
Malam ini, Auri, Al, Mia dan Gio pergi ke London Eye. Mereka akan menghabiskan malam ini dengan menikmati pemandangan kota London dari bianglala raksasa itu. Dan mereka sengaja menaiki tempat yang terpisah. Agar bisa menikmati kemesraan bersama pasangan masing masing.
Mia menyandarkan kepalanya di bahu Gio sambil menikmati pemandangan indah di luar sana. Tangannya tidak pernah sekalipun melepaskan pergelangan tangan Gio. Mia merasa jika genggaman tangan itu terlepas, maka dia akan kehilangan Gio. Padahal, Gio tidak akan bisa pergi lagi darinya.
"Sayang, maafkan aku. Semua biaya pernikahan dan liburan ini kamu yang harus membayarnya. Aku sebagai lelaki, tidak bisa melakukan itu. Aku sungguh tidak punya uang lagi saat ini. Semuanga di sita mama dan papa." Ungkapnya merasa tidak enak hati.
"Kita bisa mencari uanng dengan bekerja keras, beb. Aku akan selalu bersama kamu, menemani kamu kemanapun dan bagaimanapun keadaanmu." Ucap Mia.
Mendengar itu membuat Gio terharu. Dipeluknya erat tubuh istrinya itu.
"Aku beruntung memiliki kamu, Mia." Memberi ciuman manis di bibir istrinya itu.
Sementara itu, Auri dan Al juga sedang menikmati indahnya pemandangan kota London dari atas. Kerlipan lampu malam hari sungguh terlihat sangat indah.
"Terimakasih sudah menjadi istriku, sayang." Ucap Al.
Dia melingkarkan kedua tangannya dipinggang Auri. Lalu Auri merebahkan kepalanya didada Suaminya itu.
"Aku merindukan Rizki, mas. Sejak hari kita menikah, aku bahkan belum memperkenalkan diri sebagai Umi baru untuknya." Ungkap Auri.
Al tersenyum mendengar pengakuan Auri. "Apa sayang tidak keberatan jika kita merawat dan memberi kasih sayang pada Rizki yang bukan darah danging kita?" Tanya Al dengan sangat hati hati.
"Tentu tidak berat, mas. Aku malah bersyukur, bisa menyayangi dan merawat Rizki. Kehadirannya akan membawa kebahagiaan untuk kita." Jawab Auri.
__ADS_1
Al menghela napas panjang. Lalu, dia mengeratkan pelukannya dipinggang istrinya.
"Sebenarnya, hari ini Rizki kembali ke pesantren." Ungkap Al yang membuat Auri terkejut.
"Loh, kenapa mas? Apa Rizki mau kembali kepesantren?" Tanya Auri menatap tidak percaya pada apa yang barusan Al ucapkan.
"Saat, sayang dan Mia sedang asik berfoto foto tadi, ibu menelpon. Ibu bilang, Kiai dan bu Nyai yang datang langsung menjemput Rizki. Tadinya ibu berniat untuk tidak mengizinkan mereka membawa Rizki, jika saja Rizki menangis dan menolak ikut bersama mereka..." Tuturnya.
"Lalu? Apa Rizki tetap dibawa paksa oleh mereka?" Auri khawatir.
"Rizki ikut dengan senang hati tanpa terpaksa, sayang." Ungkapnya.
"Kok bisa? Bukankah Rizki hanya mau bersama, mas?" Auri tidak percaya.
"Tidak sayang. Ibu bilang, Rizki sangat bahagia dan langsung berlari mengejar Kiai dan bu Nyayi saat mereka tiba. Rizki terlihat seperti merindukan mereka. Bahkan mereka saja kaget karena Rizki langsung nyaman dan mau ikut bersama mereka."
Auri menonton video itu hingga berulang ulang. Dan tidak terasa air matanya menetes.
"Aku bahkan berkhayal menjadi Umi yang baik untuk Rizki, mas." Ungkapnya.
Melihat tangisan itu, membuat Al kembali memeluk Auri. "Mas juga mengkhayalkan itu, sayang. Tapi, sekarang sayang tidak perlu khawatir. Mas akan mencoba mewujudkan impian sayang untuk menjadi seorang ibu." Ucap Al.
"Caranya bagaimana? Rizki sepertinya tidak akan mau ikut kita lagi, mas. Dia terlihat bahagia saat ikut bersama Abi dan Umi." Celoteh Auri dalam tangisnya.
__ADS_1
Senyum mengembang di bibir Al. Perlahan dia mendekatkan mulutnya ketelinga Auri.
"Kita akan memiliki bayi kita sendiri, sayang." Bisik Al sangat dekat ditelinga Auri.
Auri yang tadi menangis, tiba tiba merona. Dia merasa malu mendengar bisikan Al ditelinganya.
"Mas pastikan, pulang dari London, bayinya sudah mampir di sini." Menyentuh perut Auri.
"Mas bisa aja." Ucapnya malu.
Lalu tiba tiba Al mencium lingkaran perut Auri. Dan hal itu membuat Auri semakin malu.
"Mas ngapain?" Mendorong tubuh Al menjauh darinya.
Tapi, bukannya menjauh, Al malah mengecup kening Auri. Lalu kecupan itu pindah ke pipi dan berakhir di bibir Auri.
Pada saat bibir mereka saling menyatu, kembang api pun bertebaran indah diatas sana. Dan mereka melewatkan keindahan kembang api, karena asik menikmati ciuma manis mereka diatas bianglala.
HALO TEMAN TEMAN PEMBACA SETIA AURISTELA ((MUALAF CANTI))
MAMPIR JUGA YUK KE KARYA AUTHOR YANG LAINNYA.
NIH JUDULNYA : ((KETIKA ANINDA JATUH CINTA))
__ADS_1
((SEBENANYA AKU ISTRI DIA))
TERIMAKASIH 😉😍