Aurora Tanpa Warna

Aurora Tanpa Warna
Masa depan


__ADS_3

ibu Rea melihatku dengan tatapan mata sendu, wajahnya yang tercampur dengan keriput dan senyuman sama dengan wanita difoto yang Noe temukan waktu, bergegas aku mencari di dalam tas, aku menemukan foto dan menunjukkan kepadanya.


"Ah, dari mana kau dapatkan ini, sungguh kenangan indah yang berharga ." Sebuah senyum itu seperti menunjukkan perasaan rindu ketika mengingat sesuatu.


Rea mendekat ke sampingku dan dengan tenang dia menggenggam tangan, ibu dari Rea memperhatikan, cara dia tersenyum seperti melihat hal yang menarik.


"Jadi sejak kapan kalian berpacaran ." Pertanyaan kejutan dan itu berhasil membuat kami terkejut


Rea dengan gugup melepaskan tangan dan menggeleng, wajahnya memerah merona menahan malu.


"Ti...tidak mama, kami belum pacaran ." Jawab Rea dengan malu malu.


"belum, jadi kalian tentu berniat berpacaran."


"Masih dalam proses Tante."


Aku sendiri hanya tersipu malu mendengar perkataan itu dan menjawab seadanya.


langkah kaki cepat datang dari arah dapur, dia Nagisa yang dengan terkejut melihat siapa ibu dari Rea.


"Profesor Tina." ucap Nagisa memanggil namanya gemetar.


Saat nagisa memanggil Tante tina seperti itu, wajahnya menjadi pucat dan mundur beberapa langkah, Nagisa bermaksud untuk pergi, tapi tangan dari tante Tina bergerak dengan cepat menangkap.


"Oh, pantas saja aku tidak melihatmu di sekolah, ternyata kau pindah di sini nona Nagisa." Katanya dengan nada marah.


"Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku ."


Nagisa coba memberontak namun percuma.

__ADS_1


Dia menangis melihat senyuman jahat Tante Tina dan terus meminta maaf hingga dia sudah tidak sanggup untuk berdiri.


di ruang keluarga kami menjamu kehadiran profesor yang menjadi guru Nagisa.


mereka berdua sedikit bercerita tentang hubungan antara Nagisa dengan ibu dari Rea ini. dan ternyata dia adalah kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah dari sekolah lama Nagisa.


aku mengerti kenapa dia begitu takut ketika melihat raut wajah menakutkan tante Tina saat tahu bahwa Nagisa ada di rumah lama temannya.


"Kau itu, pindah sekolah tanpa sepengetahuan tante, ayahmu sampai datang dan mengajukan surat pindah dengan wajah marah." Kata tante Tina dengan nada berat.


"Maafkan aku, maafkan aku ." Nagisa terus meminta maaf dengan ekspresi seperti menderita,


dari semua cerita itu, entah kenapa aku sedikit mengerti kenapa Nagisa tidak terganggu dengan adanya Rea di sini. karena dia sudah mengenal Rea. walau Rea sendiri tidak mengenal Nagisa,


"Jadi An, apa setelah lulus kau ingin bekerja di sekolah tante, tentunya setelah kau memutuskan untuk menikahi Rea ." Terkejut aku mendengar perkataan Tante Tina,


Sebuah pemikiran yang sangat jauh, terencana dan mengerikan, seakan mau mengendalikan masa depan.


"Kenapa kau begitu pusing memutuskannya, kau itu anak jenius, bahkan di luar sana jika mendengar namamu, tentu saja mereka pasti sudah akan memutuskan untuk menempatkan kamu posisi menggiurkan, apa yang membuat mu begitu ragu" Kata tante Tina dan apa yang di katakannya membuatku sedikit kesal.


"Aku benci dengan panggilan anak jenius itu, karena aku sendiri masih belum bisa memikirkan apa keinginanku, mereka hanya mengincar pengetahuan yang aku miliki, tapi jika aku tidak memilikinya lagi, apa yang bisa aku lakukan dan aku tidak menginginkan hanya menjadi budak dan terus di gerakkan ." Jawab aku dengan nada kesal.


"Kau sudah berubah An, " Tersenyum tante Tina melihat ke arahku.


Dia memang tahu seperti apa aku di masa lalu, bahkan semua pembicaraan selalu tepat untuk mengingatkan aku ke semua kejadian ketika aku masih terkurung di dalam kesepian.


"Ya, aku hanya mencoba untuk mengikuti apa yang aku inginkan dan juga sekarang aku memiliki sesuatu dimana harus dilakukan, aku ingin memperbaiki masa depan yang telah hancur di dalam keluargaku ." Tante Tina tersenyum, dia terasa puas dengan semua perkataan yang aku sampaikan.


dia tidak menanyakan hal yang lebih panjang, dia langsung berbisik ke telinga Rea, selama beberapa detik, wajah Rea semakin memerah dan bahkan terkejut secara mendadak,

__ADS_1


"Mama, jangan seperti itu, aku pasti akan melakukannya ." Kata Rea dengan wajahnya begitu merah,


Aku penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, hanya saja aku tidak mungkin menanyakan hal itu, tapi senyuman dari tante Tina, sungguh membuatku merinding untuk beberapa alasan.


"Baiklah, sepertinya Rea baik baik saja, jadi tante akan pergi dulu, " Kata tante Tina dengan santai berdiri dari kursinya.


Tante Tina seperti selesai untuk tujuannya dan merapikan pakaian.


"Bukannya tante mau menjemput rea." Aku kembali bertanya, tapi dia tersenyum dan membalas.


"Tujuan awal ku memang begitu, tapi setelah melihat Rea baik baik saja, tante tidak khawatir lagi."


Aku mengantarkan ke depan rumah, tapi saat dia akan memasuki mobil, tante Tina membisikan sesuatu...."Jangan melakukan hal aneh dulu, bersabarlah sampai kalian menikah yah ." Tentu dari perkataannya itu membuatku terkejut,


Aku tidak menyangka, tante Tina mengatakan hal aneh.


"Tentu saja aku tidak akan melakukannya sekarang." Teriak aku yang masih bingung untuk cara berpikir Tante Tina.


Sebelum mobil itu berjalan, aku mengatakan apa yang ada dalam pikiranku..."Maaf tante, sebelum itu, tolong pertimbangkan apa yang tante putuskan, demi kebahagiaan Rea tentunya."


"Ya, aku tahu itu, jadi tolong jaga anak tante yah Yoan dan juga datanglah ke rumah ayahmu, dia pasti akan senang ." Kata tante Tina dengan serius.


"Mungkin setelah ujian akhir ini selesai, aku bersama dengan Nagisa akan pulang untuk menuntaskan semua masalahku ."


"Baiklah, terima kasih Yoan, jaga dirimu." Aku melihatnya pergi.


ini seperti yang aku harapkan, dia wanita tua sebagai seorang ibu, baginya, Rea adalah segalanya untuk dia miliki, lebih dari apa pun.


Rea mungkin menjadi satu satunya alasan kenapa dia harus memikirkan kebahagiaan anaknya di masa depan, walau itu adalah jalan yang pahit untuk dia pilih,

__ADS_1


hanya saja, untuk mencapai masa depan aku harus memperbaiki suasana hati dari adik kecilku sekarang. wajahnya sudah murung sejak melihat ibunya Rea yang menjadi kepala sekolah dari sekolah lamanya datang kemari.


__ADS_2