Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Mama Hilang!!


__ADS_3

Saat ini Auri sedang di rumah sakit bersama Mamanya. Sejak Mama bersamanya, Auri selalu rutin membawa Mamanya ke rumah sakit untuk pengobatan terapi. Dan setelah satu bulan berlalu, Auri dan Mama mendapat kabar yang membahagiakan.


"Kondisi ibu Jeni sudah membaik. Ibu juga bisa berhenti menggunakan kursi roda dan cobalah untuk belajar berjalan dengan menggunakan kruk." Saran Dokter.


"Dok, apakah kita harus tetap datang ke rumah sakit untuk belajar berjalan atau boleh saya membantu ibu saya belajar berjalannya di rumah?" Tanya Auri.


"Tidak perlu datang ke sini. Mbak Auri bantu Mamanya belajar berjalan di rumah saja. Tapi, datanglah setiap sore kamis. Karena saya masih harus mengontrol keadaan ibu Jeni." Jelasnya.


"Baik Dokter. Saya akan melakukan hal itu. Terimakasih karena sudah membantu Mama saya." Ucap Auri senang.


Lalu, merekapun segera pamit pada dokter untuk pulang. Auri membantu Mamanya berjalan menggunakan kruk.


"Mama yakin bisa sendiri?" Tanya Auri khawatir.


"Iya, mama bisa kok. Kamu nggak usah khawatir." Terus berjalan sendiri dengan bantuan kruk.


Sementara itu, Alista saat ini sedang berada di Bogor. Dia datang menjenguk Al, setelah syuting sinetron selesai.


"Kamu datang sendirian, Alista?" Tanya Al saat Alista tiba dirumah ibunya.


"Iya. Kenapa? Apa mas Al berharap ada orang lain yang datang?" Tanya Alista.

__ADS_1


Al menggeleng. Lalu segera mengajak Alista untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Sedangkan Ibu menyiapkan minuman untuk Alista.


"Aku lagi sedih banget, mas Al." Alista langsung mengatakan perasaan sedihnya.


"Sedih, kenapa? Bukankah rating sinetron tambah naik karena pemeran baru?" Ujar Al tidak mengerti dengan kesedihan Alista.


"Bukan tentang sinetron, mas Al." Menunduk sedih.


"Lalu, tentang apa?" Melirik ke arah ibu yang datang membawa dua gelas jus jeruk.


"Mamaku menghilang." Ucapnya pelan.


"Menghilang bagaimana?" Tanya Al ragu ragu.


Sebelum Alista menjawab, ibu sudah lebih dulu kembali ke dapur. Dia meninggakan mereka agar bisa bicara dengan lebih leluasa.


"Aku juga nggak tahu, kenapa mama bisa tiba tiba menghilang." Mata Alista terlihat berkaca kaca.


"Papa kamu tahu, saat mama kamu menghilang?" Tanya Al penasaran.


Alista mengangguk, sebentar dia menyeduh jus jeruk buatan ibu. "Papa sudah tidak peduli sama Mama. Bahkan saat tahu mama menghilang, Papa tidak bisa dihubungi sama sekali. Kata orang orang kantornya, Papa sangat sibuk dan tidak ingin diganggu." Jelas Alista yang hampir menangis mengingat kondisi keluarganya yang berantakan.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya!" Seru Al menatap iba pada Alista.


Saat Al sedang mencoba membuat Alista untuk tersenyum dengan menceritakan hal hal lucu, sebuah mobil parkir tepat depan rumahnya.


"Siapa yang datang ya?" Al melirik keluar. Lalu dia pun melangkah menuju teras.


"Siapa, mas Al?" Tanya Alista yang ikut mengekor dibekang Al.


Seseorang keluar dari mobil. Lalu diikuti seorang lagi yang membawa buket buah.


"Gio!" Seru Al dan Alista berbarengan saat mengetahui siapa yang baru datang itu.


"Selamat siang mas Al." Sapa seorang wanita yang tidak dikenal Al sama sekali.


"Siang. Silahkan masuk." Ajak Al.


Gio mendekati Al dan membantu Al berjalan. Sementara Wanita yang bersama Gio malah diam saja saling bertatapan dengan Alista.


"Kak Mia." Ucap Alista terkejut karena bertemu Mia di rumah Al Fatih. Terlebih Mia datang bersama Gio yang merupakan seorang Actor top saat ini.


"Kamu heran aku ada disini?" Tanya Mia sambil tersenyum. "Aku pacarnya Gio dan Fan beratnya Al Fatih." Mia menjelaskan, lalu dia melangkah masuk mengikuti Gio dan Al. Sedangkan Alista masih terdiam diteras.

__ADS_1


__ADS_2