Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Fans Sign dadakan.


__ADS_3

"Bro, kenalin ini Mia pacar gue." Gio memperkenalkan Mia pada Al, begitu mereka sudah duduk nyaman di ruang tamu.


"Hai Mia." Sapa Al ramah.


Mia tersenyum senang. Lalu dia mengulurkan paper bag yang tadi dibawanya kepala Al.


"Loh apa ini?" Tersenyum mengambil paper bag itu dari tangan Mia.


"Oleh oleh buat mas Al." Jawab Mia malu malu.


Melihat ekspresi Mia yang seperti itu membuat Al tersenyum senang, lalu menoleh pada Gio, seakan berharap mendapat jawaban dari Gio atas sikap Mia yang sejak tadi malu malu padanya.


"Bro, Mia ini ngefan banget sama loe. Dia senang banget waktu gue bilang mau ngajak dia jenguk loe." Jelas Gio dan seketika membuat Al menggangguk paham dan kembali tersenyum pada fan nya itu.


"Jadi, mau minta tanda tangan atau foto bareng nggak nih?" Goda Al Fatih, yang berhasil membuat Mia tersenyum senang.

__ADS_1


"Kalau keduanya boleh nggak mas Al?" Tanya Mia ragu ragu.


Sebentar Al tersenyum, lalu tertawa sambil membuka oleh oleh yang dibawakan Mia. Dan ternyata isinya adalah buah jeruk, anggur dan DVD dari semua Film yang pernah Al bintangi dan menjadi peran utamanya.


"Waduh, Pacar loe benaran fan berat gue, nih!" Seru Al pada Gio yang dianggukkan oleh Gio.


Sementara itu, Alista hanya duduk diam saja memperhatikan mereka dan menyimak pembicaraan mereka. Sedangkan Al langsung menandatangani DVD yang dibawa Mia, sambil sesekali mereka berbincang. Dan perbincangan itu seperti saat Al melakukan fan sign bersama beberapa fannya saat dulu masih menjadi aktor.


"Wah, kamu benar benar membuatku merasa terhibur. Aku seperti kembali kemasa masa itu. Diamana aku berbicara dan bertemu dengan para penggemar." Ujar Al yang merasa sangat senang.


"Makanyan, mas Al harus segera sembuh. Lalu, kembali lagi menjalani syuting dan melakukan comeback. Agar kami fans nya mas Al bisa merasa bahagia lagi seperti dulu." Mia menyarankan dan kali ini dia sudah mulai bisa berbicara santai dengan Al tanpa perasaan canggung dan malu malu.


"Apapun keputusan loe, gue akan tetap dukung loe bro. Ya, walaupun sebenarnya gue juga berharap bisa membintangi sinetron yang sama lagi dengan loe." Gio ikut dalam perbincangan fan dan idola itu.


Al hanya tersenyum dan memberikan DVD yang sudah selesai ditandatanganinya kembali kepada Mia. Lalu, Al pun melirik pada Alista yang sejak tadi hanya diam. "Apa kalian saling tidak menegur satu sama lain?" Tanya Al yang juga melirik pada Gio.

__ADS_1


"Ah, aku cuma merasa nggak perlu mengganggu pertemuan mas Al dengan fan. Iyakan?" Alista melirik pada Gio.


"Gue memang nggak pernah negur dia, paling kalau harus beracting dengannya." Jawab Gio jujur.


Mia mengangguk saja, sedangkan Alista tersenyum sinis merasa konyol dengan jawaban Gio. Dan Al hanya menggeleng menyaksikan situasi seperti itu.


"O iya. Nona Alista jauh jauh datang ke Bogor untuk menjenguk mas Al, sungguh mengagumkan. Atau antara kalian ada hubungan tertentu?" Pertanyaan Mia membuat Alista menatap tidak percaya dan cukup membuatnya marah.


Sedangkan Gio dan Al merasa tidak percaya dengan pertanyaan yang diajukan Mia secara tiba tiba.


"Kalaupun ada hubungan spesial antara aku dan mas Al, apa itu menjadi masalah untuk anda?" Alista balik bertanya dan itu membuat Al agak kesal.


"Alista, Mia. Dengarkan aku baik baik." Al membuat kedua wanita itu menatapnya. Begitu juga dengan Gio yang ikut menatap pada Al.


"Tolong jangan sampai menyebarkan rumor rumor tak penting seperti itu." Tegas Al dengan suara yang agak lantang.

__ADS_1


Mia menunduk merasa tidak enak pada Al, karena dia yang mulai membicarakan omong kosong tak penting itu. Gio hanya diam menyimak dan menatap gemas pada kekasihnya yang menurutnya terlihat lucu saat seperti itu.


"Aku berharap, Mama kamu akan segera ditemukan. Toh selama ini, kamu juga baik baik saja tanpa mama, kan?" Rasa Prihatin Al pada Alista. "Lebih baik kalian pulang sekarang. Aku merasa ingin sendirian." Ucap Al pada akhirnya.


__ADS_2