
Kini Al ditemani ibunya. Dia saat ini tertidur pulas karena pengaruh obat. Sedangkan Maryam membaca Qur'an usai sholat Isa. Tangan kirinya terus menggenggam erat jemari Al yang terpasang selang infus.
Sedangkan Haris, sudah pulang usai memastikan keadaan Al baik baik saja. Dan para wartawan serta awak media lainnya masih setia menunggu di depan rumah sakit. Mereka berharap bisa mendapatkan bocorang tentang keadaan Al saat ini.
Sementara itu, di Pesantren Marsya dan Kelvin menikmati hari bahagia mereka. Kebahagiaan pertama adalah, karena Rizki sudah ada bersama mereka. Lalu, kebahagiaan kedua adalah saat mendengar berita kecelakaan yang dialami Al Fatih. Namun, kebahagiaan itu hanya berlangsung sekejap saja, karena pada akhirnya mereka bertengkar.
"Mas, bisa gendong Rizki bentar nggak. Dia nangis kalau aku baringkan di kasur. Aku mau mandi dulu." Pinta Marsya pada Kelvin.
"Aku lagi sibuk sayang. Ini lagi memmeriksa banyak hal." Sibuk dengan berkas berkas Pesantren. Maklum kan Kelvin pimpinan Pesantren.
__ADS_1
"Kamu selalu begitu deh perasaan selama Rizki ada sama kita. Kamu kelihatan benci banget sana Rizki. Padahal dia kan darah dagingmu juga." Rutuk Marsya yang lama lama semakin kesal dengan perlakuan Kelvin.
"Kamu pikir aku percaya Rizki anakku, sementara kamu saat itu masih bersuamikan si Al." Jawab Kelvin tidak mau mengakui Rizki sebagai anaknya.
Mendengar jawaban itu Marsya merasa tersinggung dan tersakiti. Dia tidak mau tinggal diam. Dia pun mendekati Kelvin dan menarik kerah baju bagian belakang Kelvin.
"Marsya, apa apaan kamu, hah? Kamu mulai berlaku kurang ajar padaku. Aku suamimu!" Bentak Kelvin yang membuat Rizki terkejut. Dia terbangun dan akhirnya menangis.
Kelvin mengepalkan tinjunya. Rasanya dia ingin memukul Marsya yang berani membentaknya. Tapi semua itu masih diurungkannya. Karena takut, Marsya benar benar akan membongkar semua kesalahan masa lalunya.
__ADS_1
"Kamu pikir mungkin bagiku mengandung dari suami yang tidak pernah menyentuhku hampir delapan bulan? Apa kamu lupa, kita melakukan itu saat aku dan Al sedang mengalami masalah. Dan masalah itu disebabkan karena kehadiran kamu kembali dalam hidupku." Ungkitnya.
"Marsya stop. Aku hanya tidak bisa percaya Rizki anakku, karena kita hanya melakukan itu satu kali. Sementara kamu melakukan itu bersama mantan suamimu berkali kali." Ucap Kelvin dengan suara yang mulai merendah.
"Kita melakukan itu tepat setelah aku selesai masa haid. Dan enam bulan sebelum kita melakukan itu, aku tidak pernah melakukannya dengan Al. Sebulan setelah kita melakukan itu, aku mengenyadari ternyata aku hamil. Dan saat itu kandunganku sudah memasuki minggu ke lima. Apa penjelasan itu tidak membuat kamu percaya Rizki anakmu?" Jelas Marsya sambil menangis. Dan dia terduduk lemah dilantai.
Kelvin tidak bisa menjawab apa apa setelah mendengar penjelasan Marsya. Sementara itu Rizki masih terus menangis sambil memanggil manggil Abinya.
"Kamu tidak tahu apa yang terjadi padaku saat aku hamil dan kamu menghilang tampa jejak. Dan dengan kebaikan hatinya, Al berpura pura percaya aku mengandung anaknya. Dia merawatku dengan baik dan dia mencintai Rizki sepenuh hati setelah dia lahir. Tapi, kamu kemana Vin? Kamu sibuk mengejar Auri. Kamu sibuk merayu agar Auri mau menikah denganmu. Kamu melakukan semua itu demi memenangkan taruhan dengan teman temanmu. Kamu kejam Kelvin. Aku menyesal lebih memilih kamu dari pada Al yang mencintaiku dengan setulus hati." Ungkap Marsya sambil menangis.
__ADS_1
Kelvin merasa kasihan pada Marsya. Tapi dia kecewa, karena pada akhirnya Marsya merasa menyesal menikah dengannya. Untuk meredakan pertengkaran itu, Kelvin pun langsung pergi keluar meninggalkan Marsya dan Rizki yang terus menangis.