
Saat mobil Al keluar dari perkarangan rumah, dia melihat ada mobil lain yang terparkir tidak jauh dari rumahnya. Al belum pernah melihat mobil itu sebelumnya.
"Mungkin mobil tamu tetangga." Gumamnya dan terus melanjutkan perjalanan.
Sementara itu di rumahnya. Seketika setelah Al pergi, Marsya langsung mematikan lampu kamar Rizki dan dia pun menuju ruangan khusus pakaiannya dan juga Al. Dia pun berganti dan mengenakan gaun malam yang sangat tipis. Pada saat itu, tiba tiba tubuhnya dipeluk erat oleh seseorang dari belakang.
"Mas Al, kok balik lagi?" Ucapnya kaget.
"Ini aku, sayang..." Bisik pria itu ditelinga Masya.
Suara itu sangat dikenali oleh Marsya dan itu bukan suara suaminya. Marsya memberontak dari pelukan pria itu, dia ingin melihat siapa sebenarnya yang lancang memeluknya dan bisa masuk rumahnya dengan diam diam.
"Lepas... tolong... tolong..." Teriaknya dan terus berontak.
Tapi percuma Marsya berteriak dan berontak, karena setelah itu dia sudah berada dibawah kungkungan pria itu.
"Ini aku sayang, Kelvin." Ucap pria itu sambil melepas masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya.
"Kelvin?!"
Marsya kaget. Dia berusaha untuk lepas dari kungkungan Kelvin. Tapi percuma, karena pada akhirnya Kelvin me lu mat bibir Marsya dengan kasar dan penuh hasrat kerinduan.
"Mmhhpp... Le... mmhpp." Marsya tidak bisa mengatakan apapun, karena mulutnya dibungkam oleh Kelvin.
Dan kini Marsya tidak lagi berontak. Dia akhirnya membalas ciuman itu dan merekapun ber cum bu untuk waktu yang lama.
Sementara itu, mobil Al sudah kembali terparkir di halaman rumahnya. Dia memutuskan untuk putar balik, karena hatinya berkata ada yang mencurigakan.
Dengan perlahan Al memasuki rumah. Dia melangkah menuju kamar Rizki yang sudah sangat lelap dalam tidurnya. Lalu, dia memeriksa kamarnya yang masih kosong. Tidak ada Marsya disana dan keadaan kamar masih sama seperti saat dia tinggalkan tadi.
__ADS_1
"Kemana Marsya?" Dia bicara sendiri dengan suara yang sangat kecil.
Langkah kaki Al akhirnya menuju ruang pakaian sekaligus ruang ganti. Dia melangkah semakin dekat dan saat hendak membuka pintu ruangan itu, dia mendengar suara aneh.
"Mmhhp... Oh sayang..."
Al mendengar suara Marsya yang terengah seperti sedang melakukan sesuatu. Sebentar dia menarik napas dan memberanikan diri membuka perlahan pintu ruangan itu. Matanya terbelalak saat melihat Marsya benar benar sedang melakukan perbuatan men ji jikkan dengan seorang laki laki yang masih belum terlihat wajahnya oleh Al.
"Sayang, aku sangat merindukanmu..." Ucap Pria itu dan kembali mencium bagian leher Marsya. Tidak lupa tangannya juga berkeliaran menelusuri seluruh tubuh Marsya yang polos. Gaun malamnya sudah tersingsing ke atas.
"Kelvin, tidak seharusnya kita melakukan ini. Aku sudah brrsuami, dan kamu juga sudah beristri." Ucap Marsya menahan tangan Kelvin yang hampir saja menyentuh bagian penting dalam dirinya.
"Maafkan aku sayang, tapi izinkan aku menuntaskan semua rasa rindu ini padamu. Sungguh, aku tidak bisa merasakan kenikmatan ini saat melakukannya dengan Auri. Aku hanya membayangkan wajahmu dan kenikmatan yang pernah kita rasakan setahun lalu." Ungkap Kelvin dengan masih terengah engah.
Tangan Al bergetar hebat saat mendengar ucapan Kelvin. Ternyata dugaannya benar, tentang Rizki yang bukanlah darah dagingnya. Seluruh tubuhnya bergetar hebat. Sehingga dia tidak lagi mampu menahan luapan api yang semakin membesar itu.
"Aaawwwhh..." Jerit Marysa terkejut saat mendengar suara pintu yang ditendang kuat oleh Al, hingga pintu itu hampir saja terlepas dari sana.
"Al, apa yang kamu lihat tidak sepe..."
Bruukkk...
Pukulan Al melayang di wajah Kelvin tepat sebelum dia menyelesaikan ucapannya.
"Bia dab... Men ji jikkan... cuih." Maki Al dengan penuh amarah.
Diraihnya lagi kerah baju Kelvin, lalu di pukulnya lagi dan Kelvin jatuh dilantai.
Sedangkan Marsya terduduk takut dan menangis di sudut ruangan itu.
__ADS_1
"Maafkan aku mas. Aku..."
Al sudah meraih dagu Marsya sebelum dia melanjutkan ucapannya.
"Aku jatuhkan talakku kepadamu Marsya. Dan mulai malam ini, kamu bukan lagi istriku." Ucapnya dengan menggertakkan giginya menahan rasa yang berkecamuk di dalam dirinya.
"AAARRRGGGHHHHKKKK..." Teriak Al kesal karena tidak bisa memukul Marsya.
Al meneneteskan air mata dan berlutut dilantai. Sedangkan Kelvin masih terbaring dan juga meneteskan air mata.
"Nikahi Marsya segera. Aku akan langsung mengurus surat perceraian dengannya." Tegas Al pada Kelvin.
"Dan, kamu Marsya." Menunjuk wajah Marsya yang tampak kusut dan penuh air mata itu.
"Jangan bicara apapun kepada media tentang masalah perceraian kita, jika kamu tidak ingin aku mengungkapkan perbuatan menji jikkan ini kepada seluruh dunia." Sambungnya.
"Ingat Kelvin. Kamu, lelaki terburuk yang pernah aku temui didunia ini. Dan aku akan berdoa, semoga Allah tidak lagi mempertemukan aku denganmu, di dunia sampai akhirat kelak. Bahkan jika kamu sudah bertobat dan menjadi lelaki yang jauh lebih baik dariku pun, aku tetap bedoa, agar tidak dipertemukan dengan kamu di surga bahkan neraka sekalipun." Al mengungkapkan rasa kebenciannya pada Kelvin yang sudah dianggapnya sebagai sahabat.
Al benar benar tidak menyangka ternyata Kelvin dan Marsya melakukan perbuatan hina itu dibelakangnya bahkan sejak lama. Dan bodohnya dia baru mengetahui semuanya saat ini.
"Aku akan membawa Rizki bersamaku."
Al meninggalkan ruangan yang sudah ternodai dan ingin membuatnya muntah itu. Dia segera menggendong tubuh mungil Rizki dan membawa bayi tidak berdosa itu keluar dari neraka jahannam itu.
"Abi tahu, kamu bukan darah daging abi, nak. Tapi, abi tidak pernah rela, bayi suci sepertimu harus hidup dan dirawat oleh kedua manusia menji jikkan itu." Ucap Al sambil memeluk erat tubuh mungil itu.
Flashback Off
...jangan lupa LIKE dan KOMEN ya!!...
__ADS_1