Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Nginap di hotel


__ADS_3

Usai sholat magrib berjamaah, Auri lebih dulu keluar dari Masjid. Dia langsung masuk ke mobil, tapi kali ini dia memilih duduk dikursi belakang. Sementara Al yang sedikit terlambat keluar dari Masjid pun, tampak jauh lebih segar dan berbinar dari sebelumnya.


Saat membuka pintu mobil, Al mendapati Auri duduk di belakang. 'Syukurlah, setidaknya aku bisa menahan untuk tidak menggenggam tangannya.' Ujarnya dalam hati.


Al merasa sangat kesulitan mengendalikan dirinya untuk tidak menggenggam tangan Auri, setelah pengakuan cinta Auri beberapa menit yang lalu. Tapi, dengan Auri duduk di belakang, akan membuatnya sedikit merasa nyaman dan lega.


"Sayang lapar nggak?" Tanya Al yang sudah siap menjalankan mobil.


"Lapar. Memangnya mas Al nggak lapar?"


Auri sudah mulai terbiasa dipanggil dengan sebutan sayang oleh Al Fatih.


"Lapar dong, makanya mas nanya sama sayang. Kalau sayang lapar juga, berarti kita cari tempat makan sekarang!" Tutur Al yang fokus mengendalikan setir mobil dengan cekatan saat menyeberang jalan.


"Besok, sayang ada jadwal kerja ya, di Jakarta?" Tanya Al kemudian.


"Tidak. Kenapa memangnya?"


"Berarti kita harus menunda kepulangan ke Jakarta." Ucapnya.


"Loh kenapa?"


"Karena aku khawatir, syetan akan benar benar berhasil menggodaku. Kamu benar, pulang berdua saja dengan perjalanan malam menempuh jarak yang jauh sangat membahayakan." Jelas Al dengan jujur.

__ADS_1


"Iya sih, tapi kita mau nginap dimana?" Tanya Auri khawatir.


"Di hotel." Jawab Al santai.


Kening Auri mengkerut dengan bola mata yang agak menyipit. "Apa mas Al tidak memikirkan dampaknya?"


"Dampak apa, sayang?" Ucap Al lembut dengan menoleh kebelakang.


"Bagaimana jika ternyata salah satu fans mas Al, ataupun fans ku melihat kita ke hotel malam malam begini?"


Mendengar itu Al tersenyum. "Tenang saja, sayang. Kita akan menginap di hotel yang berbeda."


"Maksudnya?" Tanya Auri bingung.


"Kenapa begitu?" Auri masih bingung.


"Untuk menghindari fitnah. Supaya fans sayang, ataupun fans mas tidak menaruh curiga pada kita."


Al memarkir mobinya tepat di depan rumah makan sederhana.


"Kita makan sambil ngobrol. Mas akan menceritakan semua tentang trauma yang masih terus membuat mas sulit untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Itu juga salah satu alasan terbesar yang membuatku belum yakin untuk langsung menikahi sayang." Tuturnya.


Auri hanya terdiam. Dia tidak ingin mengatakan apapun. Yang jelas saat ini, dia ingin segera menyantap makanan. Perutnya terasa sangat kosong. Entah mengapa perutnya terasa lapar begitu cepat.

__ADS_1


"Jangan terlalu memikirkan yang aneh aneh. Aku janji akan melamarmu dan langsung menikahimu, setelah mendapat restu dari kedua orangtuamu." Sambungnya mencoba meyakinkan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Iya, aku percaya." Jawab Auri sambil mengangguk dan memberikan sedikit senyuman.


Kemudian, mereka pun segera masuk ke tempat makan itu. Mereka memilih tempat duduk yang nyaman dan juga leluasa untuk makan sambil mengobrol santai.


Dan sembari menunggu makanan tiba. Al menelpon Haris untuk mengabarkan bahwa mereka menunda jadawal pulang ke Jakarta. Auri pun juga mengabarkan pada Alista tentang penundaan kepulangannya ke Jakarta.


"Makanan sudah datang!" Seru pelayan yang meletakkan berbagai jenis lauk pauk di meja Al dan Auri. kemudian dia menyajikan dua piring nasi yang masing masing diletakkan dihadapan Auri dan Al Fatih.


"Selamat menikmati, mas, mbak." Ucapnya ramah.


"Terimakasih, mas." Ucap Auri ramah pada pelayan itu.


Lalu, merekapun menikmati makan malam itu. Dan pada awalnya, keduanya tenggelam dengan kenikmatan rasa makanan itu. Al bahkan sempat melupakan hal yang ingin diceritakannya pada Auri.


Bantu beri semangat untuk Author ya teman teman.


Agar Author semangat untuk terus up dan segera menyelesaikan novel ini.


LIKE DAN KOMENNYA...


JANGAN LUPA YA!!! 😉😄

__ADS_1


__ADS_2