Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Haru


__ADS_3

Setibanya di lokasi syuting, Rizki dikerumuni para kru dan teman teman aktor dan aktris. Mereka gemas dengan Rizki. Al bahagia melihat itu, dia bahagia melihat Rizki disayangi semua orang. Tapi, Maryam saat ini hanya melamun. Dia seakan malas menatap Rizki yang memanggilnya sambil tertawa bahagia dalam gendongan teman teman Al.


Mengetahui hal itu membuat Al merasa bersalah karena telah menyimpan rahasia besar ini dari ibunya. Tapi tentunya Al punya alasan mengapa dia menyimpan rahasia itu sendiri.


Perlahan Al mendekati ibunya. "Buk, Rizki tetap cucu ibu. Dia anakku. Kesayanganku, buah hatiku. Rizki ada karena aku berjuang untuk membuatnya lahir kedunia ini dengan harapan agar dia menjadi anak yang sholeh yang nantinya akan mendoakan aku sebagai orangtuanya. Meski Rizki bukan darah dagingku, tapi Al bermohon pada Allah untuk menitipkan malaikat kecil itu padaku, buk. Dia belahan jiwaku. Dia duniaku buk. Dia hadiah pertama dari Allah untukku. Dia juga amanah pertama untukku. Dia juga guru pertamaku sebagai orangtua. Jadi, kita sayangi dia ya buk." Berbisik pada ibu dengan hati hati agar ibunya mengerti tentang keadaan yang sedang dihadapinya.


"Syutinglah dulu, Al. Ibu benar benar tidak mengerti dengan semua ini. Ternyata kamu benar benar aktor terhebat. Kamu memang pantas mendapatkan semua penghargaan sebagai aktor terbaik di Indonesia. Kamu memang pandai berakting. Bahkan ibu sendiri tertipu dengan lakonanmu." Ujar Maryam begitu kecewa atas kebohongan Al selama ini.


"Buk, Al minta maaf. Al tidak bermaksud untuk membohongi Ibu. Al punya alasan yang belum bisa Al ceritakan pada ibu. Al benar benar minta maaf buk." Bersimpuh dipangkuan Maryam.


Air mata Maryam menetes hingga jatuh ke helaian rambut Al Fatih. Begitu juga dengan Al, dia menangis dan air matanya jatuh di pangkuan ibunya.


Beruntungnya saat itu semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing. Sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


"Antarkan Rizki kepesantren sekarang. Jangan pisahkan dia dari kedua orangtuanya hanya karena egomu, nak." Ucapan Maryam seperti petir menyambar tiba tiba.


Al terdiam dan segera menegakkan kepalanya. Ditatapnya wajah Maryam yang berpaling darinya. Al mengerti kekecewaan ibunya. Sehingga dia terpaksa harus mengikuti saran untuk mengembalikan Rizki kepesantren.


"Maafkan Al, buk. Al janji akan jelaskan semuanya setelah sinetron ini selesai, buk." Mencium tangan ibunya.


Lalu Al pun melangkah menuju mobilnya untuk menemui Haris.


"Ada apa mas Al?" Tanya Haris saat melihat Al menghampirinya dengan wajah yang sangat tidak bisa digambarkan.


Harispun mengangguk mengiyakan. Dia tidak berani bertanya alasan Al memintanya mengembalikan Rizki ke Pesantren setelah bersusah payah membawanya ke Jakarta. Haris yakin, ada alasan yang tidak bisa dijelaskan padanya, sehingga dia memilih mengikuti saja perintah atasannya tanpa bertaya apa alasannya.


"Kiki…" Al memanggil Rizki yang sedang bermain. Dan begitu dipanggil, Rizki langsung menoleh pada Al.

__ADS_1


"Abi... Abi…" Tersenyum bahagia, lalu melangkah mendekati Al yang merentangkan tangannya agar dipeluk oleh putra kesayangannya.


Dengan cepat kameramen menyoroti adegan mengharukan itu. Dia mengambil video saat Rizki berlari menghabur dalam pelukan Al Fatih.


"Jagoan Abi." Al memeluk erat tubuh mungil kesayangannya itu. Mata Al berkaca kaca dan itu terlihat jelas dikamera yang tidak disadari oleh Al.


"Kiki pulang dulu sama om Haris dan Nenek. Ok." Membujuk Rizki yang tidak mengerti apa yang dimaksudkan Abinya itu.


"Kiki, yok kita pulang. Abi mau syuting dulu, nanti abi juga ikut nyusul kita pulang. Iya kan abi?" Haris datang menjemput Rizki.


"Tidak. Kiki mau disini sama Abi." Menggelang tegas sambil mengeratkan pelukannya.


Air Mata Al tumpah. Tapi dia segera menghapusnya, karena tidak ingin sampai dilihat oleh Rizki dan teman teman lainnya.

__ADS_1


"Abi cuma bentar kok sayang. Jadi, kiki harus pulang duluan ya. Anak abi kan pintar." Mengajak Kiki melakukan tos mereka.


Wajah Rizki yang tadinya gembira tiba tiba berubah sendu. Dengan terpaksa dia melakukan tos dengan Abinya. Setelah tos, Rizki memeluk Al sekali lagi. Lalu, Al menciumnya dan memberikan Rizki untuk digendong Haris.


__ADS_2