Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Ingin segera halal


__ADS_3

Setelah lamarannya diterima. Al pun langsung menghubungi pihak media yang akan mengabadikan acara lamaran hingga pernikahannya. Tentunya dia sudah berdiskusi dengan calon mertuanya dan juga Auri sendiri. Merekapun setuju dan juga membantunya menyiapkan segala hal yang diperlukan.


William bahkan, tak tanggung tanggung menyewakan sebuah gedung yang memiliki Aula besar untuk acara lamaran dan pernikahan putrinya itu. Dia benar benar akan membuat putrinya menajadi ratu sehari yang sangat mewah dan elegan.


"Apa tidak terlalu berlebihan, pa?" Tanya Al yang merasa apa yang dilakukan William sangat banyak.


"Tidak ada yang berlebihan, Al. Papa menyiapkan semua ini untuk kalian berdua. Papa benar benar mempercayakan Auri padamu. Nanti, jagalah dia dan jangan pernah menyakitinya meski hanya seujung kuku." Dia meminta Al untuk menjaga putrinya.


"Insya Allah, pa. Al akan selalu berusaha membahagiakan Auri dan Al akan menjaganya dengan baik." Tegasnya untuk meyakinkan calon mertuanya itu.


Al benar benar merasa beruntung disukai oleh semua pihak keluarga Auri.


"Untuk rangkaian acara, kamu langsung diskusikan sama Auri saja. Papa tidak begitu paham." Tuturnya.


"Iya, pa. Rencananya, nanti sore kami mau membahas tentang masalah rangkaian acara." Jawab Al.


William tersenyum. Lalu dia mengajak Al untuk menemui pihak stasiun Tv yang akan menyiarkan secara langsung, acara pertunangan hingga pernikahan Al dan Auri nantinya.

__ADS_1


Sementara itu, saat ini Auri sedang di butik tempat Al memesan bajunya. Pemilik butik ingin bertemu langsung dengan Auri. Dia ingin membicarakan tentang gaun yang nantinya akan Auri pakai untuk acara pertunangan dan juga pernikahan.


"Selamat datang kak Auri yang cantik." Sambut pemilik butik.


"Iya." Jawab Auri ramah.


Merekapun akhirnya menuju ruangan khusus tempat gaun gaun spesial di pajang.


"Ini ada dua gaun yang saya design khusus untuk kak Auri." Jelasnya.


"Benarkah gaun ini khusus untuk saya?" Tanya Auri.


Dia melangkah mendekat. Dia menatap gaun itu dengan teliti. Lalu tersenyum puas.


"Saya suka gaunnya. Sangat lembut dan tentunya sangat cocok dengan keadaan saya yang berhijab dan bercadar." Ungkap Auri.


"Kak Auri harus mencoba gaunnya dulu." Pinta pemilik butik.

__ADS_1


Dengan senang hati, Auri mencoba gaun itu dan benaran pas ukurannya dengan tubuh Auri.


"Sempurna. Aku berhasil membuatkan gaun cantik ini untuk kak Auri. Iya, kan?" Dia bertanya sambil tersenyum senang.


Auri mengangguk dan juga tersenyum. "Gaunnya sangat indah. Saya suka."


Auri melihat diirnya dicermin. Dia benar benar terlihat indah memakai gaun itu. Sehingga seulas senyum terlihat dimatanya.


"Karena acara lamaran dan pernikahan ini merupakan acara yang sangat sangat luar biasa dan ditunggu oleh banyak orang. Saya berusaha sebaik mungkin untuk membuat gaun itu terlihat indah dan pantas dipakai oleh kak Auri dan mas Al nantinya." Tuturnya.


"Terimakasih banyak, mbak Mita. Mbak sudah berusaha untuk membuatkan gaun ini untuk saya. Dan ini gaun yang luar biasa, saya sangat menyukai gaun ini." Dia memuji betapa dia sangat menyukai gaun itu.


"Saya yang benar benar berterimakasih, karena kak Auri mengizinkan saya untuk membuatkan gaun gun ini. Sementara saya tahu, begitu banyak desiner yang hebat lainnya yang juga ingin membuatkna gaun untuk kak Auri." Tuturnya merasa bangga dan terharu.


"Mbak Mita sendiri juga desiner hebat loh. Makanya saya ada disini untuk memakai gaun karya mbak Mita. Dan saya benar benar suka dengan gaun in." Ungkap Auri sambil memperhatikan setiap detail gaun yang sedang di pakainya itu.


Dia juga terlihat sangat bahagia dan menyukai gaun itu sambil berlenggak lenggok dengan anggunnya di depan cermin. Dan sebenarnya, pipinya memerah. Bayangan Al terlintas dalam ingatannya, sehingga membuatnya merasa ingin segera menjadi halal untuk pria yang kini sudah menjadi tunangannya itu.

__ADS_1


__ADS_2