
Dugaan Marisa benar, kehamilan Aresya ketahuan sama orang luar nyawanya dalam bahaya, malam itu sekelompok orang membakar rumah yang ditinggali Aresya dan Davino.
Davino belum tahu, apa yang terjadi tentang nasip Aresya, karena saat kejadian ia belum ditemukan, bahkan dalam kebakaran itu tiga orang pengawal ikut tewas. Namun, Aresya tidak ada yang tahu keberadaanya, ia menghilang, korban kejadian itu sudah dipastikan bukanlah Aresya.
Rumah itu hangus terbakar dan hanya meninggalkan puing berwarna hitam, hanya satu yang di inginkan Davino agar istrinya selamat.
“Tenangkan pikiranmu jangan semua masalah ini membuatmu lemah,” ucap Ny. Marisa, memberi nasihat pada Davino. Lelaki itu beberapa kali mengusap butiran kristal dari sudut matanya.
Kesedihan dan penyesalan Davino akibat belum di temukannya Aresya, membuat merasa terpuruk.
“Oma bagaimana aku bisa tenang kalau calon anakku dan Aresya belum ditemukan.”
“Percayalah kita akan menemukannya, yang penting kamu harus kuat dan tetap tenang, bersikaplah seakan-akan ia baik-baik saja, agar musuh yang melihatmu semakin bertambah bingung.
Aresya benar-benar menghilang, tanpa jejak Davino sudah mengerahkan semua orang mencarinya ia seakan-akan berpindah tempat ke dunia lain, karena ia menghilang tanpa jejak, tidak ada rekaman tidak ada yang ngelihatnya saat itu.
Davino di suruh bersikap tenang, Bagaimana ia melakukannya karena istrinya belum ditemukan’
Namun sebagai penerus group Erlangga, satu kewajiban besar untuknya bersikap profesional, harus bisa menyembunyikan perasaan sedihnya.
Kejadian yang terjadi di pabrik dinyatakan perampokan, Ny. Marisa mengarang cerita kalau yang terjadi dalam pabrik sebagai perampokan , itu semua demi keselamatan keluarganya dan demi kelangsungan perusahaanya, ia harus menjadikan situasi tenang agar semua berjalan dengan harapannya.
Walau ia tahu…. Orang yang berperan atas hilangnya nyawa orang-orang yang tidak bersalah itu.
Ny. Marisa tidak mau terpancing marah, apalagi menyerah, ia bertahan dengan caranya yang luar biasa tidak ada yang bisa membaca isi pikirannya dan tidak ada yang tahu apa yang ia rencanakan
.
“Kita akan kembali ke rumah, bersikaplah dengan tenang, kamu adalah Davino Erlangga, jangan karena hilangnya Aresya jadi membuatmu lemah, Oma tahu itu pasti sulit bagimu,” ucap Ny Marisa setelah satu minggu Davino tinggal dalam hotel.
__ADS_1
Menghilangnya Aresya membuat Davino seakan -akan kehilangan semangat hidup, belum bisa menemukan titik terang padahal sudah satu minggu.
“Aku akan menghabisi orang yang melakukan ini padaku Oma, aku tidak mau diam seperti ini,” ucap Davino menundukkan kepalanya dengan putus asa.
“Kamu tidak akan melakukan apa-apa, biarkan oma yang bertindak, cukup kamu mengangkat kepalamu, dengan tegak, katakan pada semua orang, kalau kamu akan tetap kuat. Kamu harus menikah lagi”
“Apa? Oma … Aresya baru seminggu menghilang”
“Oma, tahu dengan begitulah semua akan baik-baik saja”
“Siapa yang akan Oma tumbalkan lagi?”
“Davino. Oma tidak menumbalkan siapa-siapa, dengan begitu kamu akan baik-baik saja”
“Oma…! Aresya belum ada kabar bagaimana aku untuk menikah lagi?”
“Aku ingin Aresya yang mendampingiku untuk duduk di sana Oma”
Wajah Davino terlihat putus asa, atas hilangnya Aresya, ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Besok adalah hari penting dalam hidupnya, sekaligus hari bersejarah baginya. Karena hari itu ia akan di nobatkan sebagai pewaris dan pemimpin dari perusahaan besar Group Erlangga.
Segala kejadian yang terjadi beberapa hari ini untuk menghalanginya sebagai penerus perusahaan itu, Sayang , Aresya ikut dalam korban dalam aksi itu. Melihat Davino bersedih seperti itu Ny. Marisa memeluk cucunya tersebut menguatkannya. Karena apa yang ia melakukannya saat ini semua untuk masa depannya.
Syarat untuk menjadi pemimpin perusahaannya harus menikah, karena Aresya menghilang dan Kirana sudah diusir dari rumah mereka , terpaksa Davino menikah lagi ini pernikahannya yang ke tiga
*
Sebuah pernikahan diadakan di salah satu hotel, pengawalan yang sangat ketat untuk Davino mulai dari acara pernikahannya dan hingga malamnya. Penjagaan masih sangat ketat bahkan ia menyewa satu hotel untuk keamanan Davino dan istri barunya.
Saat ini ia memiliki seorang wanita dalam hidupnya lagi, ada tiga wanita yang menjadi istrinya, Ny. Marisa tidak mau Kirana yang mendampingi Davino saat penerima gelar barunya, ia memilih seorang wanita yang lain untuk mendampingi Davino,
__ADS_1
Hingga hari yang di tunggu akhirnya tiba, dengan langkah yakin Davino mengandeng seorang wanita yang mendampinginya dalam acara penobatannya . Berjalan dengan langkah gagah seakan-akan tidak ada masalah yang ia hadapi, orang-orang yang tidak menyukainya, hanya bisa melihat dengan tatapan bigung, tadinya orang-orang itu, akan menyerangnya mengunakan Kirana, namun saat ia hadir dalam aula pertemuan. Davino datang dengan seorang wanita cantik, ia tersenyum manis berjalan anggun mendampingi Davino, tidak ada kecanggungan, walau ia baru tadi malam, ia kenal dan sekaligus menjadi istrinya.
Mereka berdua berjalan serasi, seakan-akan sudah mengenal sudah lama.
Wanita itu tersenyum, menatap semua tamu yang datang dalam ruangan itu, termasuk orang tua Kirana dan ada Difi,
Tiara namanya, perempuan berparas cantik itu Ny. Marisa yang membawanya, ia wanita yang pernah ia tolong dan mempunyai hutang budi pada Ny, Marisa.
Hari ini Ny. Marisa membuktikan dirinya kalau ia bukanlah wanita yang gampang di tumpangkan dengan apapun. Sekalipun ia ingin di lenyapkan bahkan pengawalnya ikut di terbakar oleh suruhan orang yang membencinya. Davino tersenyum tanpa beban, memberi salam pada setiap tamu yang menyapanya. Tetapi, siapa yag tahu dalam hatinya ia ingin berteriak menangis karena Aresya belum ada kabar. Namun, saat ini ia akan berpura-pura semua baik-baik saja. Demi kebaikan perusahaannya, demi kebaikan keluarga besarnya.
Didepan seluruh pemegang saham dan mitra kerjanya akhirnya Davino di nobatkan jadi CEO sekaligus pemilik perusahaan mereka, oma dan papinya tidaka akan bertanggung jawab lagi hanya akan bekerja di belakang layar bersama omanya. Segala keputusan mutlak akan di pegang Davino.
Papinya yang selama ini menjadi direktur memilih pensiun ingin menikmati hari tuanya, ingin berjalan-jalan keliling dunia, baik Ny marisa ia ingin menikmati hidup.
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (Tamat)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1