Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)
Be your self


__ADS_3

Hari ini Auri menghadiri seminar di Bandung. Dia datang ke Bandung hanya bersama Melki dan Endah saja. Sementara yang lain tetap di Jakarta. Mereka bertugas untuk mengedit hasil rekaman saat mereka berada di Solo. Maksudnya rekaman untuk channel youtube Auri.


Auri menjadi pembicara dalam seminar yang bertema perempuan hebat. Auri memberikan banyak motivasi pada teman teman yang hadir dalam acara itu. Auri menceritakan perjalanannya dan kenapa dia bisa menjadi seperti saat ini.


Rata rata dari peserta yang hadir merupakan penggemar Auri. Jadi, mereka sudah sangat tahu bagaimana perjalanan Auri sejak masih belum menjadi muslimah sampai sekarang menjadi muslimah sejati. Setidaknya begitulah Auri dimata mereka. Seorang wanita yng sangat tegar, kuat dan hebat.


Seminar berjalan dengan lancar. Kini saatnya Auri berpamitan untuk melanjutkan kegiatannya. "Jangan mencoba membahagiakan orang lain sementara kamu sendiri tidak bahagia. Karena pada akhirnya kamu akan tersiksa. Jadilah diri sendiri, bahagiakan dirimu dan temukan seseorang, baik itu teman, sahabat, keluarga atau siapapun itu yang bisa mencintai kamu apa adanya dirimu dan ingin kamu bahagia." Pesan terakhir dari Auri.


"Saya mohon maaf apabila saat berbicara tadi, mungkin terdapat kata kata yang menyinggung perasaan teman teman. Ambil semua yang baiknya dan buang semua yang buruknya. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh." Auri mengakhiri seminar itu dengan mengajak bersholawat bersama.


Setelah acara selesai, Auri pun langsung berpamitan untuk meninggalakan ruangan itu. Dia tunggu oleh Melki dan Endah di mobil.


"Udah selesai , Ri?" Tanya Melki.

__ADS_1


"Alhamdulillah selesai. Saatnya kita pulang." Auri kegirangan. Dia ingin segera tiba dihotel untuk beristirahat.


"Kita ke Mall bentar ya." Melki mulai menjalankan mobil.


"Mau beli apa Mel?" Tanya Endah.


"Ada deh rahasia." Jawab Melki yang membuat Endah kesal. Dan Auri tertawa saja melihat mereka.


"Aku kebetulan mau ada yang dibeli juga." Seru Auri dari kursi belakang. "Tapi kita mampir Masjid dulu ya, Mel. Udah masuk waktu Ashar nih." Sambung Auri.


"Tuan putri gundulmu. Aku nggak suka dipanggil dengan sebutan itu. Mending nama aja." Protes Auri.


"Terserah. Selamanya aku akan menanggil dengan tuan putri." Melki menegaskan.

__ADS_1


Mendengar itu, Auri pun menggeleng sambil tersenyum. Dia paling tidak bisa membatah Melki. Karena, Melki itu orangnya sangat tegas. Sekali dia ngomong membuat orang jadi gagu. Tapi, hatinya sangat lembut dan mudah tersentuh. Baperan dia orangnya.


Saat Auri, Melki dan Endah sedang menuju Masjid. Jakarta digemparkan dengan berita kecelakaan mobil yang dialami bintang papan atas, aktor ternama Al Fatih. Kejadiannya sekitar pukul 9 pagi tadi. Al Fatih mengendarai mobilnya sendiri untuk menuju lokasi syuting. Lalu, saat sedang berkendara seorang ibu ibu menyebrang jalan. Al Fatih yang terkejut, langsung membelokkan mobilnya kepinggir jalan. Karena laju mobil yang kencang, Al tidak bisa mengendalikannya sehingga mobilnya menabrak tembok ruko.


Keadaanya saat ini cukup parah. Tulang rusuknya retak, kakinya tergores dan lengannya terkilir. Meski begitu, Al masih tetap sadarkan diri.


"Kenapa sampai kamu biarkan mas Al nyetir sendiri?" Tanya bang Adin pada Haris.


"Saya sedang tidak enak badan, bang." Jawab Haris takut.


"Kalau sudah begini, repot kan jadinya. Sinetron sedang naik naikknya. Kita tidak mungkin menghentikan penayangannya." Celoteh bang Adin di kuar ruangan tempat Al dirawat.


"Rugi besar saya kalau seperti ini." Mengacak acak rambutnya.

__ADS_1


Al mendengar semua omongan bang Adin. Dia hanya beristighfar dalam hati. Dalam keadaan seperti ini, Al bisa melihat siapa yang tulus, dan siapa yang hanya menjadikannya sumber penghasilan semata.


__ADS_2