Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 11 Pesta Miras


__ADS_3

"Bos, lu mau Pulang kemana? Tanya Yoga .


" Gw ada rencana mau ke rumah kakek gw sih tapi gak tau deh jadi apa enggak" ucap Ruzen.


''Mau di temenin gak Bos'' Rion menawarkan dirinya untuk menemani pergi kerumah kakeknya.


"Kagakkk usahh,, ntar lu paling mau minta duit sama kakek gw kan. Biasanya kan lu begitu" ucap Ruzen menolak tawaran Rion.


"Yaelah bosss, gitu amat lu ama temen" Ucap Rion.


"Udh lu ke markas aja, temenin bang Ali. Kasian dia ngeduda mulu'' Ucap Ruzen kepada kedua sahabatnya.


" oke deh, tp ntar klo kakek ngasih duit, bagi bagi ya " ucap Rion .


"Aman dahhh,, sono lu" ucap Ruzen yang mengusir Rion dan Yoga.


"Kak Ruzen tumben sndirian" tanya Tia yang mengkagetkan Ruzen.


"Eh tiaa. Iya nih. Mau ketempat kakek rencananya. Tadi si Rion ama Yoga mo ikut tp ga gw bolehin" ucap Ruzen kepada Tia.


"Kenapa? Mau ikut?" ucap Ruzen mengajak Tia.


"Eh engga kak, Tia mau langsung pulang, mau bantu ibu" Ucap Tia yang menolak ajakan Ruzen.


"Oooo yaudh, salam buat ibu yaa. Maaf blm sempet main lagi" ucap Ruzen.


"Iya kak, gapapa lain kali aja main ke kafe lagi" ucap Tia.


"Yaudh gw pergi dlu ya, assalamualaikum." ucap Ruzen yang langsung meninggalkan Tia dan Hilma di depan Gerbang sekolah.


"Walaikumsalammm" ucap tia dalam hati.


"ayok lanjut pulang" Ucap Tia kepada Hilma yang dari tadi hanya menyimak.


"Siap Tuan putri" ucap hilma yang membuat Tia Tertawa.


°°°°°°°


"Permisi pak, Kakek ada?" Tanya Ruzen kepada Satpam yng menjaga Rumah kakek.


"Eh Tuan, ada tuan. Kakek ada di dalam tuan" ucap pak prayitno sambil membukakan gerbang Rumah kakek.


"Terima kasih pak" ucap Ruzen.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Ruzen sambil mengetuk pintu rumah kakek nya.


"Walaikumsalam" ucap Bi momon yang mebukakan pintu.


"Loh adennn, masuk masukk den." ucap bi momon yang mempersilahkan Ruzen untuk masuk.


"Makasih bikk" ucap Ruzen dan langsung duduk di kursi sofa mewah.


"Biar bibik panggil kan Tuan Heri , aden mau minum apa biar bibik buatkan" ucap bi momon.


"Apa aja bikk asal jangan racun" canda Ruzen.


"Yaudh biar bibik panggilkan tuan heri dulu" ucap bi momon yang langsng meninggalkan Ruzen di Ruang tamu.


"Cucu laknat kuu, msh inget rumah kakek?" ucap kakek Heru yang bercanda dgn cucu nya.


"Alhhamulillah baik kek" ucap Ruzen yang langsung memeluk kakek nya.


Karena sudah lama Ruzen tidak mengunjungi kakek nyaa.


"Kenapa tangan mu di perban?" tanya kakek Heri.


"Biasa lah kek anak mudaaa,, jatuh sewaktu balapan" ucap Ruzen menjelas kan mengapa tamgan nya di perban.


" kenapa ga mati sekalian biar ga minta in uang kakek lagi" canda Heri.


Ruzen dan kakek nya memang begitu kalau bercanda karena memang sudah dari dulu Ruzen akrab dengan kakek nya.


"Biar kakek tebak, Pasti si arman dan Lusi tdk perduli dengan keadaan mu yg sekarang. Iyakan?" tanya kakek nya.


"Yap betul kek. Sebenernya Ruzen tu anak mereka bukan sih kek.?" tanya Ruzen.


"Kakek pun gk tau dengan pikiran mereka. Semenjak Lusi menikah dngan Arman, dia berubah. Entah apa yg di lakukan Arman sampai anak ku bisa berubah seperti itu" ucap Heri yg sedikit geram.


"Emang dulu mama baik kek?" tanya Ruzen yang penasaran.


''Baik banget. Kakek dulu selalu memanjakan Ibu mu" ucap heri.


"Trs kenapa sekarang kakek ga mau menegur mama?" tanya Ruzen lagi.


"Ibu mu selalu menyakiti mu, sedangkan Ruzen adalah Cucu kesayangan ku jd mana mungkin aku terima jika cucu kesayangan ku di sakiti ." ucap Heri.


"Ooooo cucu kesayangannn, berarti boleh dong Ruzen minta uang" ucap Ruzen sambil cengengesan.

__ADS_1


"Cucu bangsat,, bisa nya morotin gw trs" ucap kakeknya yang sambil tertawa.


"Udh cepetan minta uang kek, Ruzen mau ke markas nih" ucap Ruzen yg mendesak kakek nya.


"Yaudh kakek ambilkan dlu" ucap Heri yang meninggal kan Ruzen untuk mengambil uang.


Setelah menunggu beberapa saat,, kakek Heri pun kembali dengan uang yg cukup banyak di tangan nya.


"Nih 5 juta, nanti kalo kurang kakek transfer" ucap Heri menyerahkan uang kepada Ruzen .


"terima kasih kakek yg paling ganteng sedunia" ucap Ruzen berterima kasih.


"Halah giliran gni aja sok muji muji kakek, dasar laknat" ucap Ruzen yang sedikit ngomel.


"Yaudh kek, Ruzen pamit dulu, udh di tunggu sama anak anak" Ruzen pun bersalaman dengan kakek nya.


"Kapan kapan main lagi, biar kakek kasih uang lagi" ucap kakek nya.


"Oke aman kek, assalamualaikum" ruzen berpamitan.


"Walaikumsalam" ucap Heri.


Sesampai nya di markas, Ruzen memanggil Rion dan Yoga untuk membeli Minuman untuk mereka pesta mlm itu.


"On, lu beli minuman gih sama yoga. Udh lama bet ga minum nih" perintah Ruzen.


"Yakin lu bos, ntar klo Tia tau habis lu" ucap Rion memperingat kan Ruzen .


"udah tenang, dia gabakal tau" ucap Ruzen meyakinkan Rion.


"Jangan lupa beli makanan buat tambul minum, biar makin cepet naik" ucap Ruzen sambil menyerah kan uang pemberian kakek nya tadi.


"Siap boss" ucap Yoga yang mengacungkm jempol ke arah Ruzen.


Rion dan Yoga pun bergegas untuk memberi minuman yg di pesan Ruzen.


Setelah Rion dan Yoga kembali ke markas dengan membawa minuman dan beberapa makanan ringan, Ruzen,Rion,Yoga,Bg ali dan beberapa anggota gang yang saat itu ada di markas pun memulai pesta mereka dengan menengguk beberapa anggur merah. Berbeda dgn yg lain, Ruzen hampir menghabiskan satu botol sekaligus yang membuat ia cepat merasakan efek dari minuman yg ua minum.


Malam itu, Ruzen cukup banyak meminum Anggur merah yang mebuat Ruzen muntah muntah akibat mabok. Ruzen tak kuat untuk berdiri dan bahkan dia hanya terbaring di markas yang membuat ia tertidur sampai pagi. Sedangkan Rion dan Yoga hanya meminum beberapa Teguk yang membuat mereka tidak seperti Ruzen.


°°°


Pagi hari, suasana di SMA Garuda tampak seperti biasanya. Siswa siswi yang berlalu lalang saat pelajaran belum di mulai. Begitu pun dgn Tia dan Hilma yang saat itu baru saja tiba di sekolah dan kebetulan ber temu dengan Rion dan Yoga.

__ADS_1


"Kak rion kak yogaa, " ucap Tia memanggil mereka berdua.


"Eh Tia ., ada apa nih?" tanya Yoga yang penasaran.


__ADS_2