
Apa yang aku lihat tidak seperti biasanya, dari kejauhan aku sudah bisa menebak siapa dia, ya dengan rambut panjang tanggungnya di ikat kuncir kuda, baju kasual berwarna kuning yang memang sangat cocok untuk kulitnya, bahkan langkah kaki dari sepatu joging yang dia kenakan aku sudah bisa menebaknya, dia adalah Sina bahkan dari jarak 300 meter dari depan mall ini, dia berjalan sendirian masuk ke dalam dan melihat sekelilingnya, ya aku sendiri tidak bermaksud mengikutinya, tapi melihat hal yang jarang terjadi seperti ini,
"Ah, sepertinya menarik ."Gumamku,
Berjalan di belakangnya semakin cepat untuk melihat apa yang akan di lakukan wanita otot itu, sedangkan melihatnya dari jarak 50 meter aku sudah bisa menebak apa yang dia pikirkan saat melihat hal ini, aku sendiri tidak menyangka Sina yang seperti orang bingung masuk ke dalam mall, seperti mencari sesuatu atau pun karena tersesat di dalam sini, sedangkan yang aku pikirkan adalah,
“Jika ada satpam melihatnya aku merasa dia akan di anggap orang yang mencurigakan .” Itu yang aku pikirkan,
Hanya saja melihat kanan kiri dengan tidak jelas apa yang di carinya, sedangkan aku baru saja mengingat, kalau Noe pernah mengatakan jika ada yang menyatakan perasaannya kepada Sina kemarin,
“Apa mungkin .....” Bertanya aku pada diriku sendiri,
Itu yang terlintas di dalam pikiranku, saat sebuah bayangan hitam datang berjalan ke arahnya, sedangkan dengan semua manusia yang saling berlalu lalang ini aku tidak bisa memastikan apa yang akan dia lakukan, tapi memang itu adalah scurity yang mencoba menariknya, saling beradu perkataan, saling tarik menarik tangan, seperti terlihat di dalam film tentunya dan aku ingin mengatakan,
“Jangan terlalu kasar pak, nanti kau akan mendapatkan masa.... .”
Belum sempat aku mengatakan pendapatku yang terlintas di dalam pikiran, sebuah kejadian sudah tidak terelakkan,
"Aaaaahhhhh!!!!!!." Teriak aku melihat kejadian yang sempat aku pikirkan,
Aku sih tidak berpikir Sina di apa apa kan, tapi aku saat aku melihatnya, satpam itu sudah tergeletak di lantai, aku mendekat dan berdiri di sampingnya,
"Ah, aku sudah menduganya kau pasti akan membuat masalah ." Kata aku dengan menggelengkan kepala,
Sina melihatku, tatapannya terkejut tidak percaya, dengan mulut yang gemetar dia berkata,
"Kekekeenapa kau di sini ?." Kata Sina dengan gugupnya
"Ah, aku sih ada keperluan di sini, eh dari kejauhan aku melihatmu, jadi aku ikuti ." Jawaban untuk pertanyaan dari Sina,
__ADS_1
Sina sedikit ketakutan, wajahnya kaget, tangannya gemetar hebat, melihatku seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi, sedangkan satpam itu sudah tidak berdaya dan K.O di tempat, setiap orang yang melihat mulai mengelilingi kami, entah kenapa ini menjadi perbincangan yang sangat seru oleh orang sekitar kami,
"Sudahlah tenang saja ." Aku mencoba menenangkan Sina,
"Itu salahnya menarikku paksa, aku langsung memukulnya tanpa pikir panjang ." Sungguh tindakan yang begitu hebat,
Dia mengatakan itu dengan mengangkat tangan kanan yang dia kepalkan,
"Sudah turunkan tanganmu, itu bisa menyakiti seseorang ." Kata aku yang menutupi tangan Sina dan salah satunya pasti akan terluka itu adalah aku, aku sudah tidak ingin merasakannya lagi, sekali merasakan pukulannya mungkin aku akan kehilangan ingatan sekitar sepuluh menit ke belakang .
"Memangnya kau tidak mengukur kekuatan pukulanmu ." Kata aku
"Aku sudah mengantisipasinya dan juga itu sangat membuatku kaget walau tidak sekuat tenaga...." Kata Sina yang masih gemetar,
Mendengar hal itu aku menghentikan perkataannya,
"Tunggu sebentar, dengan separuh kekuatanmu saja membuat orang ini tergeletak, mungkin kau pantas menjadi petarung UFC ."
"Tidak, aku serius ." Sungguh aku serius,
Ya, wanita ini tidak percaya dengan kekuatannya sendiri, aku bisa memastikannya karena dengan melihat ini pun sudah menjadi bukti nyata seberapa kuat tangannya itu,
Para petugas keamanan mulai berdatangan mengelilingi kami, kami tidak berniat untuk kabur karena ini adalah salah paham dan sina hanya ingin melindungi dirinya, ya walau ini sedikit berlebihan,
"Ah ternyata kau, An, " Kata seorang satpam dari belakang kerumunan,
Ya itu suara yang aku kenali dan menjadi alasan kenapa aku berada di tempat ini, seseorang yang memang aku kenal, dengan suara seraknya itu,
"Om nuo, sepertinya kami dalam masalah," Kata aku berharap mendapat pertolongan,
__ADS_1
Aku sedikit tenang saat melihatnya datang menangani masalah ini dan kami di bawa ke ruang scurity, entah apa yang akan terjadi kepada kami berdua, duduk di bangku dengan berhadapan om Nuo yang menanyakan beberapa pertanyaan dan menunggu korban sadarkan diri, hingga beberapa menit menunggu, om Nuo bertanya kepadaku,
"An, apa sekolahmu baik baik saja ." Tanya om Nuo yang dengan santai bertanya,
Dia bertanya dengan menyodorkan minuman kaleng dingin ke hadapan kami berdua,
"Ya, seperti biasa, setidaknya tidak ada yang membuatku dalam masalah ." jawab aku dan mengambil minuman itu,
"Perkataanmu selalu saja sulit untuk di mengerti ." Katanya dengan tersenyum,
"Begitulah ."
Tidak berselang lama, korban pemukulan itu sudah terbangun, wajahnya tampak kesakitan dan terlihat begitu bingung saat memperhatikan kami berdua,
"Pak Nuo memangnya ada apa ini ." Bertanya satpam itu yang mungkin hilang ingatan,
"Apa kau tidak ingat, geng " Tanya Om Nuo melihat jawab bingungnya dan dia pun terkejut saat melihat Sina yang sedang menikmati minuman dinginnya,
"Ah ya, aku ingat, aku memperhatikan gadis ini dia mencurigakan dan aku ingin mengajaknya ke kantor untuk bertanya ." Kata korban dengan menjelaskan maksudnya,
"Ya maafkan aku, saya terkejut saat itu jadi aku secara refleks memukul Anda pak ." Menunduk Sina meminta maaf,
Mencoba menelusuri maksud dari akibat yang mereka berdua lakukan dan pada akhirnya menyimpulkan kalau ini adalah salah paham yang membuat kedua orang ini saling memaafkan .
Aku tidak terlalu dekat adik dari ibuku ini, ya memang dia orang yang sibuk dengan semua urusannya, tapi dia adalah orang yang bebas seperti ibuku, memiliki sebuah hobi yaitu melukis, entah hingga sekarang apa dia masih melukis dengan cat air itu,
"An, sudah hampir Empat tahun setelah kematian ibumu, jadi apa kau masih memikirkannya ." Tanya Om Nuo dengan tenang, wajah tegas namun kalem itu memang sangat memukau.
Aku tersenyum menanggapi apa yang om ku ini katakan, aku sadar dengan semua perbedaan wajah yang memang tidak sama seperti ibuku. karena Om Nuo ini adalah adik ibu dan katanya mengikuti garis genetik dari kakek.
__ADS_1
Dia memiliki wajah penuh berewok dan tubuh yang kekar, walau pun begitu, aku ingin mendapatkan fisik seperti dia. Karena jelas antara aku dan Nuo masih satu saudara, tapi kami berdua benar-benar berbeda secara fisik atau pun kepribadian.