Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Aqiqah


__ADS_3

Tiga pekan kemudian.


Kerlap kerlip lampu dan berbagai pernak pernik hiasan memenuhi setiap sudut ruangan kediaman Al dan Auri. Hari ini adalah hati yang sangat spesial untuk mereka, yang mana hari ini mereka mengadakan Aqiqah dan pemberian nama untuk buah hati mereka.


Jeni dan Maryam begitu bersemangat menata ayunan tempat cucu mereka. Sementara, William sejak tadi masih betah menggendong cucunya sambil berbincang bincang dengan beberapa sahabatnya yang sudah mulai berdatangan.


"Sayang, Andi kok belum datang juga!" Seru Al khawatir.


"Oh ya ampun, Andi terjebak macet. Ini WA dari Andi, Mas." Memperlihatkan pesan Andi pada Al.


"Aduh, gimana ini? Tamu sudah mulai datang, acara juga bentar lagi sudah mau mulai. Andi harusnya sudah di sini untuk merekam semua moment bahagia kita hari ini." Celotehnya khawatir.


"Mas…" Auri menepuk lembut dada suaminya. "Bismillah, InsyaAllah acara hari ini akan berjalan sebagaimana mestinya. Jangan terlalu khawatir." Ucap Auri sambil merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.


Kekhawatiran Al mulai mereda. Dia pun mendekap Auri dengan hangat. Kehangatan cinta kasih yang mereka rasakan membuat hati keduanya menjadi lebih tenang dan akhirya mereka pun mulai melangkah untuk menyambut para tamu yang mulai datang.


Dan Andi saat ini sudah hampir sampai. Beberapa menit yang lalu, Andi memang terjebak kemacetan. Tapi dia berhasil lolos dari sana dengan cara menyewa ojol untuk mengantarnya ke kediaman Al dan Auri.


Berbeda dengan Andi, Rudi dan Alista malah baru akan beragkat menuju kediaman Auri dan Al. Tadinya mereka lupa tanggal acara Aqiqahan ponakan mereka.


"Semoga kak Auri nggak ngambek sama aku." Ucap Alista khawatir.


"Tenang saja, sayang. Mereka tidak akan marah kok sama kita. Yang penting sekarang, kita langsung berangkat." Ajak Rudi pada istrinya yang tengah hamil muda itu.


Rudi membukakan pintu mobil untuk Alista, lalu kemudian dia ikut masuk dan segera melajukan mobil untuk menuju rumah Al dan Auri.


"Kira kira, siapa ya, nama ponakan kita yang cantik dan menggemaskan itu?" Ucap Alista.


"Entahlah sayang. Yang pasti namanya pasti akan memiliki makna yang indah, karena nama itu merupakan doa dari kedua orangtua untuk anaknya." Jawab Rudi.


"Iya, Mas. Aku tahu soal itu. Tapi, kenapa sih, mas Al sama mbak Auri merahasiakan nama ponakanku." Rutuknya sedikit merasa kesal.

__ADS_1


Hanya senyuman manis yang terlihat di raut wajah Rudi sebagai tanggapan dari celoteh kesal istrinya itu.


Mobil mereka terus melaju kencang menyusuri jalan raya yang saat itu tengah lengang. Namun, kelengangan jalan raya hanya bertahan beberapa menit saja, setelah itu Rudi dan Alista pun tercengang melihat kemacetan diarah depan sana.


"Apa ada kecelakaan? Kok macet banget." Ujar Alista bingung.


Rudi tidak merespon, yang dia lakukan malah membuka kaca mobilnya dan bertanya pada seorang pengendara mobil yang ada di samping mobilnya.


"Katanya ada pertengkaran antara pengendara truk dan taxi, Mas." Jawab pengendara mobil tersebut.


Rudi mengangguk paham. "Terimakasih infonya, mas." Ucapnya kemudian.


Rudi pun kembali menutup kaca mobilnya. Lalu dia melirik kearah Alista yang ternyata sejak tadi menatap serius padannya untuk menunggu jawaban.


"Ada selisih paham antara supir truk dan taxi, katanya." Jawab Rudi.


Alista mengangguk semangat. Lalu dia pun akhirnya memutuskanan untuk memberi kabar pada Mamanya tentang kondisi dan keberadaannya saat ini.


Sedangkan Rudi hanya terus menatap istrinya dengan matanya yang berbinar binar.


'Alista, aku sangat mencintaimu, hari ini, esok dan selamanya. Tidak ada yang bisa memisahkan kita, kecuali kematian.' bisik Rudi dalam hati.


"Mas, kenapa? Kok natap aku gitu amat?" Tanya Alista merasa canggung ditatap seperti itu oleh suaminya.


Rudi menggeleng dan tersenyum. Kemudian, dengan tiba tiba dia meraih tubuh Alista masuk dalam dekapannya.


"Mas kenapa? Kita lagi dijalan yang macet loh ini!" Protes Alista meski sebenarnya dia suka berada dalam dekapan suaminya itu.


"Sayang, suamimu ini selalu merindukanmu setiap detik. Jadi, biarkan suamimu ini memelukmu sepanjang kemacetan ini." Bisiknya di telinga Alista.


Senyuman mengembang indah di wajah Alista. Betapa dia juga merasa bahagia selalu berada dalam dekapan lelaki yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


🍀🍀🍀


Andi akhirnya tiba di tempat Al. Dia langsung mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mengabadikan moment bahagia Al dan Auri. Andi merekam dan juga memotret begitu banyak moment membahagiakan itu.


Sampailah pada acara inti, yaitu pencukuran rambut dan pemberian nama pada putri kecil mereka. Potong rambut dimulai oleh seorang Habib muda kenalan Al dan Auri. Lalu berlanjut pada Kakek dan nenek si kecil, kemudian tamu bergiliran mengusap lembut kepala si kecil sambil terus melantunkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW.


Dan saat acara cukuran selesai, tibalah saatnya untuk pemberian nama pada si kecil. Nah tepat sebelum pemberian nama, Rudi dan Alista akhirnya tiba di kediaman Al dan Auri.


"Kak, mas, maaf kita telat. Macet banget jalanannya." Ucap Alista yang langsung mencium pipi mungil ponakannya.


"Nggak apa, yang penting kalian hadir. Karena nama putri kecilku, ada pada kalian." Ujar Al yang membuat Alista dan Rudi tercengang.


"Kakak dan Mas Al, sepakat mempercayakan nama si kecil ini pada kalian berdua." Sambung Auri.


Alista dan Rudi tersenyum getir dan saling bertatapan untuk sebentar. Mereka terlihat bingung, karena mereka tidak menyiapkan nama apapun untuk ponakan mereka.


"Berikan saja nama yang menurut kalian akan menjadikan ponakan cantik kalian ini meniru tokoh yang memiliki nama yang sama untuknya." Ujar Habib muda itu.


Sebentar Alista memejamkan mata, lalu di menghela napas.


"Bismillah, nama si cantik ini adalah Sayyidah Fatimah Az-zahra. Semoga kelak dia akan menjadi wanita seperti putri tercinta Rasulullah. Seorang wanita yang sangat takut pada Tuhannya, Cinta pada Rasullnya dan patuh pada kedua orangtuanya. Seorang wanita yang menjaga dirinya dengan baik, seorang wanita yang dirindu syurga. Aamiin ya Allah."


Alista mengucapkan itu dengan mata yang berkaca kaca. Lalu dia mencium si kecil dengan penuh cinta.


Seisi ruangan terharu. Mereka akhirnya kembali bersholawat untuk menyambut kehadiran putri kecil yang di beri nama yang sama dengan nama putri tercinta Rasulullah.


"Selamat datang Sayyidah Fatimah Azzahra. Putri abi yang InsyaAllah akan menjadi wanita yang dirindu syurga." Ucap Al Fatih yang juga memberi kecupan hangat penuh cinta di kening dan pipi mungil putrinya.


"Selamat datang sayangku. Umi akan berusaha dan terus belajar untuk menjadi Umi terbaik untukmu." Auri pun ikut mengecup wajah mungil itu dengan deraian air mata bahagia.


Maryam dan Jeni pun langsung memeluk Auri. Mereka melimpahkan segala kasih sayang untuk Auri dan Zahra. Kemudian, William memeluk kedua putranya, Al dan Rudi. Dan Alista ikut memeluk Auri.

__ADS_1


Menyaksikan kebahagiaan keluarga itu membuat para tamu undangan ikut bahagia. Lalu, Habib pun melantunkan doa syukur dan doa keselamatan untuk keluarga Al Fatih dan juga untuk semua orang yang hadir di ruanga itu.


__ADS_2