
Mau langsung mandi atau mau duduk dulu?" Tanya Tia.
"Langsung mandi aja dehh, " Ucap Ruzen yang langsung meminjam anduk milik Tia.
"Yaudh kakak mandi ya, biar nanti Tia pinjemin baju ke bang sigit" Ucap Tia.
Ruzen pun langsung bergegas menuju kamar mandi yang ada di kamar Tia.
Tak butuh waktu lama, Setelah 15 menit Ruzen berada di kamar mandi ia pun keluar hanya menggunakan handuk yang di lilit kan di pinggang nya.
Dia tidak melihat Tia ada di kamar, dia pun hanya melihat lihat kamar Tia yg bernuansa abu abu ke hitam hitaman. Kamar yang begitu Rapih dan bersih . sangat berbeda jauh dengar kamar Ruzen di rumah yang sangat berantakan, kotor, dan banyak baju bergelantungan di mana mana.
"Kak Zenn." Pangil Tia dari belakang.
"Eh Tia." Ruzen langsung menoleh ke belakang dan sedikit kaget dengan kemunculan Tia.
"Ini bajunya kak" Ucap Tia sambil menutup pintu kamar nya.
Ruzen hanya terdiam kikuk.
"Ini bajunya kak Zenn" ucap Tia sekali lagi sambil menyodorkan baju yang ada di tangan nya.
"Terima kasih," Ucap Tuzen.
Tia pun hanya tersemyum dengan perkataan Ruzen barusan.
Setelah berterima kasih, Ruzen pun langsung mengenakan baju yang di pinjam dari bang sigit.
"Oh iya, kakak mau nanya , kok sepertinya Tia suka banget dengan warna abu abu dan hitam, semua barang-barang Tia warnanya hitam dan abu abu." Ucap Ruzen sambil memakai baju.
"Iya, dari dulu Tia suka warna abu abu dan hitam kak. Karena menurut Tia itu warna yang elegan menurut Tia."
Jawab Tia yang sambil memandangi Ruzen suaminya.
"Pantesan ajaa" Ucap Ruzen yang kali ini memakai celana nya.
"Kakak gasuka sama warna kamar Tia ya? Atau mau ganti warna kak" Ucap Tia.
"Eh enggak, Kakak suka sama warnanya kok. Jadi keliatan lebih rapi." ujar Ruzen.
"Gak papa kok kak kalau emang mau ganti warnanya. Kan sekarang ini jadi kamar kakak" Ucap Tia sambil tersenyum.
"Udah gini aja gak papa. Eh Ngomong ngomong kamu gak gerah pakai cadar di kamar gini?" Tanya Ruzen pada Tia.
"Enggak kak, karena Tia suah terbiasa pakai ini jadi gak terasa gerah. Kak Ruzen gerah ya? Mau di hidupin ac nya enggak? " Tanya Rum sambil mencari remot Ac di kamar nya.
__ADS_1
"Engga kakak engga gerah kok, Emang kalau di kamar lepas cadar tuh boleh kan?" Tanya Ruzen yang basa basi.
"Enggak papa kok kak, Kak Zen mau Tia buka cadar? Tanya Tia.
" em bukan gitu ehh" Ucap Ruzen yang gelagapan.
"Maksud kakak tuh nanya doang, boleh enggak sih kalau buka cadar di kamar'' ucap Ruzen yang panik.
" Boleh kok kak. Tia buka yah " Ucap yang tangan nya masuk ke dalam hijab yang ia pakai untuk melepas kan ikatan cadar di belakang kepalannya.
Mata Ruzen pun terbuka lebar saat Tia akan membuka cadar nya. Dan ketika cadar nya sudah terbuka, Ruzen pun langsung mengalihkan pandangannya karena tak kuat menahan paras cantik sang istri.
"Kak Zen," Panggil Tia.
"Ehhh emmm iyaa ehh" Ruzen menutup matanya karena belum mau menatap wajah cantik istrinya.
"Kak" ucap Tia sambil memegang lengan Ruzen yang membuat Ruzen kaget dang langsung berdiri. Begitu pun juga Tia yang ikutan kaget .
"Ada apa kak?" ucap Tia sambil mendekati suaminya.
"Tunggu dulu. Jangan mendekat." Ucap Ruzen.
"Kenapa kak?" Tanya Tia yang heran dengan sikap suaminya.
"Bentar dulu, otak kakak ngelag gara gara melihat wajah cantik mu" Ucap Ruzen yang sukses membuat Tia tersenyum.
Tia pun hanya tersenyum melihat tingkah lucu suaminya.
°°°°°°°°°°
Sekitar jam 10 malam, Ruzen yang saat itu sudah merasakan kantuk yang luar biasa pun ingin cepat cepat tidur di kasur.
"Tia, tidur yuk. Udah malem" ajak Ruzen.
"Ayok kak, Tia juga udah mulai ngantuk ini." ucap Tia sambil menguap.
"Yok sini kakak bantu naik ke kasur" Ucap Ruzen yang sedang mendekat ke tubuh Tia.
Tia pun sedikit takut karena Ruzen mendekati dirinya.
Setelah mendekat, Ruzen langsung menggendong tubuh istrinya untuk di angkat menuju kasur .Tia yang tadinya takut pun kini malah tersenyum atas perlakuan lembut Ruzen.
Setelah itu, Ruzen langsung mengambil posisi tidur di sebelah istrinya. Ruzen tidak berani tidur terlaku dekat dengan istrinya karena masih malu malu.Ruzen tidur membelakangi istrinya. Tetapi Tia malah sebaliknya, tidur menghadap suaminya sambil menatap punggung Ruzen.
°°°°°°°°°°°
__ADS_1
Sekitar pukul dua pagi, Tia terbangun karena akan melakukan Sholat tahajud. Ia pun berinisiatif untuk membangunkan Ruzen yang pada saat itu tertidur sangat pulas.
"Kak Zennn, bangun dulu kak" Ucap Tia perlahan.
"Iya kenapa, Pagi pagi buta gini kok bangunin" Ucap Ruzen sedikit kurang jelas.
"Tia mau sholat tahajud kak, kakak mau ikut?"
"Hmm boleh deh. Sekalian kakak mau belajar baca Al Quran lagi biar lancar." Ucap Ruzen yang langsung berdiri dan bergegas mengambil air wudhu.
Setelah lima menit di kamar mandi untuk wudhu, Ruzen keluar dengan Rambut basah nya yg membuat mata Tia tak berkedip memandanginya.
"Tiaa, Cepet wudhu dulu" Ucap Ruzen membuyarkan lamunan Tia.
"Eh iya kak maaf, tunggu sebentar yaa" Ucap Tia gelagapan.
Sampai beberapa saat kemudian Tia selesai Wudhu, dengan lengan bajunya yang ia lipat sampai sebatas siku sehingga Ruzen dapat melihat kulit tangan Tia yang mulus itu.
"Sudah kak" Ucap Tia.
"Eh iyaa. Mau sholat bareng?" tanya Ruzen.
"Iya kak, imamin Tia ya." Ucap Tia sambil tersenyum.
Setelah selesai mengerjakan solat tahajud, Ruzen menoleh ke belakang melihat ke arah istrinya yang masih belum selesai berdo'a. Ruzen sedikit mundur menyandarkan tubuhnya pada kaki ranjang dan menatap Tia dengan senyuman.
"Ini kak " Ucap Tia sambil menyodor kan Al Quran kepada Ruzen.
"Terima kasihhh" Ucap Ruzen yang langsung di balas anggukan oleh Tia.
"Kakak mau baca surat apa? Mau dari awal atau mau baca surat surat pendek aja?" Tanya Tia.
"Surat surat pendek aja dulu deh soalnya belum terlalu pandai membaca Al Quran." Ucap Ruzen
"Yaudh kita mulai ya kak, buka Juz 30 kak" Ucap Tia.
"Siap, nanti kalau ada yang salah, jangan kamu ketawain ya" Ucap Ruzen sebelum memulai membaca Al Quran di tangannya.
"Iya kak." Ucap Tia.
Ruzen menarik nafas panjang dengan nata terpejam, ia mulai membaca ta'awudz dan basmallah dengan matanya yang masih terpejam seolah tak bisa membuka matanya.
"Audzubillah himinasyaithannirrajim.."
"Bismillahirrahmanirrahim.."
__ADS_1
Tia tersenyum menatap Ruzen yang melafalkan bacaan surat surat pendek dengan mata terpejam, memang dari tajwidnya, Ruzen masih banyak yang salah. Namun Tia membiarkannya dulu sampai Ruzen selesai membaca.