Aresya

Aresya
Dipaksa bercerai.


__ADS_3

Dipaksa bercerai.


Sudah jatuh’ tertimpah tangga pula. Ungkapan itu tepat untuk kedaan Kirana saat ini, saat ia terjerat dalam sebuah skandal. Davino ingin menceraikannya juga.


Kedaan Kirana saat ini,  bisa digambarkan,  terjatuh ke dalam lumpur,  namun tidak ada yang mau kotor, hanya untuk  menolongnya. Tidak ada satupun teman sosialitanya  yang mengulurkan  tangan  memberinya dukungan, saat ia terjatuh dan terpuruk teman-temannya semuanya menghilang, tidak ada satupun yang bersedia membantunya.  Walau ia sudah memohon untuk meminta bantuan, sayang tidak ada yang bersedia. Teman-teman Kirana  hanya teman di saat  senang, teman-temannya hanya ingin uang dan mendapat traktiran darinya. Teman setia teman ada saat kita butuhkan,  teman yang mau melakukan sesuatu untuknya.


Namun  tidak ada satupun di antara teman Kirana yang melakukan itu, mereka semua menghilang, bahkan lebih menyakitkan, mereka memblokir nomor Kirana. Juga membuat banyak alasan  yang berragam, bahkan ada yang terang-terangan menolaknya,  berkata; kalau ia berteman dengannya hanya karena ia banyak uang dan suka traktir,  kalau sudah jatuh seperti maka pertemanan mereka  juga akan hilang.


Kirana mendapat rasa sakit dan merasa sendirian untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia  terjatuh  ke jurang  yang paling dasar, bahkan  untuk membayar pengacara  ternyata ia tidak punya  tabungan, ia  selalu mengahbiskan semua uangnya untuk berpoya-poya  dan tidak pernah memikirkan hari besok ataupun masa  depanya, ia selalu meminta pada Davino saat ia membutuhkan uang dan untuk membeli apa yang dimau.  Kalau  tidak ia akan meminta dari orang tuanya  kalau ia ingin membeli apa yang dimau.


Tetapi saat ini semua berubah, dunianya seakan terbalik, karena kesalahannya sendiri.  Hari ini ia bertemu degan pengacara Davino, ia merasa senang ia pikir kalau ia membawa kabar dari Davino kalau ia akan di maafkan, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.


Kali ini Davino tidak main-main meminta Kirana menandatangani surat perceraian, ia bukan Davino yang ia kenal dulu, lelaki yang selalu memanjakanya dengan kemewahan dan memberikan apapun yang ia minta. Dulu Davino sangan mencintainya dan mempercayainya, namun, ia mengahncurkan semuanya


“Bu Kirana, saya meminta maaf sebelumnya, kalau saya gagal membawa pak Davino untuk bertemu dengan ibu, beliau menolak dengan tegas,” ucap lelaki  beruban itu,  menatap Kirana dengan tatapan penuh makna. “Beliau meminta agar ibu segera menandatangani surat itu agar semua masalah cepat selesai”


“Kalau saya bilang tidak mau, iya tidak mau, bapak mau apa….!” Kirana marah dan meneriaki pengacara yang sudah puluhan tahun menjadi pengacara keluarga Erlangga.


“Ibu Kirana, dalam posisi ibu saat ini, bukan dalam situasi di mana ibu bisa berteriak pada saya,” ucap lelaki  berdarah Batak itu dengan tenang.


“Aku hanya  tidak ingin bercerai dengan suamiku, itu saja,  jangan memaksaku melakukanya karena sampai kapanpun aku tidak akan menandatangani surat itu” ucap Kirana masih punya nyali.

__ADS_1


“Pak Davino lelaki terhormat dan dari keluarga terhormat juga, ia tidak akan memaafkan orang yang sudah mencoreng nama keluarga besarnya, apa anda tahu rasa malu yang di pikul keluarga  Erlangga karena scandal,  kamu?”


“Semua orang punya kesalahan  dan layak di beri kesempatan,” ucap Kirana membela diri.


“Tidak ada kesempatan kedua bagi orang yang  sudah berbagi selimut dengan lelaki lain, Ibu Kirana, harusnya Anda paham itu,” ucap Pengacara itu dengan nada tegas.


“Kalau saya tidak mau bapak mau apa?” ucap Kirana dengan nada menantang.


Lelaki itu  yang sudah terlihat berumur itu, menghela napas panjang, sebenarnya ia tidak ingin melakukan seperti yang diperintahkan Davino  padanya , karena ia berpikir ia juga memilik anak perempuan.


Namun melihat kelakuan Kirana yang merasa kuat, merasa tidak bersalah membuat kehilangan simpati pada wanita yang sempat jadi istri dari bosnya.


Mata Kirana membulat panik, ia tidak tahu malam panas dengannya ada di tangan pengacara.


“Ke-kenapa itu ada sama bapak,” ucap Kirana terbata-bata.


“Kamu tidak tahu, kalau pengacara itu akan melakukan apapun untuk menyesaikan perkara yang sedang ditangani, saya sudah memegang satu kunci di tangan saya Bu Kirana, kalau ibu tidak menuruti apa yang klien saya minta, iya… terpaksa aku akan mengunakan ini , ibu tidak mau kan, seluruh setanah air melihat video anda dan orang tua Ibu akan melihatnya, betapa kecewanya mereka untuk kedua kalinya”


“Jadi bapak mengancam, Saya?” tanya Kirana dengan bibir bergetar  tanda grogi, namun ia mencoba bersikap tenang walau sudah terlihat panik


“Baiklah saya tidak ingin buang-buang waktu, anggap saja ia Bu, harusnya Anda menurut saja, dan fokus dalam kasus ini, tidak tahu kenapa, saya dengar polisi menaikan status kamu dari saksi jadi ikut tersangka, dari pengakuan lelaki itu kamu juga menikmati hasil uang dari bisnis haram itu, kenapa tidak fokus pada kasus itu saja dari pada kamu menghadapi tiga perkara sekaligus lebih baik kamu selesaikan kasus itu”

__ADS_1


“Dengar, saya tidak takut walau lima puluh tuntutan sekaligus,” ucap Kirana berapi-api. Karena emosi dan keegoisanya,  ia  sering sekali mengambil keputusan yang salah, karena tidak memikirkan efek dari tindakanya.


“Baiklah yang terpenting saya sudah menjelaskannya pada Ibu, jangan salahkan saya kalau Vidio ini akan beredar  di dunia maya.”


“Silahkan, kamu pikir saya takut,” ucap Kirana dengan nada sombong.Pengacara itu menarik nafas berat menghapi kesombongan Kirana


“Kesombongan tidak akan menjadikan seseorang tinggi derajat, tapi dengan kesombongan itu, ia akan terperosok dalam kerendahan akhlak.”


“Aku tidak perduli, kalian memaksa saya  bercerai dengan suamiku , apa kamu pikir itu bukan sebuah kejahatan?” tanya Kirana  masih belum mau mengalah.


“Baiklah kalau memang itu kemauan Ibu Kirana, saya permisi dulu” Pengacara itu meninggalkan Kirana, ia hanya mematung.


Setelah pengacara itu pergi barulah ia berpikir ulang lagi dan menyesali kelakuanya dan meyesali sikap kasarnya tadi.


‘ Harusnya aku ber-akting sedih, agar lelaki tua itu mau menolongku’


Karena Kirana menolak menandatangani  surat  perceraian.  Pengacara mengandeng polisi untuk melihat video  panas Kirana, namun saat dalam peyelidikan  dan masih di tangan polisi, video itu bocor di internet. Tetapi ada peran bapak pengacara di balik beredarnya video  Kirana. Ia juga tidak main-main dengan ucapanya.


Ia ingin memberi pelajaran pada Kirana wanita sombong yang merendahkanya. Pengacara itu,  tidak mau tertuduh jadi penyebar  Vidio panas itu. Maka itu ia mengandeng anggota Polisi untuk menyaksikannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2