
Apa itu takdir, dalam tutur bahasa manusia yang menjelaskan seperti apa takdir itu, mereka hanya mengerti tentang sebuah perjalanan hidup untuk setiap manusia di dunia. hidup dan mati, itu adalah sebuah kepastian yang tentu akan terjadi.
Sejauh apa kita menjalani hidup dengan berbagai macam cara, semua akan berakhir ketika nafas tidak lagi berhembus, semua memiliki perhitungan, tidak ada satu mili meter pun terlewat, semuanya sesuai dan setara untuk setiap manusia tanpa ada manipulasi atau pun penipuan, semuanya adil dan itulah yang manusia terima dari pencipta mereka.
Walau terkadang mereka sendiri tidak mengerti dengan benar tentang cara untuk hidup, apa yang telah mereka lakukan, hingga berakhir tanpa tahu apa pun alasan dalam hidup mereka.
Ada pula manusia yang sudah bekerja sedemikian keras, tapi tetap mereka hanya bisa mendapat keberhasilan, dan juga yang hanya bekerja dengan asal saja tapi setumpuk kertas bergambar Eiichi Shibusawa sudah ada di genggaman tangan.
Itu adalah keberuntungan yang mereka miliki, tapi hidup bukan bertumpu kepada seberapa banyak kita mendapatkan harta di dunia ini. semua adalah tentang sebanyak apa kita memanfaatkan hidup dari apa yang di dapatkan.
Sungguh sangat indah rencana sang pencipta kita, tidak lepas dari itu semua, kita yang hanya sebagai seorang murid dari sekolah kumuh pun sama, bercerita tentang apa yang kita dapatkan setelah menuntut ilmu bertahun tahun di dalam kelas.
Ada sebuah film yang mengatakan.. "Sepuluh tahun lagi, walau aku tidak tahu apa itu logaritma, hidupku akan baik baik saja, apa kau percaya ?."
Ya kita percaya, logaritma bukanlah sebuah rumus untuk mendapatkan kebahagiaan di dalam hidup, tapi kerja keras untuk belajar dan mengerti tentang seperti apa logaritma itulah yang membuat kita tahu.
Tidak peduli seperti apa masa depan akan terus terhubung dari apa yang kita lakukan di masa lalu, saat kita belajar sedemikian keras untuk mengerti berbagai macam rumus matematika, di masa depan itulah kita belajar tentang berbagai macam rumus kehidupan.
Semuanya saling terhubung tidak ada yang terlepas dari namanya usaha, walau semua itu akan kembali kepada bagaimana kita menjalani hidup di dunia ini.
__ADS_1
Maka dari itu aku ingin melihat seberapa keras Rina berusaha, si wanita pemalu untuk mengubah kehidupan yang telah terjerat oleh rantai pengikat di mana kebahagiaannya telah tertawan dengan keterbatasan untuknya bergerak.
Walau sampai sekarang aku masih tidak melihat di mana dia berada, bangkunya masih kosong dan tidak ada tanda apa pun kalau dia akan masuk di ujian hari terakhir ini.
Aku berharap, untuk dirinya, untuk apa yang dia inginkan, sesuatu yang begitu besar agar dia mampu menatap masa depan dengan kerja kerasnya.
Aku terus saja memperhatikan setiap detik di jam dinding tembok depan kelas, perasaan yang begitu mengkhawatirkan, aku bahkan merasa sesak untuk menghembuskan nafas ini, perasaan yang sama ketika aku memasuki ruangan dari kamar itu, gelap dan menakutkan, bukan berarti angker atau apa itu, hanya saja sebuah ketakutan karena mengingat saat itu, di mana jasad dari sang ibu yang aku cintai berbaring tidak bernyawa, semua itu adalah ketakutan, perasaan akan kehilangan yang membuatku mengurung diri dari dunia luar dan waktu terus berjalan.
Jam ujian yang telah di mulai membuatku masih berharap dia datang walau dengan wajah penuh keringat dan kekhawatiran, aku mengharapkan itu, tapi bangku kosong di pojok depan kelas itu masih tetap kosong, hingga akhirnya tidak tersisa sekali pun kesempatan datang untuk memperbaiki keadaan, aku telah gagal dan ini adalah kegagalanku karena tidak bisa menyelamatkan satu harapan besar yang tertanam di kehidupan rapuh wanita pemalu itu,
"Nah Noe apa kau tahu apa yang terjadi dengan Rina ."Saat aku bertanya, wajah noe tampak bingung dan mengatakan,
"Kalau aku tahu untuk apa aku bertanya ." Balas aku
Sejenak aku mendengarkan apa yang di katakan olehnya,
"Tadi waktu aku datang ke sekolah, dia baru keluar dari ruang kepala sekolah, wajahnya murung, tampaknya ada sesuatu yang kita tidak tahu ." Kata Noe dengan wajah seriusnya,
"Ya, dia memutuskan untuk mundur dari sekolah ." Balas aku mengatakan rahasia yang aku sembunyikan sampai sekarang,
__ADS_1
Noe terkejut mendengar apa yang aku katakan,
"Memangnya kenapa, mendadak begitu dia memutuskan untuk keluar ."
"Sebenarnya aku sudah tahu sebelum ujian, maka dari itu aku mencoba untuk menyemangatinya, tapi dia sudah memutuskan apa yang dia inginkan dan juga keluarganya itu adalah alasan utama ." Kata aku mengatakan semua kepada Noe.
Bahkan Noe yang tidak begitu dekat dengan Rina pun seperti tersengat listrik tegangan tinggi untuk memahami semua ini, termasuk untukku, aku yang ikut berjuang hingga sekarang, mempertaruhkan segala yang aku bisa lakukan untuknya, tetap saja takdir berkata lain, dia yang memutuskan dan dia sendiri yang menjalani kehidupannya, bahkan tembok terakhir untuk berjuang telah runtuh menghancurkan harapannya dan di sini aku hanya melihat sisa dari kerja keras dalam pembuktian, bahkan setiap sisa penghapus dari pensil di atas mejanya masih tersisa dan itu adalah saksi bisu betapa dia sudah melakukan yang terbaik, aku marah, aku seperti pecundang, yang bahkan untuk menyelamatkan satu orang pun aku tidaklah mampu.
"Aku akan pergi ."
"Mau ke mana kau An ."
"Aku ingin melihat keadaannya ."
"Aku ikut ."
Untukku sendiri aku ingin memastikan apa dia baik baik saja, aku berusaha agar dia tidak menjadi sepertiku setidaknya ini hal terakhir yang harus aku selesaikan, bukan sebagai pecundang yang melarikan diri dari dunia dan terkurung di dalam kotak hitam tanpa tahu seperti apa kehidupan yang indah.
Jauh perjalanan ini membuatku lelah, entah kenapa jalan yang biasa aku lalui terasa begitu jauh, apa yang dia putuskan memang seharusnya aku tidak memiliki hak untuk ikut campur di dalam kehidupannya, aku sendiri hanya seseorang yang cuma lewat dan menghilang setelah semua ini berakhir, seperti biasa aku hanya mengikuti keinginanku untuk menyelesaikan apa yang telah aku mulai, tidak melarikan diri seperti dulu, karena sekarang aku sudah cukup kuat untuk menerima kenyataan pahit di dalam kehidupanku sendiri.
__ADS_1