Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Settingan


__ADS_3

Semua siaran televisi memberitakan tentang kecelakaan yang dialami Al. Mendengar berita itu dari siaran televisi, Ibu langsung menuju Jakarta dengan menaiki bus dari Bogor ke Jakarta.


"Halo, Ris. Bagaimana keadaan Al?" Tanya ibu melalui panggilan telepon.


"Saya belum tahu, buk. Sampai saat ini Dokter belum mengizinkan siapapun masuk ke ruangan tempat mas Al dirawat." Ujar Haris.


Mendengar itu membuat Maryam semakin khawatir. Terlebih, dia belum bicara pada Al sejak dia tahu, Rizki bukanlah cucunya.


Sementara itu, Al terbaring lemah diatas tempat tidur. Dokter Yuda menjahit luka dikakinya.


"Mas Al tidak perlu menahan rasa sakitnya. Kalau memang terasa sakit, silahkan berteriak." Yuda menyarankan.


"Saya tidak merasakan sakit sama sekali, Dok. Dan sepertinya saya juga tidak bisa menggerakkan kaki saya." Jawab Al.

__ADS_1


Mendengar itu, Dokter Yuda langsung melakukan pemeriksaan ulang pada kaki Al yang terdapat sobekan luka itu. "Mas Al mengalami gejala kelumpuhan sementara. Tapi, tidak perlu khawatir, ini baru gejala. Saya akan membantu mas Al semampu saya, agar tidak mengalami kelumpuhan total." Jelas Yuda yang hanya diberi anggukan pelan oleh Al.


"Dokter, saya masih perlu bantuan anda!" Ucap Al, saat dokter Yuda masih sibuk dengan kaki kirinya yang terluka itu.


"Apa yang bisa saya bantu, mas Al?"


"Jangan biarkan siapapun masuk keruangan saya, sampai saya sendiri yang memberi mereka izin."


"Siap mas Al. Saat ini sudah ada dua sekuriti yang berjaga didepan kamar mas Al. Dan saya akan merahasiakan kondisi mas Al." Jawabnya.


Di Bandung. Melki, Endah dan Auri sudah tiba di hotel. Melki sudah terlelap di kamarnya sendirian. Sedangkan Endah membaca artikel berita di Handphone miliknya. Dan Auri, baru saja selesai sholat Isa. Dan kini dia sedang memakai kerudung instan yang berbahan dingin dan lembut, sehingga nyaman dipakai saat tidur sekalipun.


"Auri, coba deh baca ini." Endah memperlihatkan layar HP nya pada Auri.

__ADS_1


"Apa lagi kali ini?" Tanya Auri mengambil alih Hp Endah. "Aktor ternama, Al Fatih mengalami kecelakaan mobil pada pukul 9 pagi tadi. Kondisinya cukup parah, menurut saksi mata. Tapi, hingga saat ini masih belum ada kabar tentang kondisinya. Pihak rumah sakit bahkan tidak mengizinkan siapapun untuk menjenguk Al Fatih." Auri membaca Artikel itu.


"Aku khawatir, Ri. Kondisi mas Al masih belum diketahui sampai saat ini." Celoteh Endah dengan semua perasaan khawatirnya.


"Palingan juga settingan." Komentar Auri yang membuat Endah murka.


"Kamu kok gitu sih Ri. Bagaimana kalau kenyataannya benaran. Dan terjadi sesuatu sama Al." Rutuknya kesal sambil mengambil Hpnya dari tangan Auri.


"Aku salah ngomong, ya. Ya sudah, aku minta maaf. Dan doakan saja, semoga Al baik baik saja." Ucap Auri, lalu dia pun berbaring ditempat tidurnya yang berbeda dengan Endah.


Mendengar nada bicara Auri yang agak datar, membuat Endah merasa tidak enak hati. Dia pun melangkah menghampiri Auri yang sudah menutup matanya.


"Auri, maaf ya. Aku nggak bermaksud membentak kamu. Aku hanya khawatir dengan kondisi mas Al." Ucapnya yang berhasil membuat Auri kembali membuka matanya.

__ADS_1


"Iya aku tahu kok, Endah sayang. Sekarang, kita tidur, dan berdoa saja saat bangun besok ada kabar tentang kondisi terbaru Al." Auri berbicara dengan lembut. Sebenarnya dia


juga merasa khawatir mendengar Al mendapat musibah. Tapi, Auri berusaha menghibur dirinya sendiri, dengan mengatakan semua yang diberitakan itu adalah kebohongan semata.


__ADS_2