
Sudah dua setengah hari, Rina tidak datang ke sekolah atau pun terlihat di tempat kerja paruh waktunya. Setiap malam aku mencoba melihat Rina di supermarket tempat dia bekerja, tapi memang sudah dua hari dia tidak masuk.
Aku mulai berpikir jika Rina sedang mengalami masa sulit di dalam hidupnya, bahkan bangku di dalam kelas ini masih aku lihat, tepat didalam laci penuh dengan tumpukan buku dan sobekan kertas tampak kusam penuh dengan debu begitu berantakan tanpa dia baca lagi.
"Apa Rina tidak masuk lagi hari ini An ."Noe bertanya dengan berdiri di samping mejaku,
Melihat seperti aku mengetahui alasan kenapa dia tidak masuk, padahal aku sendiri memang sedang memikirkan Rina, tapi tidak sedekat itu untuk tahu alasannya. dimana dalam beberapa hari lagi ujian kenaikan kelas akan di mulai, dan itu adalah tahap akhir apa dia akan mendapatkan beasiswa atau tidak. beasiswa itu adalah hal yang dia inginkan, tapi setelah aku melihat beberapa lembar surat yang tidak sengaja jatuh kemarin, aku mulai berpikir kembali tentang pengunduran diri Rina.
"Nah Noe, jika kau ingin keluar dari sekolah ini apa alasanmu ." Bertanya aku tanpa melihat ke arahnya,
"Coba aku pikir ."Noe terlihat serius untuk berpikir.
Sedangkan aku hanya mengumpamakan saja,
"Ya, sebagian besar mungkin karena uang, melanjutkan sekolah atau pun sekolah di sini memerlukan biaya yang besar jadi mungkin itu salah satu alasan klise bagi semua orang."Jawab Noe yang memang sejalan dengan pemikiranku,
"Ya sepertinya begitu." aku menjawabnya dalam hati dan membaringkan kepalaku di atas meja.
Karena sejauh ini melihat apa yang terjadi di dalam keluarganya Rina, memang sangat bertumpuk semua masalah tentang keuangan, saudara-saudaranya yang begitu banyak bisa saja menjadi alasan kenapa Rina berpikir ulang, jika dia tidak mendapatkan beasiswa saat kenaikan kelas nanti, mungkin itu kenapa dia membuat surat pengunduran diri,
"Ya, kau mungkin benar ." Gumam aku dengan pasrah.
"Memangnya, apa yang terjadi dengan Rina, " Bertanya Noe,
Apa aku harus menceritakan hal itu kepada Noe, sedangkan aku sendiri merasa Rina sendiri tidak ingin orang lain tahu tentang hal yang terjadi dengannya saat ini,
__ADS_1
"Ah tidak, aku akan ke rumahnya setelah pulang ini ." jawabku.
Noe tidak mengatakan apa pun setelah aku menjawab pertanyaan itu, memang setiap siswa di kelas ini pastinya bertanya tanya, tentang apa yang terjadi kepada Rina, tapi jika aku mengatakan hal mengenai pengunduran diri, aku akan merasa bersalah, Rina telah merahasiakannya, karena mungkin tidak ingin melihat semua orang khawatir.
Untuk aku yang sedang menunggu jam sekolah selesai, waktu terasa begitu lama memutarkan jarumnya, hingga terlalu lama menunggu aku sudah merasa bosan memperhatikan pelajaran dengan tulisan rumus kimia yang terus bertambah di papan itu.
Semua orang tampak tenang memperhatikan dan mencatat, itu karena mereka tidak sedang memikirkan masalah apa pun di dalam hidupnya sekarang. Saat aku berpikir demikian, aku sadari, aku terlalu egois membandingkan masalah yang Rina alami dengan mereka semua yang hanya bisa duduk manis di hadapan guru kelas ini,
"Ya, mereka juga pasti memiliki masalahnya sendiri ."
Itu gumamku yang sedang memperhatikan setiap orang dengan tampang malas dan lemas, aku menghela nafas dan menghembuskan.
Suara dari bel jam pulang telah berkumandang membelah kesunyian sekolah, semua yang tadi bersikap tenang kini berubah seperti beban yang mereka miliki telah terlepas dari atas pundak.
Tapi sebelum guru membubarkan kelas, sebuah kata penutup untuk hari ini adalah mengacu ke ujian akhir sekolah yang akan di adakan dua hari lagi,
"Baiklah untuk sekarang kita akhiri dan ingat berusahalah di ujian akhir nanti, selamat siang ."
Perkataan itu tidak membuatku merasa lega, bahkan membuatku merasa sebuah ketegangan mengenai bagaimana nanti yang akan Rina hadapi.
Perlahan setelah aku meninggalkan sekolah perasaanku terasa begitu berat untuk berjalan menuju rumahnya.
aku memikirkan apa dia ada di rumah, jika memang dia ada di rumah, kenapa beberapa hari ini Rina tidak masuk, aku melewati jalan yang sama jika aku pulang, hanya saja rumah Rina sedikit lebih jauh dari pada rumahku, seperti biasa, aku bisa mendengar suara ombak dengan gemuruh kuat saat membentur karang di tepian pantai, tempat di mana Rea biasa berdiri disana masih tampak kosong.
Walau ini bukan jam saat di mana aku melihatnya berdiri di sana, aku merindukan wanita itu.
__ADS_1
"Jika ada dia aku yakin, perasaanku sedikit lebih tenang ." Aku menggumam saat memperhatikan karang besar yang kokoh di tepian pantai.
Tanganku mengepal, aku marah pada diriku sendiri karena tidak bisa berbuat apa pun saat aku tahu seseorang membutuhkan bantuan sekarang, aku sadar saat ini aku tidak bisa melakukan hal besar yang dapat mengubah keadaan, tapi aku ingin Rina mendapatkan beasiswa itu, dengan memperjuangkan apa yang dia miliki, semua kerja keras yang dia lakukan beberapa minggu ini adalah bukti kalau dia memiliki harapan kuat di dalam hidupnya.
Aku tidak bisa membiarkan harapan gadis pemalu itu hancur, jalan hidup yang begitu keras telah dia perlihatkan, aku juga ingin mengubah hidup ini. berharap ada yang bisa aku lakukan untuk Rina.
Tapi apa yang aku lihat di rumahnya itu adalah suasana seperti biasa, sebuah rumah yang ramai dengan suara anak kecil dan keributan seperti hari kemarin saja, aku dengan sikap yang biasa mendekat dan melihat,
"Permisi ." Kata aku berdiri di depan pintu,
Semua orang melihat ke arahku, dari semua adiknya Rina hanya dia sendirilah yang tidak ada di ruangan ini.
Sedangkan dari salah satu adiknya Rina berjalan mendekat, mungkin dia adik ke lima yang perlahan dan meminta aku untuk menggendongnya,
"Kakak temannya mbak Rina, kenapa datang ke sini, gak bareng sama mbak Rina ."
Apa maksudnya itu, aku yang mengira dia ada di rumah atau pun sedang melakukan apa, tapi ternyata dia tidak ada di sini,
"Ah, sepertinya begitu ." Aku menjawab dengan tersenyum,
Si adik ke dua mendekat dan mengatakan sesuatu,
"Mbak Rina sedang mengantarkan ibu ke rumah sakit, jadi mbak Rina tidak bersama dengan kakak An ."
Aaku mengerti, ya itu alasan kenapa dia tidak bisa masuk sekolah untuk beberapa hari ini.
__ADS_1