Aurora Tanpa Warna

Aurora Tanpa Warna
pulang


__ADS_3

Waktu, tentu itu adalah hal penting yang terus bergerak dengan kehidupan secara bersama, dalam keterangan tentang apa itu waktu sebuah kata yang sangat sulit untuk di jelaskan alasannya adalah waktu, setiap orang tahu apa waktu itu.


Tapi tidak ada yang benar dalam mengerti maksudnya, dalam anggapan kita semua waktu adalah sebatas petunjuk membedakan 'sebelum' dan 'setelah', itu yang sangat sederhana dalam penjelasannya, jika di katakan demikian maka kata 'apa itu waktu' tidak akan menjadi bahan pembicaraan dalam debat ilmu pengetahuan untuk membuktikan kebenaran dari waktu.


Para ilmuwan yang sudah berpikir terlalu lama pun masih belum menemukan sebuah kepastian tentang apa itu waktu, menjelaskan secara terperinci, membuktikan dengan logika atau pun merumuskan secara fisika tentang pembentukan waktu, walau untuk mencari rumusan waktu dalam percepatan memanglah sangat sederhana, dengan membagi jarak dengan kecepatan dan itu akan menghasilkan waktu tempuh, sungguh itu tidak menjadi jawaban untuk pertanyaan dasar dari waktu,


Sedangkan untuk para masyarakat umum yang bahkan tidak memusingkan tentang jawaban dari, apa 'waktu' itu, mereka terlalu memusingkan apa 'kegiatan' untuk menutupi waktu yang membuat mereka pusing, bahkan jika mereka bisa menjual waktu luang untuk di jadikan uang, maka mereka hanya perlu duduk menikmati setiap waktu yang terbuang dan melihat sisa waktu yang tersisa di dalam hidup mereka, jadi jika aku sendiri yang menyimpulkan maka waktu itu adalah sebuah makna dari 'batas' antara, 'sebelum ' hingga 'setelah', berawal dan berakhir , dan juga, hidup dan mati, semua manusia, makhluk hidup dan benda di semesta ini memiliki waktu mereka sendiri yang di sebut p', sedangkan di dalam perjalanan awal waktu yang kita gunakan untuk hidup hingga menuju garis akhir atau mati, apa yang kita lakukan di dalamnya, ratusan, bahkan ribuan hal yang telah di lakukan oleh kita dalam hidup ini akan menentukan berartinya atau tidak semua ini, semua hal tentang waktu, sederhana tapi tidaklah mudah,


Sedangkan apa yang aku lihat dan aku jalani di hari ini, semuanya berhubungan dengan waktu, selama tiga tahun aku tidak pernah meninggalkan kediamanku, tempat tinggalku dan rumahku, kenapa aku terus memikirkan hal yang rumit ini, ya karena aku sendiri sudah terlalu lama terkurung oleh rasa ke putus asa yang membuatku takut untuk bergerak maju, tapi satu bulan yang lalu setelah melihat gadis pemalu itu, aku sudah memutuskan, kalau di hari ini semua tentang masa yang kelam dan penutupan diri itu sudahlah berakhir,


"Apa kalian sudah siap, Nagisa, Rea ." Teriak aku memanggil kedua wanita.


Kedua wanita ini terlihat seperti ingin berlibur panjang, dengan semua barang bawaan yang sangat tidak mungkin masuk ke bagasi mobil yang akan menjemput kami berdua,


"Kami siap ." Mereka berdua datang dengan tas besar itu,


"Apa kalian ingin liburan ke luar negeri ." Kata aku melihat mereka terlalu bersemangat,


Ya, dengan tiga tas besar yang mereka berdua bawa, entah apa ini dari semua itu, sedangkan mobil yang akan membawa kami bertiga sudah datang di depan rumah,


"Kakak An ." Teriak seorang wanita dari dalam mobil mewah itu,

__ADS_1


Suara itu dari Tita yang sepertinya ikut untuk menjemput kami, tapi setelah keluar dari mobil itu wajahnya terkejut... "Rea, kenapa kau di sini ." Teriak Tita berlari mendekat,


Rea menanggapi teriakan dari tita itu,


"Ah Tita kah, " Jawab Rea memanggil nama Tita,


Kedua wanita ini dengan senang saling berpelukan, tapi saat ini bukanlah saat yang tepat untuk reuni teman lama, Tita langsung bertanya,


"Kenapa kau ada di sini ." Bertanya Tita dengan senangnya,


"Ah, aku sudah satu bulan tinggal di sini ." Jawabnya dengan wajah senang pula,


Wajah Tita menghadapku dengan menakutkannya, berjalan mendekat dan bertanya,


"Apa maksudnya ini kakak ." Aku takut melihat wajah kemarahan dari adikku ini,


Untukku sendiri itu bukanlah sebuah pertanyaan tapi itu adalah ancaman, sekali lagi aku merasa kalau wanita itu sungguh menakutkan,


"Ah soal itu, mungkin akan sangat panjang kalo kakak ceritakan, jadi kita lupakan saja yah ." Kata aku mengalihkan pembicaraan,


"Tidak bisa, mau itu sampai pagi aku harus tahu kebenarannya ." Teriaknya semakin marah,

__ADS_1


"Baiklah, "


Setelah menjelaskan di dalam perjalanan itu, bahkan dari hal hal kecil yang tidak penting untuk di ingat sekali pun aku jelaskan dan itu sedikit membuatnya tenang, wajahnya sedikit lebih baik bahkan dengan senyuman itu,


"Apa Rin tidak ikut ." Bertanya aku kepada Tita,


"Ah, tadinya dia ingin ikut tapi Rin sedikit sakit jadi ibu melarangnya ." Jawabnya dengan nada sedikit kasar,


"Begitukah ."


Kedua wanita yang sempat aku pikir tidak saling kenal itu ternyata adalah teman baik, setidaknya tidak ada pertumpahan darah di dalam mobil, aku sendiri sudah tahu kenapa ayahku dulu lebih memilih untuk tinggal bersama dengan ibu di kota sempit ini, ya karena dia tidak ingin meninggalkan apa yang di anggapnya sebuah kebahagiaan, sedikit hal tentang perubahannya ketika dia sendiri memutuskan untuk meninggalkan kota ini adalah dia tidak ingin lebih lama untuk terkurung di dalam kesedihannya, dia sendiri tahu, jika seorang panutan untuk kedua anaknya menjadi ragu dan melarikan diri dari kenyataan maka apa dia pantas untuk di panggil ayah oleh anak dari seseorang yang dia cintai di setengah umurnya,


Sekarang aku mulai menerima kenapa dia sangat memaksa untuk pergi dari kota ini, tapi bukan untuk melupakannya, melainkan untuk menerima kehidupan baru dan berjalan menjalani kehidupan yang baru itu pula, aku ingat betapa egoisnya aku dulu, seberapa ketakutannya aku dulu, seberapa pengecutnya aku, dan aku sadar saat ini adalah apa yang di sebut dengan 'memulai kembali dari awal '.


Saat ini aku sendiri tanpa sadar sudah memasuki sebuah rumah besar dengan model rumah modern seperti kubus yang di susun secara acak, tapi karakteristik model rumah ini sungguh keren, bahkan untuk sekilas aku sedikit kagum, entah kenapa aku merasa kalau ini adalah hal yang pantas aku sesali, jika aku adalah orang yang menginginkan sebuah materialis tapi untukku ini adalah sebuah obyek foto yang sangat indah kawan, apa lagi dengan pemandangan luar yang tidak biasa, tentu jika kita melihat di perkotaan seperti tempat kumuh, setidaknya ini lebih ke arah natural modern, sungguh indah,


"Kakak, jangan langsung keluar ." Nagisa memanggilku tapi aku lebih tertarik untuk memotretnya ketimbang memasukinya,


Mengambil sudut pandang sebelah ujung kiri yang akan memberikan pemandangan taman dan danau buatan yah, termasuk sebuah warna jingga samar yang menjadi keindahan luar biasa di dalam kamera,


"Kau sudah berubah An, sekarang kau lebih mirip ibumu dari pada ayah ." Suara itu datang dari belakang,

__ADS_1


__ADS_2