
"Kembali lagi dalam acara pengikatan cinta Al dan Auri." Sapa kedua mc.
"Seperti yang terlihat. Saat ini di depan sana, Auri dan Al Fatih sudah duduk bersama dengan lima orang anak panti yang hafal Al Qur'an."
"Iya. Ini mereka akan sambung ayat, ya?"
"Sambung ayat yang mereka bacakan nanti adalah surah Ar-Rohman."
"Jadi pemirsa. Mari kita dengarkan lantunan ayat ayat Al Qur'an dengan khidmat." Ajak mereka pada para penonton.
Kemudian, sorot kamera tertuju pada Auri, Al dan para anak anak hafiz Qur'an di depan sana.
Pembacaan ayat dimulai dari Al Fatih, lalu disambung oleh Auri dan dilanjutkan bergantian oleh anak anak hafiz itu. Dan
semua tamu undangan menyimak dengan fokus lantunan ayat ayat yang dibacakan oleh Auri, Al Fatih dan para hafiz itu. Bahkan ada yang terharu dan meneteskan air mata mendengar ayat ayat indah itu dilantunkan.
Bukan hanya tamu saja yang menangis. Maryam pun juga meneteskan air matanya. Dia merasa sangat terharu dan juga bahagia, karena putranya sebentar lagi akan hidup bersama wanita pilihannya yang diyakini akan membuatnya bahagia dunia dan akhirat.
Sambung ayat pun selesai. Para anak anak hafiz sudah kembali kebelakang. Dan kini tersisa Al dan Auri. Mereka berdiri saling berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat.
Mc memberikan pengarahan kepada mereka untuk mempersiapkan diri sebelum menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan. Namun, karena melihat Al dan Auri tampak tegang dengan situasi itu, membuat Mc menggoda mereka.
__ADS_1
"Ciee yang akan segera di pinang." Godanya.
Hal itu berhasil membuat Al dan Auri tersenyum malu malu. Lalu, Mc melanjutkan pengarahannya. Dia meminta Al untuk mengungkapkan semua isi hatinya pada Auri, tentunya dihadapan kedua orangtua Auri dan di hadapan banyak pasang mata yang menyaksikan.
"Assalamualaikum, Auri." Al memulai.
"Waalaikumsalam, mas Al." Jawab Auri.
Sorak sorai tepukan dan kata kata menggoda dilontarkan oleh tamu dan juga Mc.
Auri sangat merona dan malu. Tapi, beruntung wajahnya tertutup kain cadarnya. Sedangkan daun telinga Al dan pipinya merona disaksikan dengan sangat jelas oleh ribuan pasang mata. Tapi, dia mencoba untuk terlihat tenang. Dia mencoba memikirkan, bahwa saat ini hanya dirinya dan Auri saja. Al juga mencoba membayangkan, saat ini dia dan Auri sedang bicara santai, tanpa ada orang lain.
"Auristela Azzahra. Aku tidak mengenalmu sebelumnya. Aku tidak tahu bagaimana kehidupanmu sebelumnya. Aku bahkan tidak pernah membayangkan bahwa ternyata hatiku bisa menjadi milikmu seutuhnya." Ungkap Al yang sudah lebih tenang dan merasa nyaman untuk melanjutkan pengakuan cintanya kepada Auri.
Semua orang fokus mendengarkan cerita Al yang didukung dengan video ilustrasi yang sudah Al siapkan jauh sebelum Auri menerima cintanya.
"Saat itu, aku mencoba menyembunyikan wajahku darimu. Ternyata kamu tidak mengenalku sama sekali. Sungguh saat itu aku terkejut, bagaimana kamu tidak mengenalku, sementara aku adalah seorang yang sangat terkenal kala itu. Kamu gadis yang aneh. Itulah yang aku pikirkan saat itu."
Tamu merasa sangat terharu dan senang. Mereka merasa seperti di bioskop dan menonton film yang romantis.
"Aku sungguh mengira kamu gadis yang aneh, sampai aku melihat wajahmu dilayar ponselku. Saat itu, barulah aku tahu siapa dirimu sebenarnya. Ternyata kamu bukanlah seorang gadis, melainkan mantan istri dari lelaki yang sudah menjadi suami mantan istriku. Dan aku pun tertawa." Al menatap Auri yang sejak tadi fokus melihat layar yang memperlihatkan ilustrasi pertemuan mereka.
__ADS_1
"Aku sudah jatuh cinta saat itu padamu. Tapi, aku memilih untuk menghindarimu. Karena saat itu aku sedang memiliki begitu banyak masalah. Kemudian, setelah lama tidak pernah melihatmu lagi. Kita akhirnya kembali dipertemukan. Aku yang saat itu tidak sengaja menabrak mobilmu. Namun, itu kali pertama aku melihatmu dengan cadarmu. Awalnya aku tidak mengenalimu. Tapi, setelah melihat matamu, ah ternyata kita bertemu lagi... dan tahukah kamu, aku sangat mencintaimu dan ingin berdoa pada Allah agar bisa bersamamu. Tapi, aku kembali mendapat masalah, sehingga aku harus menutup rapat hatiku agar tidak terlalu dalam mencintaimu."
Air mata Auri menetes. Perlahan dia menatap wajah Al yang saat itu juga menatapnya. 'Aku pun merasakan hal yang sama saat itu, mas Al. Aku bahkan berusaha untuk melupakan perasaan itu.' Ucap Auri dalam hati.
Al pun terus melanjutkan ceritanya. Hingga akhirnya tibalah cerita itu pada akhir yang membuat semua orang meneteskn air mata.
"Tahukah kamu, betapa hancur dan terlukanya aku… saat itu kamu memintaku menikahi adikmu. Sementara, aku sedang menyiapkan diri untuk melamarmu dan menyatakan perasaanku padamu. Dan setelah hari itu, kamu menghilang. Aku bahkan merindukanmu, tapi kamu tidak pernah mengetahui itu. Dan aku melihat, bahwa kamu hidup dengan baik baik saja dan selalu tersenyum. Sementara, aku tersiksa karena merindukanmu." Menatap mata Auri yang sudah berair.
"Tapi, Allah lagi lagi mempertemukan kita di tempat, dimana di sana ada dua insan yang membuat hidup kita berantakan untuk sementara waktu. Namun, ternyata di sanalah kamu mengatakan ingin menikahiku. Tahukah kamu, hatiku seakan terbang dan tidak lagi ada di tempatnya. Betapa aku sangat bahagia hari itu." Ungkap Al.
Sebentar Al menarik napas. Lalu dia melangkah satu langkah kearah Auri. Sedangkan Auri masih tetap berdiri menatap wajah Al dengan mata yang masih berair.
"Auristela Azzahra, maukah kamu mendampingiku, menemaniku, menjadi wanitaku, menjadi ibu dari anak anakku dan maukah kamu melengkapiku hingga aku tidak akan merasa kesepian dalam perjalanan menuju akhirat kelak?"
Al Fatih melamar Auri dengan suara gemetar dan air mata yang menetes begitu saja. Bahkan semua tamu dan kekuarga pun ikut meneteskan air mata haru.
"Saya mau mendampingi dan melengkapimu. Jadilah imamku dan bimbinglah aku dalam perjalanan menuju akhirat kelak." Jawab Auri dengan suara yang juga gemetar.
Mendengar jawaban itu, membuat semua orang bertepuk tangan bahagia. Mereka benar benar bahagia merasakan apa yang dirasakan oleh Al dan Auri.
Kemudian, Maryam pun memakaikan cincin di jari manis Auri. Lalu, dia juga memakaikan kalung berliontin hati miliknya. Dia menyerahkan kalung berharga itu pada Auri yang akan menjadi menantunya sebentar lagi.
__ADS_1
Dan acarapun berlanjut dengan penyerahan barang hantaran dari Al untuk Auri. Barang barang itu diberikan oleh Maryam secara langsung pada Jeni. Dan kemudian, Jeni pun juga memberikan hadiah untuk calon besannya itu.
Acara lamaran berjalan dengan mulus dan penuh keharuan. Sekarang, Al dan Auri resmi bertunangan. Lalu, akad nikah mereka akan segera digelar kurang dari satu bulan lagi.