Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Persiapan


__ADS_3

Auri baru saja tiba di Jakarta pagi ini. Sementara, Al langsung pulang naik taxi setelah mengantar Auri hingga depan rumahnya. Al sengaja tidak mampir, karena memang dia akan langsung menuju lokasi untuk syuting iklan.


Begitu Auri masuk ke rumah, rupanya sudah ada Mia yang menatap marah padanya. Auri bingung melihat tatapan aneh sahabatnya itu. Tapi dia terus saja melangkah mendekati Mia dan langsung memeluknya.


"Kamu jahat, Auri." Ucapnya dalam pelukan Auri.


"Jahat kenapa?" Tanya Auri bingung sambil melepas pelukannya.


"Kenapa merahasiakan tentang Al dariku!"


Auri tersenyum, lalu kembali memeluk sahabatnya itu. "Aku tidak merahasiakan apapun. Kamu saja yang tidak peka."


Kening Mia berkerut, dia merasa tidak senang dengan ucapan Auri. Tapi, beberapa saat kemudian, dia tersenyum bahagia dan membalas pelukan Auri.


"Aku juga akan segera menikah…" Ungkap Mia.


"Benarkah?"


Auri melepas pelukan mereka dan menatap mata Mia untuk mencari kebenaran tentang apa yang diucapkannya barusan. Dan Mia mengangguk yakin.

__ADS_1


"Akhirnya…"


Mereka pun kembali berpelukan dan tertawa bahagia bersama.


Sementara itu, Al saat ini sudah di lokasi syuting. Tapi, syuting hari ini telah dibatalkan, karena ternyata produk yang akan dipromosikan Al bukanlah produk yang legal.


"Kami benar benar minta maaf atas semua yang terjadi, mas Al. Kami akan segera mengganti rugi semuanya. Karena memang sejak awal, ini kesalahan kami, karena tidak teliti dan memilih dulu produk yang akan kita promosikan." Jelas sang sutradara.


"It's ok." Jawab Al lebih tenang.


Dia tidak merasa dirugikan ataupun kecewa karena gagal syuting hari ini. Itu semua karena hatinya memang sedang berbunga bunga.


"Mas Al, maaf aku baru datang."


"Kita lansung ke butik, setelah itu membeli cincin untuk Auri." Ajak Al yang sudah melangkah lebih dulu dari Haris untuk menuju mobil.


Mereka berangkat ke Butik langganan Al yang sejak dulu memang selalu membuatkan baju baju untuk Al.


"Mas Al… long time no see!" Sambut pemilik butik saat Al sudah tiba disana.

__ADS_1


Al hanya tersenyum. Lalu kemudian, Al langsung menjelaskan maksud kedatangannya.


"Jadi, mas Al akan memakai baju ini untuk acara pertunangan yang akan dilaksanakan satu minggu lagi?"


"Iya. Kenapa? Apa tidak akan selesai dalam satu minggu?"


"Bukan begitu mas Al. Hanya saja saya merasa terkejut, karena mas Al tiba tiba mengatakan akan segera melamar seseorang." Ungkapnya.


Al hanya tersenyum. Sementara si pemilik butik malah kembali mengoceh tentang beberapa hal yang menurut Al tidak terlalu penting.


"Tapi, siapa mempelai wanitanya?"


"Kamu bahkan sangat mengenalnya. Dan kamu sendiri pernah mengatakan akan membuatkan satu gaun pengantin yang paling indah untuknya dengan gratis, saat dia akan menikah." Ucap Al.


Sebentar pemilik butik itu berpikir. Lalu tiba tiba dia membolakan matanya dan menjerit histeris.


Semua karyawannya menoleh padanya. Mereka kaget dan menatap aneh pada bos mereka yang tiba tiba tertawa histeris seperti itu. Sementara Al dan Haris hanya tersenyum tipis.


"Oh my God… Really dia akan menikah dan calon suaminya adalah mas Al?" Dia bertanya sekali lagi.

__ADS_1


"Iya. Dan tugasmu kali ini, buatkan segaligus gaun elegan untuk dipakainya di hari pertunangan kami. Ingat, acara ini akan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV. Aku berjanji pada mereka untuk melakukan siaran saat acara pertunangan dan pernikahanku. Jadi kamu harus membuatnya sangat indah dan elegan."


Al menjelaskan semuanya pada pemilik butik yang sudah dianggapnya sahabat baik itu. Dia pun mengerti apa yang harus dilakukannya untuk seorang Al dan Auri yang merupakan dua manusia yang memiliki fans terbanyak di seluruh Indonesia ini, bahkan mereka juga memiliki fans dari luar negeri.


__ADS_2