Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Eps 73 Jahil


__ADS_3

Yoga dan juga Rion memejamkan mata mereka lalu membuat reaksi seakan mereka sedang muntah, Rian hanya melirik


sinis ke arah kedua sahabat Ruzen itu


lalu kembali menoleh ke arah Sigit dengan senyuman.


"Saya kan sudah pernah bilang kak, jangan panggil saya pakai embel embel kak." Ucap Rian.


"Nama saya Rian kalau kakak lupa." Ucap Rian.


Sigit manggut-manggut, "Oh iya saya hampir lupa kalau saya pernah kenalan sama kamu sebelumnya." Ucap Sigit berdusta, pasalnya tanpa berkenalan sekalipun Sigit sudah tau semua tentang Rian.


"Ya maklum lah bang, tadi siang habis makan apa aja lo lupa, apalagi buat mengingat sesuatu yang nggak penting." Sahut Yoga membuat Rian reflek menatap ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Kasihan ih kak." Bisik Tia tepat di samping telinga Ruzen.


"Nggak papa sayang, sesekali dia perlu tau gimana rasanya di rendahkan, di sebut sebagai orang yang tidak penting dan di anggap remeh." Ucap Ruzen ikutan berbisik.


Tia hanya bisa menghembuskan nafas pelan, sebenarnya ia memang kasihan pada Rian jika harus menghadapi kak Ruzen and the genk yang kalau udah benci nggak setengah setengah ini.


Tapi di sisi lain Tia juga ingin sekali melakukan lebih dari yang di lakukan Ruzen and the genk saat ia mengingat tentang apa yang di dapatkan oleh Ruzen saat ia berada di tengah tengah keluarganya.


"Datang kesni mau jengukin Ruzen ya kak?" Tebak Rian dengan senyuman, ia mencoba ramah dengan Sigit siapa tau saja ia bisa memikat hati kakaknya baru adiknya.


"Iya nih , mau jengukin adek kandung saya satu satunya, sama sama jengukin adek ipar kesayangan saya." Jawab Sigit membuat senyum di wajah Rian perlahan memudar, sedangkan Rion dan Yoga langsung membekap mulutnya masing masing agar tawanya tidak keluar.


"Kenapa lo?" Tanya Sigit memancing dan pura pura tak tau


"oh, enggak kok kak." Sahut Rian kikuk.


"Sebenarnya kita kelewatan nggak sih ini?" Tanya Ruzen kembali berbisik dengan terkekeh kecil.


"Kayanya sih enggak deh kak." Jawab Tia yang juga ikutan berbisik membuat keduanya tertawa kecil pelan.


"Yaelah iya deh pengantin baru bisik bisik mulu." Ucap Yoga membuat semua orang menoleh ke arah Ruzen dan Tia secara bersamaan. setelah itu, Yoga menyenggol


lengan Rion dengan menggunakan sikunya.


Rion mengangguk paham lalu tersenyum miring, "Ah elah, bisik bisiknya nanti lagi kek kalau di kamar. Katanya barusan udah." Ucap Rion membuat mata semua orang

__ADS_1


yang ada di sana melotot termasuk Ruzen dan juga Tia.


Jujur tidak ada yang menyangka kalau Rion akan memanas manasi Rian dengan cara yang sampai sana.


"Ah elah On, kaya nggak tau aja lo." Ucap Ruzen seraya terkekeh pura pura malu.


"Lah, kan emang kita nggak tau bos." Ucap Yoga, "Emangnya lo lupa kalau kita semua pada jomblo akut semua." Sambung Yoga yang di angguki oleh Rion dan juga Sigit.


"Iya juga sih, yaudah deh, kalau gitu kita nggak usah bahas ini lagi, nanti lo pada pengen lagi." Ucap Ruzen manggut manggut.


Rian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia merasa sedikit kebingungan dengan pembahasan.orang orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Nggak usah di dengerin bang, temen temen gue emang kadang suka sengklek otaknya." Ucap Ruzen.


"Kita kan cuma pengen tau, iya nggak On?" Tanya Yoga kemudian menoleh ke arah Rion meminta pendapat.


"Iya bener banget tuh." Ucap Rion mengangguk membantu melancarkan aksi mereka.


" Sebenernya nikah itu enak nggak sih boss?" Tanya Rion kemudian.


"Ya enak lah, apa apa ada yang nemenin, kalau abis mandi rambut di keringin, kalau tidur harus di peluk sama di elus elus dulu kepalanya. Sama kalau mau tidur wajib di cium dulu." Jawab Ruzen yang berhasil


membuat kedua tangan Rian terkepal di atas lututnya.


kepanasan?


"Mantep, Tia emang hebat banget sih kalau menurut gue." Ucap Yoga yang di angguki oleh Rion, Sampai sampai Ruzen si muka lempeng aja bisa jadi bucin parah gitu." Sambung Yoga yang lagi lagi di angguki oleh Rion.


"Enak aja muka lempeng! Gini gini gue juga penyayang." Ucap Ruzen seraya merangkul pundak Tia membuat pundak Tia menempel dengan lengannya.


"ya kan sayang?" Ruzen menunduk menatap Tia yang hanya diam saja enggan ikut menjahili Rian.


"Terus buat yang itu udah kah?" Tanya Yoga.


"Apaan tuh?" Sahut Rion dengan mata melirik ke arah Rian, terlihat bahwa laki laki itu kini juga tengah menatap ke arah Tia dan juga Ruzen dengan kedua alis yang tertaut pertanda bahwa dirinya tidak suka.


selain itu Rion juga dapat melihat bahwa saat ini kedua tangan Rian masih terkepal kuat di atas pahanya sendiri.


"Heleh sok polos lo!!!" Ucap Yoga yang langsung membuat Sigit dan juga Rion tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Udah belum nih boss?" Tanya Rion.


"Udah dong setiap hari." Jawab Ruzen sekenanya.


"Pada bahas apaan sih?" Tanya Rian tak suka dengan pembahasan mereka saat ini.


"Ini loh, kita lagi sharing sama yang udah berpengalaman." Ucap Sigit menoleh ke arah Rian hingga membuat Rian dengan segera menormalkan ekspresi dan raut


wajahnya.


"Terus lo berdua kapan rencana mau punya anak?" Tanya Yoga."emangnya lo berdua udah siap jadi orang tua?" Sambung Yoga.


"Kalau gue mah siap." Sahut Ruzen dengan yakin.


"Kalian kan masih sekolah." Ucap Rion memperingatkan.


"Nggak masalah, lagian nggak ada hadist yang melarang menikah dan memiliki anak saat masih di bangku sekolah kan sayang?" Tanya Ruzen menoleh ke arah Tia, Tia menggelengkan kepalanya sebagai


jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Ruzen.


"Weh.... Pengaruh Tia emang the best banget lah." Ucap Rion.


"Bos gue yang biasanya ngucapin anjing,


babi, bangsat dan bajingan sekarang


nyebutin hadist dong." Sambung Rion


yang kembali mengundang tawa Yoga.


"Nggak usah di sebut juga kali kata kata makiannya." Ucap Sigit yang membuat Rion terkekeh.


"Yang sabar ya Tia ngadepin bos kita." Ucap Rion.


"Tia mah selalu sabar." Bukan Tia melainkan Ruzen yang menjawab ucapan Rion, "Nggak cuma sabar, tapi juga penyayang, cantik, perhatian juga paling ngertiin sama suami. Pokoknya paket komplit deh." Ucap Ruzen.


"Bad boy kaya gue bisa dapetbspek bidadari surga tuh masya Alloh banget." Ucap Ruzen.


"Ya kalau gue pribadi sih mendingan adek gue nikah sama bad boy yang punya usaha buat berubah dari pada sama cowok pinter dan berprestasi tapi di dalam hatinya

__ADS_1


cuma ada dendam doang." Ucap Sigit.


"Iya nggak ? Gimana menurut kamu, apa yang saya ucapin bener nggak?" Tanya Sigit menoleh ke arah Rian.


__ADS_2