Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Dibalik Syahadat Alista


__ADS_3

Hari demi hari Auri fokuskan untuk mengajari Alista tentang Islam. Alista pun sangat semangat belajar dan benar benar bersungguh sungguh. Dia tidak terlihat terpaksa mempelajari semua yang Auri ajarkan. Alista tampak benar benar tertarik dan menyukai semua tentang Islam.


Dan hanya dalam hitungan dua bulan, Alista sudah bisa sholat dan membaca qur'an meski masih terbata bata. Dia juga sudah memakai jilban meski belum sesyar'i kakaknya. Tapi, pencapaian itu benar benar membuat Auri bahagia.


"Kak, adek ingin bersyahadat." Ungkap Alista saat Auri baru selesai sholat sunnah sebelum tidur.


"Adek yakin?" Tanya Auri untuk lebih meyakinkan dirinya tentang apa yang didengarnya barusan.


"Adek yakin kak." Menatap Auri dengan tatapan penuh rasa yakin.


"Baiklah. Besok, kita temui Ustad yang juga merupakan guru kakak sejak pertama masuk Islam. Dia akan membimbing adek untuk bersyahadat." Jelas Auri.


"Adek jadi tidak sabar kak." Matanya berkaca kaca.


Auri langsung memeluk erat tubuh adik yang sangat dicintainya itu. Betapa Auri merasa sangat bahagia, karena sebentar lagi adiknya akan seiman dengannya.


Skip…


Pagi pagi sekali, Auri, Alista dan juga kedua orangtua mereka mendatangi rumah ustad yang merupakan guru bagi Auri. Mereka disambut senang oleh sang guru.


"Nak Auri. Sudah lama tidak kemari. Mari silahkan masuk." Mengajak Auri, Alista dan kedua orangtuanya memasuki rumah Ustad.


Begitu tiba di dalam, mereka pun berbincang sebentar. Auri memperkenalkan kedua orangtuanya dan juga Alista. Lalu Auri pun langsung saja mengutarakan maksud kedatangan mereka. Ustad merasa sangat bangga dan ikut bahagia mendengar berita baik tersebut.


Setelah menanyakan keyakinan Alista untuk memeluk islam, Ustad pun langsung membimbing Alista untuk bersyahadat.


Alista mengucapkan syahadat dengan sangat lancar. Karena memang Auri sudah mengajarkannya. Dan seketika setelah syahadat diucapkan semua murid Ustad yang menyaksikan, termasuk Auri dan kedua orangtuanya pun terharu.

__ADS_1


"Semoga selalu istiqomah ya, dek." Auri memeluk erat tubuh Alista.


"Kalian adalah anak mama yang luar biasa." Jeni ikut memeluk kedua putrinya.


Meski Jeni belum tersentuh untuk mengikuti kedua putrinya mendjadi mu'alaf, Jeni tidak akan pernah merubah kasih sayangnya kepada kedua putrinya. Sedangkan William, hanya menatap diam ketiga wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. William pun berjanji tidak akan membuat mereka menderita lagi karena keegoisan dirinya.


Usai bersyahadat, Auri mengunggah moment bahagia itu di laman Instagramnya. Dan moment itu di lihat langsung oleh Al Fatih. Dia menyukai postingan itu dan juga mengucapkan selamat pada Alista.


Alista membaca komenan Al di laman instagram Auri. Dia pun langsung mengirim DM pada Al Fatih menggunakan Instagramnya sendiri.


Alista: _Mas Al, aku ingin bertemu dengan mas Al.


Pesan itu langsung dibaca oleh Al Fatih. Dan dia pun langsung membalasnya.


Al Fatih: _Semoga istiqomah seperti kakakmu Alista.


Alista: _Apa mas Al bisa bertemu denganku?


Alista: _Aku akan menyusul.


Pesan Alista tidak lagi dibalas oleh Al. Dibacapun tidak.


Alista merasa sedikit prustasi. Dia sangat ingin bertemu Al. Dia sangat merindukan duda itu. Dia kira setelah menjadi muslimah akan lebih mudah menemui Al. Tapi, ternyata malah semakin jauh saja.


"Dek, kenapa kok kelihatan kesal seperti itu?" Menghampiri Alista.


Matanya menatap dalam kedua bola mata Auri. Lalu dia mulai mengatur napasnya dan ingin bicara serius.

__ADS_1


"Kak, sebenarnya aku masuk islam demi mendapatkan cinta mas Al." Ungkapnya yang membuat Auri mematung.


"Aku tidak serius ingin menjadi seperti kakak. Aku hanya ingin mendapatkan mas Al. Tapi, ternyata dia semakin menjauh setelah aku benar benar seiman dengannya."Tuturnya tanpa ada rasa menyesal dan bersalah.


Auri masih tidak berkutik. Dia beristighfar dalam hatinya. Matanya terasa berat menampung bulir air seakan ingin keluar dari sana. Tapi, Auri menahannya.


"Dek, syahadat bukanlah sesuatu yang bisa adek permainkan. Kakak kecewa mendengar pengakuan adek." Ujar Auri merasa sangat kecewa.


"Kenapa kecewa. Bukankah awalnya kakak juga masuk islam demi cinta dan supaya nenikah dengan lelaki yang kakak cintai." Ungkit Alista.


"Tidak sepenuhnya benar. Kakak memang memeluk islam karena lelaki itu, tapi kakak tidak pernah menyesal menjadi muslimah. Kakak bahkan semakin nencintai islam setiap harinya." Auri menjelaskan kesalah pahaman Alista.


"Ya, mungkin aku akan mencintai islam sepenuhnya, saat aku berhasil menikahi mas Al, kak. Aku sangat menginginkannya." Menatap Auri dengan tatapan yang terlihat sangat menyedihkan dimata Auri.


"Aku mohon, kak. Bicaralah pada mas Al. Katakn padanya aku mencintainya dan mintalah dia untuk menikahiku. Aku janji akan belajar mencintai islam dengan bimbingannya." Memohon pada Auri.


"Tapi, kakak tidak bisa meminta itu pada Al Fatih. Kakak tidak terlalu dekat dengannya untuk mengatakan permintaan itu, dek."


"Aku tidak peduli kak. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan mas Al." Penuh tekad.


"Dan bagaimana kalau seandainya dia tetap menolah cinta adek?" Auri bertanya serius kali ini.


"Ya, aku tidak akan menjadi muslimah lagi."


"Astaghgirullah, dek. Jangan mengucapkan kata seperti itu. Kakak kecewa sama kamu." Tatapan Auri benar benar penuh kekecewaan. Dia tidak menyangka Alista akan berbuat begitu.


"Ya makanya, kakak bujuk dia supaya menikahi adek. Bukankah adek akan semakin mencintai islam jika berada ditangan lelaki yang tepat. Nah, Al adalah lelaki yang tepat, kak. Adek sangat mencintainya." Alista mengatakan dengan nada suara yang tegas dan memohon.

__ADS_1


Auri tetdiam seribu bahasa. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia tahu, Al sudah mencintai wanita lain. Dan dia pernah mendengar, Al mengatakan tidak akan menikahi wanita manapun lagi kecuali wanita yang sudaj mengisi hatinya itu.


"Kakak akan coba bicara pada Al Fatih. Tapi, sebelum kakak mendapatkan jawaban darinya, jangan pernah adek berpikir untuk berhenti menjadi muslimah. Kakak tidak mau adek menjadi manusia yang menyesal dikemudian hari. Kakak sangat mencintai adek lebih dari cinta adek pada Al Fatih." Ucap Auri yang kemudian langsung berlalu meninggalkan Alista yang merasa pengap karena belum bisa mendapatkan L Fatih.


__ADS_2