
Mengetahui Aresya masih hidup, penjahat yang ingin menyelapkannya mengejar sampai ke rumah sakit, Nyonya Marisa menyusun rencana agar Aresya selamat, ia terpaksa menjadikan asisten pribadinua sebagai tumbal, ia berpura-pura jadi Aresya di dorong pakai kursi roda dan di bawa ke dalam mobil, ternyata mobil mereka di ikuti.
Tanpa aba-aba mobil mereka langsung di brondol dengan tembakan lelaki yang memegang setir mobil untungnya orang yang sudah terlatih, ia membanting setir kesamping menabrakkan mobilnya kearah lelaki bertopeng itu, saat mereka terpental , ia mengambil kesempatan putar setir dan melarikan diri walau tangannya terluka karena terkena tembakan , tidak lantas menjadikannya berhenti, ia melajukanya dengan kecepatann tinggi.
“Apa kamu terluka?” tanya lilis.
“Jangan hiraukan aku, terpenting kita bisa lepas dari mereka “
Wanita itu mengambil alih setir mobil dan seorang lagi membantu Haris membungkus luka tangannya.
Saat Lilis melirik kaca spion, ternyata mobil berwarna merah itu mengejar mereka, ia memerintahkan menginjak pedal gas lalu melarikan diri.
Akhirnya mereka berhasil membawa para penjahat itu keluar dari rumah sakit, saat itu juga Adi membawa Aresya keluar dari rumah sakit.
Davino setelah mengantar Kirana pulang, ia balik lagi kerumah sakit, penasaran tentang yang terjadi pada Aresya, tetapi saat ia tiba di parkiran , ia melihat mobil mengejar mobil Haris, Davino merekam diam-diam, sayangnya, ke empat orang yang mengincar Aresya memakai penutup kepala.
‘Siapa mereka kenapa mereka mengincar wanita kampung itu? apa ia terlibat satu kejahatan, ini sudah seperti di flim-flim hollywod, Davino menyalahkan mesin mobilnya, tapi tiba-tiba Omanya turun dan Aresya dan Adi.
‘Lalu yang mereka incar tadi siapa?'
“Omah apa yang terjadi!” Davino turun dari mobil saat situasi dalam genting.
“Davino!? Omah sudah meminta kamu untuk pergi kenapa masih di sini?” tanya Marisa itu dengan tatapan panik, tangannya menarik Davino masuk kedalam mobil. “Kita harus pergi dari sini, di sini tidak aman,” pintah wanita dengan sikap buru-buru.
“Apa yang terjadi? Aku melihat mobil Lilis di kejar beberapa orang”
“Davino, nanti kita bicara yang penting kita harus keluar dari sini segera”
Setelah beberapa lama setelah kejadian, Aresya tinggal di sebuah Villa di daerah puncak.
Aresya dalam penjagaan yang sangat ketat, selama dalam Villa ia bahkan tidak di perbolehkan keluar dari dalam Villa ia akan berada di sana selama masa pemulihan, minum obat dan vitamin, ia juga dalam penanganan dokter khusus .
Tetapi saat dalam perawatan, tiba-tiba.
Dokter dan perawat yang merawat Aresya bergosip tentang tato yang dimiliki Aresya.
“Kenapa gadis untuk tuan Muda dikasih gadis bertato?” bisik seorang perawat.
“Apa mungkin wanita itu memakai pelet hingga, Nyonya Marisa bisa tertarik?” Tanya perawat satu lagi.
__ADS_1
Davino saat itu sedang melintas dari belakang mendengar pembicaraan keduanya, Davino datang, awalnya ia memang sempat berpikir seperti itu, tetapi setelah ia tahu kalau Aresya bisa hamil dan sempat mengandung anaknya , Danvino akhirnya paham, kenapa omanya memintanya menikah dengan gadis jelek bertato tersebut.
*
Aresya masih berdiri di pantulan kaca melihat ukiran senih di tubuhnya.
“Sebenarnya aku benci melihat semua ini,” ujar Aresya menatap ukiran tato tersebut.
Ny. Marisa sudah mengetahuinya, tetapi tidak memperdulikan, tentang fisik, karena yang ia butuhkan anak dari Aresya, karena itulah ia juga baik pada Aresya. Namun, pandangan dokter dan perawat padanyanya berbeda, bahkan Perawat Anna sempat marasa takut melihat tubuh Aresya yang dipenuhi tato, ia merasa gambar tato di badan Aresya seolah-olah menatap tajam padany, dr.Haras pertama kali melihatnya ia juga kaget karena di balik wajah tenang dan wajah lembut Arsya ada yang berbeda yang berbeda.
Saat melihat dirinya di patulan kaca, ia merasa tidak percaya diri lagi, karena semua tatonya terpampang sangat jelas.
‘Aku tidak suka melihat diriku seperti ini, ini sangat memalukan dan menjengkelkan’ Aresya membatin.
Tok Tok …
Marisa berdiri di depan pintu tersenyum rama padanya, walau wanita tua itu selalu bersikap tegas, tapi ada kalahnya ia bersikap ramah.
“Ada apa Omah?” tanya Aresy terkejut, ia merasa malu, karena memperlihatkan tato di leher dan lengannya, ia berusaha menutupinya lagi.
“Tidak apa-apa itu hanyalah seni, memiliki tato bukanlah anak yang kriminal, ini lihat,” ucap wanita mengakat bajunya memperlihatkan Tato di tubuhnya bahkan lebih banyak dari punya Aresya. “Omah sangat mengerti apa yang kamu hadapi saat itu, karena omah juga merasakanya, pindah dari tempat A ke tempat B tidak tenang juga pindah lagi ke tempat C masih ada yang mengetahuinya pindah lagi ke tempat D, itu yang Omah rasakan saat dari kecil sampai dewasa”
“Aresya, aku punya cara yang aman u ntuk melindungimu. Bagaimana kalau melakukan dengan pria lain, maksudku ... bukan suamimu "
" Haaa ... bukan itu zina, Omah? "
“Hanya itu cara kita agar mahluk jahat itu melepaskan tubuhmu satu hal lagi .... Bersikaplah kalau kamu sudah keguguran, agar lebih menyakinkan orang rumah, kita minta Davino menampung beninya lagi”
“Baik Oma,” jawab Aresya.
Demi melindungi janin dalam kandungannya Aresya harus berpura-pura tidak hamil pada semua orang bahkan sama suaminya sendiri, bahkan diminta tidur dengan pria asing
Saat acara makan malam selesai tidak ada yang berani membahas tentang Aresya, suasana meja makan itu benar-benar hening bagai kuburan baik setelah selesai makan.
Bimo yang biasanya mau betanya, kini ia juga takut, saat ia dengar kabar Aresya kehilangan bayinya Ny. Marisa lebih menakutkan, bahkan sebelum makan, ia meminta asisten rumah tangga mencicipi makanannya sebelum ia makan, mengisyaratkan kalau di rumah mereka ada yang menginginkannya kematianya. Seakan ia ingin bilang kalau dalam rumahnya ada yang ingin menyingkirkanya dan mengantikan posisinya sebagai Nyonya besar.
Wajahnya Omah Marisa terlihat sangat tegang bahkan makan dengan buru-buru, setelah makan selesai ia meninggalkan meja makan.
“Kamu ikut saya ke ruangan saya,” pintanya pada Davino dengan nada tegas.
__ADS_1
“Baik Omah,” sahut Davino dengan patuh, ia tahu kalau wanita tua itu dalam kedaan marah.
Ny.Marisa naik ke ruang kerja dan menghempaskan tubuhnya di kursinya, sudah sejak lama ia merasa tidak tenang tinggal di rumahnya sendiri, setiap saat ia dihantui rasa takut, ia merasa di dalam rumahnya ada banyak mata-mata yang mengawasi setiap gerak-geriknya, ia tahu menantunya tidak menyukainya, ia tahu Kirana istri pertama Davino juga tidak menyukainya.
Kalau saja Aresya sudah melahirkan, ia merasa kalau beban berat sudah terangkat.
Apakah kehamilan Aresya bisa disembunyikan dari semua orang?
Apakah dia akan tidur dengan lelaki lain?
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terima kasih sudah baca karya saya,semoga kakak suka dan terhibur dengan karya saya,bantu komen dan kasih masukan di setiap bab ya.
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia(tamat)
Bintang kecil untuk Faila (tamat
__ADS_1
Pariban Jadi Rokkap(ongoing)