
Sebulan kemudian.
Auri dan Al kembali ke Jakarta. Al langsung memboyong Auri ke rumahnya. Sementara rumah Auri ditempati oleh Alista dan juga teman teman Auri yang lainnya. Sedangkan, Ibu baru kembali ke Bogor dua hari yang lalu. Dia bilang rindu sama teman temannya di Bogor. Dan dia juga ingin memberikan waktu berdua saja untuk Auri dan Al yang masih pengantin baru.
Sedangkan Haris, Via dan teman teman Al yang lain, pergi berlibur ke Bali dan mereka bilang akan di Bali selama empat pekan. Mereka akan menghabiskan waktu liburan untuk mengisi channel youtube mereka masing masing. Bagi yang tiktoker pun akan mengisi konten konten tiktok mereka. Istilah gaulnya, mereka liburan sambil kerja.
Sementara, Mia dan Gio akhirnya memutuskan menetap di London. Gio sudah mendapat pekerjaan baru sebagai pelatih seni teater. Mia sendiri, tetap berkarya sebagai seorang desainer hebat yang memang sudah sangat terkenal juga di kalangan model model yang ada di London City. Hal itu memudahkan mereka dalam menjalani kehidupan baru tanpa ikut campur orangtua yang tidak merestui mereka.
"Rasanya sangat sepi, mas. Biasanya selalu rame. Tapi, sekarang rumah ini terasa sangat luas, jika hanya untuk kita berdua saja." Ungkap Auri menatap keadaan sunyi rumah itu.
"Hanya sebentar juga kok sayang sepinya. Kan bentar lagi kita akan segera punya dedek bayi yang akan membuat suara ribut dirumah ini." Goda Al sambil melingkarkan tangannya di pinggang Auri.
"Aku memang sudah telah datang bulan dua seminggu, mas. Tapi, aku masih belum yakin kalau dirahimku sudah ada janinnya." Jelasnya.
"Kita tunggu sampai bulan depan sayang. Jika masih telat juga datang bulannya, maka kita langsung ke dokter untuk cek. Gimana?" Tanya Al.
"Tidak perlu tunggu bulan depan juga, mas. Dua minggu lagi, aku coba tespek, biasanya sudah terbaca kok oleh tespek kalau aku memang benar benar sudah positif hamil." Ucapnya.
"Iya sayang. Jangan khawatir atau merasa tertekan. Mas hanya bercanda kok soal mendapat bayi secepat mungkin. Mas akan sabar menunggu dan menemani sayang dalam menanti kehadiran bayi kita, ya."
Auri mengangguk, lalu dia merebahkan kepalanya didada suaminya.
"Saat kita sabar Allah akan memberi kita hadiah kesabaran yang tidak terhingga indahnya." Ucap Al.
"Iya, mas. Lihatlah, karena kesabaranlah, Allah satukan kita dalam ikatan yang halal. Sehingga kita bisa terus bersama untuk melanjutkan kehidupan ini. Dan aku beruntung, memiliki imam sepertimu, mas. Kamu selalu menuntunku untuk menjadi bidadari dunia dan akhiratmu."
Auri mengatakan itu dengan mata yang mulai berkaca kaca. Dia benar benar bersyukur memilik suami seperti Al Fatih. Laki laki yang sangat penyayang, penyabar dan memperlakukannya dengan sangat lembut.
"Jangan terlalu sering memuji diawal pernikahan sayang. Karena kata orang orang, pernikahan itu memang indah pada tiga bulan pertama. Lalu, bulan bulan berikutnya mungkin akan berbeda." Ucap Al mengingatkan.
"Aku tahu soal itu, mas. Tapi, aku akan selalu berdoa dan akan terus mencoba membuat diriku pantas untuk terus bersama, mas hingga akhirat kelak di surganya Allah." Memeluk suaminya sangat erat.
"Aamiin ya Allah yaa robbal 'alaamin." Ucap Al.
__ADS_1
Kecupan hangat dikening dihadiahkannya untuk Auri.
"Tetaplah menjadi bidadariku yang setiap harinya akan membuatku jatuh cinta padamu, sayang." Bisik Al ditelinga Auri.
Lalu dia menggendong ala bridal tubuh Auri.
"Mas mau ngapain? Tubuhku berat loh." Protesnya.
"Jangan bergerak. Sayang diam saja. Kita akan menuju kamar sekarang. Mas sudah tidak bisa menahan perasaan bergejolak ini, sayang." Bisiknya ditelinga Auri.
Hal itu membuat Auri merinding malu. Sehingga dia membenamkan wajahnya diceruk leher suaminya.
"Apa sayangku juga merasakan hal yang sama?" Tanya Al menggoda Auri.
Tidak ada jawaban. Auri hanya semakin membenamkan wajahnya diceruk leher Al, hingga membuat Al merasa geli geli nikmat gimana gitu.
"Aku sudah tidak tahan sayang. Aku ingin segera menuntaskannya." Ucapnya.
Al mempercepat langkahnya untuk segera tiba di kamar. Dan begitu tiba di kamar, dia benar benar langsung menuntaskan hasrat membaranya itu pada Auri.
"Percaya padaku, sayang. Aku selalu memperlakukanmu dengan lembut, bukan?"
Auri tidak lagi menjawab. Dia sudah terbawa arus indahnya cumbuan suaminya yang memabukkan. Mereka menikmati malam itu lagi dengan penuh cinta dan rindu yang tidak pernah usai.
...🍀🍀🍀...
Pagi ini Auri merasa sangat bersemangat untuk bersih bersih rumah. Dimulai dengan mencuci pakaian, lalu mengepel lantai dan berlanjut memasak sarapan, cuci piring, dan menyiapkan sarapan di atas meja. Semua dilakukannya dengan sangat semangat dan juga cepat. Tubuhnya terasa ringan mengerjakan semua pekerjaan itu pagi ini. Padahal, Auri belum pernah sebelumnya mengerjakan semua itu sendirian. Selalunya semua pekerjaan rumah dikerjakan bersama sama dengan bantuan dari Endah dan Widia.
Al yang melihat Auri sibuk berberespun hendak membantu, tapi dilarang oleh Auri.
"Mas duduk saja disana." Pintanya saat Al mencoba membantu pekerjaannya.
"Mas mau bantuin sayang loh ini. Kan capek beberes sendirian." Ucap Al.
__ADS_1
"Nggak mau dibantu. Aku mau menyelesaikan sendiri, mas." Protesnya.
"Iya deh, iya." Al pun melangkah menuju sofa.
Dia duduk disana, sambil menonton tv. Acara yang disiarakan disana adalah tentang channel youtube Alista dan Rudi yang viral dan juga kabar pertunangan mereka yang sudah tersiar di media sosial.
"Sayang, Alista sama Rudi sudah tunangan, ya?" Tanya Al yang ketinggalan berita.
"Sudah mas. Dua minggu lalu, saat kita masih di London." Sahutnya.
"Loh, kok kita nggak diundang?" Protesnya.
"Mereka sengaja tidak mengadakan acara pertunangan yang megah seperti kita dulu. Mereka hanya bertukar cincin dihadapan keluarga inti saja." Sahut Auri menjelaskan.
"O, gitu toh." Mengangguk paham.
Kini mata Al kembali fokus ke layar tv. Disana menayangkan Alista yang melantunkan sholawat dan diiringi oleh Rudi dengan petikan gitarnya. Video yang diupload di channel youtube mereka tiga minggu yang lalu itu, sudah puluhan ribu kali ditonton. Mereka juga sudah mendapat subscriber hampir limaratus ribu. Padahal channel mereka baru saja ada bersamaan dengan video itu.
"Aku baru tahu loh, ternyata Alista jago nyanyi. Suaranya sangat merdu melantunkan sholawat." Puji Al pada adik iparnya itu.
"Terus, mas nyesal dong nolak cinta Alista waktu itu." Ujar Auri menyindir.
Mendengar ucapan cemburu Auri, membuat Al tersenyum merasa gemas pada istrinya itu.
"Ngapain nyesal. Kan aku dapatnya bidadari tercantik sejagat raya." Ucapnya gombal untuk membujuk Auri yang semakin terbakar api cemburu.
"Bilang saja nyesal nikah sama aku yang nggak bisa nyanyi." Rutuknya kesal.
Al menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dia tidak menyangka Auri bisa secemburu itu saat dia memuji Alista.
"Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu dihatiku Auristela Azzahra. Hanya kamu, kini, nanti dan selamanya." Bisik Al ditelinganya.
Al sudah mendekati Auri dan memeluknya dari belakang. Dia membuat Auri berhenti bekerja dan langsung membopong tubuh Auri menuju sofa untuk diajak nonton bersama.
__ADS_1
"I love you sayang." Ucap Al sambil mencium kening Auri.
"I love you too, mas." Balasnya.