku di atur-atur karena dia”


“Baik Pak”


Davino meminta asisten pribadinya untuk mengahbisi Areya karena tidak mau, hidupnya diatur-atur sama omanya.

__ADS_1


Davino pulang ke rumah.


Dengan langkah buru-buru Davino menemui si nyonya besar


 “Kenapa Omah tiba-tiba datang tidak mengabariku dulu,” ucap Davino  duduk si sofa.


Wanita itu lagi duduk santai dalam kamar Davino,  mengawasi barang-barang dan rak buku dengan tangan melipat di dada,  Marisa memang di kenal tegas dan  pada siapapun termasuk pada cucu satu-satunya, Davino Erlangga pewaris seluruh hartanya.


”Omah, kapan datang?”


“Kamu duduk!” pintah wanita dengan nada tegas.


Ia memang wanita yang menakutkan siapapun tidak akan bisa membantah perintahmya.


“Iya .” Lelaki bertubuh tinggi itu duduk.


“Apa yang kamu lakukan? Kamu membatahku lagi, kamu tidak menuruti permintaanku, malah kamu menyakiti wanita itu, inikah yang kamu berikan balasan padaku?”


“Omah, aku belum bisa menerima orang itu, jadi pedamping.”


“Namanya Aresya, itu namanya wanita yang oma pilihkan untuk kamu untuk melahirkan anak untuk penerus kelurga ini,  pilihanku  tidak pernah salah,  kalau kamu membantah pilihanku  itu artinya kamu melawan  omamu sendiri,’ujarnya lagi


“Aku sudah bilang, status, kedudukan, rupa tidak penting, aku hanya butuh dia melahirkan anak untuk keluarga ini”


“Tapi ada’kan,  wanita yang lebih layak Oma,” kilahnya,  ia belum menerima Resya.


“Dengar…! Oma sudah bilamg berapa kali, hanya wanita ituyang bisa melahirkan anak untuk kamu, aku tidak terima bantahan untuk hal ini kamu  bilang kamu butuh waktu, kamu juga meminta  tinggal di rumah ini, aku sudah  turuti, tapi aku  tidak terima jika kamu memukuli wanita itu seperti itu, itu sama saja kamu melawan omamu sendir”


  Praaang …. !


Satu pas bunga di lempar ke dinding dan mengenai lengan Davino, walau itu terluka,  walau ia sakit tidak  boleh mengeluh dan tidak boleh membantah,  kalau singa betina itu sudah marah , semua akan ketakutan termasuk cucunya sendiri, didikan keras, pukulan makian Davino dapatkan dari omanya mengubahnya menjadi anak yang keras tanpa belas kasihan.


‘Siapa yang  mengubahku menjadi seperti ini, itu kamu oma’ Davino berucap hanya dalam hati.


“Dengar! aku kasih kamu waktu satu bulan, jika kamu belum melakukan kewajipanmu sebagi suami, aku akan melempar kamu kejalanan,  dan ingat jangan coba-coba mengusir wanita itu,  apa lagi menyakitinya yang perlu kamu lakukan mencoba mendekatinya dan akrap dengannya, jangan kecewakan  aku, berikan aku seorang cucu, tidak pakai lama,  hanya satu  bulan waktunya, kamu paham?”


“Baik Omah”

__ADS_1


“Bagus keluarlah… saya ingin istirahat di kamar ini kamu tidur di kamar Aresya malam ini,” Pintahnya sengan tegas pada Davino.


Davino tidak bisa menolak dan tidak akan berani membantah, ia keluar dan mengobati luka di tangannya.


Setelah makan malam, akhirnya malam yang di benci itupun tiba, ia harus masuk ke kamar Resya, orang yang paling di benci saat ini, Aresya setelah makan malam dan di beri Dokter obat, ia tertidur pulas bahkan ia tidak tahu kalau Davino akan  tidur di kamarnya malam  itu.


Lelaki itu duduk di sofa menatap ke arah Aresya dengan tatapan kebencian, ingin rasanya ia mencekik leher Aresya dan melemparnya dari jendela.


Davino  tidur di sofa panjang di kamar Aresya, tepat jam dua pagi Resya bangun,  ingin ke kamar mandi, tapi langkahnya terhenti saat melihat lelaki itu tertidur di sofa,  tidak ingin membangunkan Davino ,  ia  berjalan berjinjit masuk ke kamar mandi, dan berniat ingin tdur lagi,  tapi saat ia keluar dari kamar mandi,  Davino sudah menyerobot tempat tidurnya.


Kamu tidur di sofa, aku di ranjang ini, gantian,” ujarnya membalikkan tubuhnya memungungi Aresya ia enggan menatap.


Tidak perlu menjawap atau menyahutnya.  Resya merebahkan tubuhnya di sofa  ia tidak pernah keberatan melakukan itu di manapun ia disuruh tidur yang penting terhindar dari hujan  yang penting tidak disuruh tidur di luar.


Tidak ada jawaban, dan tidak ada suara,  Davina membalikkan tubuhnya melihat kearah Resya, wanita itu sudah tidur menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


‘”Apa orang gila ini tidak punya mulut?” Gumam Davina meliriknya dengan sinis.


Resya jarang  membuka mulutnya untuk Davino, segala tuduhan dan pitnahan yang ditujukan Davino padanya,  ia pendam dan ia tahan dalam hati,  ia hanya akan menjawabnya kalau sudah terpaksa, itu juga yang  membuat lelaki itu semakin marah padanya,  karena ia mengangap Aresyah punya penyakit mental dan yang paling ia benci  dari Aresya lukisan seni di tubuhnya.


                                  *


Tapi saat itu,  bagaimanapun ia berusaha untuk menutup matanya, tidak  berhasil, ia duduk ia melirik ke arah luar, ia merasa ada mahluk yang mengawasinya., tiba-tiba Davino juga bangun dan berkata ….


“Aku tidak bisa tidur  karenamu,” ucap Davino menatap tajam kerahanya, tidak ingin menambah keributan Aresya  merebahkan tubuhny lagi


 “Apa kamu tidak akan membuka mulutmu?”


“Tentang apa Pak?”


“Kamu meminta  Omah datang ke sini, kamu mengadu?”


“Tidak.”


“Tidak kamu bilang, dasar orang gila, dengar iya sampai kapanpun aku tidak rela tidur dengan mahluk jadi-jadian seperti kamu, saya ini lelaki terhormat,  bagaimana mungkin saya tidur denga orang seperti kamu, mau di taru di mana harga diriku.  aku Davino Erlangga meniduri seorang banci, mau di taruh di mana wajahku jika  tidur dengan sorang lelaki. Masa  Jeruk makan jeruk ini namanya bodoh…! Jangankan menyentuhmu  melihatmu saja sudah membuatku mual dan seluruh tubuhku bergelid, Omah bisa kamu bohongin tapi aku tidak bisa kamu bohongin”


Apakah Davino berhasil melakukan malam pertama dengan Aresya?

__ADS_1


Baca terus kisah menariknya hanya di sini ya…


Bantu Vote, komen , like dan share kasih hadiah juga jika berkenan


__ADS_2