Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Episode Spesial (Tamat)


__ADS_3

Lima tahun Kemudian.


Hari ini adalah acara ulang tahun ke lima untuk Sayyidah. Perayaan ulang tahunnya diadakan disalah satu panti asuhan. Perayaan diadakan bersama anak anak di panti.


"Terimakasih banyak, mbak Auri dan keluarga datang ke panti dan memberikan kebahagiaan untuk anak anak." Ucap pengasuh panti.


"Kami juga sangat senang karena bisa memberikan kebahagiaan untuk anak anak, Buk." Sahut Auri.


Perayaan pun dimulai. Ada dua puluh kue ulang tahun yang ditata di dua puluh meja. Setiap meja, disediakan empat kursi untuk tempat anak anak itu duduk bersama menikmati kue ulang tahun itu. Sedangkan Sayyidah duduk diantara kedua orangtuanya. Di hadapannya juga ada satu kue ulang tahun.


Tidak ada acara peniupan lilin, atau terompet. Hanya ada acara memotong kue, saling berbagi kue dan mengucapkan doa doa terbaik. Lalu, diakhiri dengan pembagian kado ulang tahun dari Sayyidah untuk teman teman panti.


"Selamat bertambah umur, sayang. Jadilah anak yang sholehah dan jangan sungkan untuk terus berbagi kepada sesama." Ucap Auri pada putrinya itu.


"Abi dan Umi akan selalu ada untuk Sayyidah. Jadi, jangan merasa kesepian ataupun tidak punya teman. Karena semua kita yang ada di ruangan ini adalah teman teman baik, sholeh dan sholehah untuk Sayyidah." Lanjut Al Fatih.


Lalu mereka memberikan kecupan di kedua belah pipi Sayyidah secara bersamaan.

__ADS_1


Andi mengabadikan moment indah itu dengan baik. Lalu, Andi juga memotret saat Sayyidah berbagi kado ulang tahun untuk semua teman teman panti.


Setelah acara ulang tahun berakhir, mereka pun langsung meninggalkan panti.


"Sayyidah siap?" Tanya Andi yang duduk di kursi sopir.


"Siap, InsyaAllah." Ucapnya terbata bata.


"Bismillah, kita mulai berangkat."


Andi pun melajukan mobil perlahan meninggalkan panti. Dan Sayyidah melambaikan tangan pada teman teman panti yang memandang kepergiannya.


"Senang sekali. Sayyidah punya banyak teman." Ucapnya.


"Apa Sayyidah akan berkunjung lagi ke Panti suatu saat nanti?" Tanya Al Fatih.


"Tentu, Sayyidah senang bertemu mereka." Jawabnya.

__ADS_1


Al dan Auri merangkul putri kecil mereka yang duduk di tengah tengah mereka.


Untuk sementara semua orang sedang dalam masa kebahagiaan. Setelah beberapa waktu lalu, mereka menempuh lika liku kerasnya kehidupan yang penuh dengan linangan air mata, kecewa, kemarahan dan kehampaan. Namun, janji Allah adalah nyata. Ketika siapa saja yang mampu melewati ujian hidupnya, maka hadiahnya adalah kebahagiaan.


Meski masih ada beberapa orang yang masih berjuang melewati ujian hidup mereka yang teramat panjang, dan belum juga kunjung menemukan kebahagiaan, maka teruslah bersabar dan menerima semua ujian itu dengan berlapang dada. Jika bukan kebahagiaan di dunia yang akan dirasa, maka berbahagialah, karena sesungguhnya syurga sudah menanti.


Seperti Al dan Auri yang akhirnya mampu bertahan dan terus berjuang melewati ujian demi ujian dalam hidup mereka di masa lalu dan masa yang akan mendatang. Gio dan Mia pun akhirnya mendapat restu dari keluarga mereka. Dan kini, mereka sudah hidup sangat bahagia dan dilengkapi dengan buah cinta mereka yang akan segera lahir.


Sementara, Alista dan Rudi masih berjuang untuk sabar dan menerima ketentuan Allah untuknya. Alista dan Rudi di uji diawal pernikahan mereka, buah cinta yang mereka nanti langsung di ambil lagi oleh Penciptanya setelah satu hari dilahirkan ke dunia. Kini mereka terus berusaha, dan berdoa untuk bisa kembali mendapatkan buah cinta mereka.


Sementara, Kelvin memilih berpisah dengan Marsya yang akhirnya melahirkan putri kedua mereka. Alasan Kelvin menceraikan Marsya, karena dia ingin hidup sendiri dan merenungi segala perbuatan dosanya di masa lalu.


Marsya hanya bisa menerima tanpa bisa protes. Dia juga berjuang untuk menerima ujian terberat itu dalam hidupnya. Dan Marsya cukup bahagia menjalani hidupnya, menjadi seorang janda, menjadi seorang ibu dan menjadi wanita tangguh yang akan mengantarkan anaknya pada takdir yang berbeda dari takdir hidupnya yang tragis itu.


Dan Rizki dia sudah sangat bahagia mendapatkan kasih sayang yang tidak terhingga dari kedua orangtua angkatnya. Dan meski mereka sudah memiliki anak kandung mereka sendiri, kasih sayang mereka tidak pernah surut dan berubah kepada Rizki.


Begitulah, kehidupan. Semua akan menentukan pilihan hidup mereka sendiri, tentunya yang sudah dituntun untuk menuju takdir mereka sebagai Insan yang di ciptakan sempurna oleh sang Pencifta. Dan sesungguhnya semua takdir itu adalah baik, tinggal bagaimana cara kita berdamai dan menerima takdir itu sendiri.

__ADS_1


The End.


__ADS_2