
Tepat pukul 11 siang Auri dan Endah tiba dirumah ibu Maryam. Mereka disambut baik oleh ibu Maryam.
"Mari neng, duduk dulu." Meminta Auri dan Endah untuk duduk.
"Mas Al kemana, buk?" Tanya Endah yang tidak melihat Al.
"Al ke Jakarta. Katanya ada projek yang harus didiskusikan." Jawabnya sambil ikut duduk.
"Wah, asik dong. Akhirnya mas Al comeback." Ujar Endah kegirangan mendengar kabar bagus itu langsung dari ibu Maryam.
Maryam juga ikut senang. "Ibu ambilkan minum dulu, sebentar ya neng." Melangkah kedapur meninggalkan Auri dan Endah yang celingukan seperti orang bodoh.
"Ri, kok nggak ada foto Rizki sama sekali ya disini!" Tanya
Endah.
Maryam mendengar pertanyaan Endah saat dia kembali dengan membawa dua gelas es teh manis.
"Foto Rizki sudah ibu simpan semuanya." Jawab Maryam santai.
__ADS_1
Endah dan Auri saling menatap. Lalu Auri memberi kode pada Endah agar tidak mengatakan hal hal lainnya yang mungkin bisa membuat Maryam tersinggung.
"Al memutuskan untuk mengirim Rizki kepada kedua orangtuanya." Lanjut Maryam menjelaskan.
Auri dan Endah mengangguk paham. "Buk, boleh saya melihat koleksi baju yang ibu jahit sendiri?" Tanya Auri mengalihkan pembicaraan.
"Tentu, neng." Jawabnya semangat. "Ayo ikut ibuk, biar ibu tunjukkan semua bajunya." Melangkah menuju ruang tempat dia menata baju baju hasil jahitannya sendiri. Dan mereka pun mengekor di belakang Maryam.
Sementara itu di Jakarta. Al sedang berdiskusi dengan teman teman yang selalu setia menunggunya.
"Mas Al serius nih, masih akan tetap bekerja dengan kami?" Zia bertanya sekali lagi untuk lebih yakin dengan apa yang barusan Al ucapkan.
"Aku serius. Aku akan kembali menerima tawaran syuting. Kecuali Sinetron dan Layar lebar. Aku tidak mau melakukan dua hal itu." Al menegaskan.
"Dan setelah itu, saya akan kembali mengatur jadwal syuting mas Al." Haris mengatakan itu dengan bahagia.
"Saya juga ingin kembali membuat lagu. Tapi, lagu itu hanya akan diputarkan di channel youtube saja. Bagaimana?" Tanya Al pada teman teman timnya.
Mereka mengangguk setuju. Ada juga yang memberikan dua jempol untuk ide itu. Mereka benar benar bahagia, bisa kembali bekerja sama lagi dengan seorang Al Fatih.
__ADS_1
Saat sedang serius berdiskusi, tiba tiba mereka dikagetkan dengan siaran di Tv yang menyatakan perselingkuhan Al dan Auri yang sudah berlangsung sejak lama. Bahkan berita itu diperkuat dengan foto pertemuan Al dan Auri saat di atap apartement waktu itu, lalu saat ada juga foto saat Al tidak sengaja menabrak mobil Auri. Kemudian di susul dengan foto saat Al menemui Auri kemarin di Bogor, serta foto terbaru hari ini, dimana Auri mengunjungi rumah ibuknya.
Semua mata menatap layar Tv. Mereka menggeleng geleng tidak percaya, berita itu langsung beredar di Tv dan media sosial dengan cepat. Dan yang hebatnya lagi, semua foto itu yang benar adanya bukan hanya foto editan.
"Luar biasa." Dua kata itu yang keluar dari mulut Al saat menyaksikan berita tersebut.
Kemudian, kabar itu berlanjut. Mereka menayangkan wajah Marsya yang penuh dengan deraian air mata. Dia mengatakan bahwa semua itu adalah kebenarannya. Dan itulah penyebab perceraiannya dengan Al waktu itu.
"Lanjutkan actingmu Marsya. Naik lah yang tinggi dan manfaatkan aku sebaik mungkin. Karena setelah kamu berada diatas puncaknya, maka aku akan membuatmu terjun sampai kedasar tanah sekalian." Ucap Al geram mendengar pernyataan bohong yang diucapkan Marsya.
Haris mendekati Al dan memberikan tepukan pelan dipunggungnya. "Sabar ya mas. Kita semua tahu kok itu hanya kebohongan semata." Haris mencoba membuat Al merasa lebih tenang.
Kemudian, Marsya melanjutkan ucapannya yang lebih memojokkan Al dan benar benar membuat Al semakin geram.
Marsya: (sebelum Al kecelakaan, dia mengirimkan Rizki kembali padaku. Dan dia mengatakan tidak percaya kalau Rizki adalah anaknya. Dia menuduhku melakukan perselingkuhan dengan Kelvin disaat aku masih menjadi istri sahnya. Selama ini dia sengaja merawat Rizki, karena takut semua kebenaran ini terbongkar. Dan yang paling membuatku sedih, kok dia tega tidak mau mengakui Rizki sebagai anaknya. Itu rasanya sangat menyakitkan.) Tuturnya sambil menangis.
Wartawan: (Sudah berapa lama perselingkuhan mas Al dan mbak Auri?)
Marsya: (Sudah sangat lama, bahkan saat pernikahanku sama Al sudah ditahun ketiga, dia mengajak untuk pisah ranjang. Tapi, dengan bodohnya saat itu aku mengacam akan menyebarkan perselingkuh mereka, dia pun kembali berpura pura menyayangi saya, padahal diam diam masih terus bertemu dengan wanita itu.) Tutur Marsya sambil menagis dalam dekapan Kelvin.
__ADS_1
Dan Kelvin pun mulai ikut mengungkapkan kebohongan lainnya yang tidak kalah mengejutkan.
Namun, sebelum Kevin bicara, Zia sudah lebih dulu mematikan Tv. Dia geram mendengar cerita bohong yang diungkapkan Marsya lengkap dengan air mata palsunya itu.