
Tia tersenyum menatap Ruzen yang melafalkan bacaan surat surat pendek dengan mata terpejam, memang dari tajwidnya, Ruzen masih banyak yang salah. Namun Tia membiarkannya dulu sampai Ruzen selesai membaca.
Menurut Tia, Ruzen cukup cepat dalam belajar membaca kitab suci Al Qur'an.Buktinya saja belum ada setengah
bulan Ruzen sudah hampir lancar membaca kitab Al Quran denganlancar. Hanya di beberapa kali saja Ruzen salah.
"ShodaqAllohul Adzim"
"Alhamdulillah.."
Setelah membaca Al Qur'an Ruzen juga berdo'a terlebih dahulu.
sedangkan Tia hanya mengaminkan saja do'a yang di ucapkan oleh Ruzen.
"Banyak banget yang salah ya?" Tanya Ruzen yang menatap ke arah Tia dan kembali menyerahkan Al Qur'an itu pada Tia.
Tia menggeleng pelan dengan senyuman, "tidak kak, bacaannya sudah bagus. Nada yang kakak gunakan Tia juga suka banget, hanya ada beberapa tajwid saja yang masih salah. Nyaris sempurna." Puji Tia.
"Terima kasih." Ucap Ruzen lalu menutupi wajahnya dengan telapak tangan kanan karna malu, lagi-lagi hal itu berhasil membuat Tia tertawa.
"Oh iya, kak Zen kok udah tau bacaan do'a setelah membaca Al Qur' an, tau dari YouTube ?"
"Enggak, kalau bacaan do'a setelah baca Al Qur'an tau dari pak akbar guru di sekolah." Ucap Ruzen .
"Oalah...." Ucap Tia menganggukkan kepalanya.
"ini masih jam tiga, kak Ruzen tidur dulu aja. Besok sekolah, hari Senin jangan bolos ya, harus ikut upacara." Ucap Tia..
"Tapi aku nggak pernah ikut upacara ." Balas Ruzen.
"Ya makanya biar pernah.
"Nggak bisa, nanti kalau kena panas matahari kulit aku bisa gosong," Ucap Ruzen mengerucutkan bibirnya yang membuat Tia melongo.
"Halah kemarin pas kakak di hukum suruh hormat ke bendera juga kena sinar matahari kan? Tp buktinya engga gosong kulit nya. Masih tetep ganteng" Ucap Tia yang membuat Ruzen salting.
"Hem iya deh iya." Ucap Ruzen mengalah.
"Yaudah, ayo tidur dulu."
__ADS_1
Yia mengangguk lalu berbalik sebentar meletakkan Al Qur'an itu kembali ke tempatnya, meja kecil yang memang sengaja di buat untuk tempat Al Qur'an.
Setelah itu mereka pun kembali ke atas kasur untuk tidur.
"Jilbabnya nggak mau di lepas dulu nih?" Tanya Ruzen.
Tia yang sudah memejamkan matanya kini membuka matanya saat mendengar ucapan dari Ruzen, ia memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Ruzen dengan kedua tangannya yang ia gunakan sebagai bantal.
Ruzen kembali di buat gugup melihat Tia yang tengah menatap dirinya dengan senyuman, jujur saja
Ruzen sedikit merasa asing karna memang belum pernah melihat wajah Tia. Apalagi dengan sedekat ini.
"Biasakan melihat wajah Tia dulu, kak Zen lihat wajah Tia saja tangan dan kaki gemetaran gitu gimana nanti kalau Tia lepas jilbab." Ucap Tia dengan nada mengejek.
Dengan segera Ruzen membalikkan tubuhnya sehingga ia tidur terlentang menatap ke langit-langit kamar.
Kedua telapak tangannya menyatu dan jari-jarinya saling memilin sebagai bentuk pengalihan rasa gugup.
"Maafin kakak ya, kakak tidak pernah pacaran sebelumnya. Oleh karna itu saya sedikit gugup saat melihat wajahmu yang cantik ini dari dekat." Ucap Ruzen.
tia menutup matanya dengan telapak tangan dan menggigit bibir bawahnya, sebenarnya ia ingin sekali
"Ya sudah, sekarang tidur dulu saja kak. Tia tidak akan menatap kakak lagi." Ucap Tia ikut membalikkan tubuhnya menjadi terlentang dan menarik selimut
hingga selbatas dadanya.
Ruzen yang merasakan tarikan selimut dari Tia langsung menarik selimut yang ada di bawahnya dan menyingkirkan ke arah Tia sepenuhnya.
Ruzen melirik Tia sekilas lalu ikut memejamkan matanya dengan tangan yang ia letakkan di atas perut.
Tia mengangkat kepalanya melihat ke arah Ruzen sekilas, "'selamat malam." Ucap Tia lalu kembali
memejamkan matanya.
"Selamat malam."
°°°°°°°°°
Saat Adzan Subuh, mereka bangun untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.
__ADS_1
Setelah solat subuh, Tia memutuskan untuk langsung mandi dan bersiap, setelah itu ia menuju dapur sudah dengan seragam sekolah lengkap.
"Ibuk masak apa? Sini biar Tia bantu." Ucap Tia mendekat pada ibunya yang sedang sibuk pada penggorengan.
"Masak tumis kangkung sama tempe aja kok. Ruzen kemana nak?" Tanya Maya menoleh ke belakang melihat Tia yang datang sendiri.
"Kak Ruzen balik tidur lagi Buk, mungkin ngantuk banget soalnya tadi malam Tia bangunin kak Ruzen buat solat tahajud." Ucap Tia.
Maya manggut-manggut dan kembali fokus pada kompornya.
"Kamu Yang sabar ngajarin Ruzen ya nakk, dia
emang nakal , tapi kalau Ruzen merasa cocok sama orangnya dia pasti akan mudah kok buat di ajak berubah." Ucap Maya yang di angguki oleh Tia.
Sampai sarapan hampir siap dan tia pun langsung menuju kamar untuk membangunkan Ruzen yang masih Tertidur pulas untuk segera mandi lalu sarapan.
"Kak Zen, Bangun kak. Mandi dulu lalu sarapan". Ucap Tia membangunkan Ruzen.
Ruzen pun membuka matanya lalu duduk dan mengucek ngucek kedua matanya.
" mandi dulu ya kak, habis mandi kakak langsung ke ruang makan. Kita sarapan bareng bareng sama ibuk dan bang sigit." Ucap Tia yang pergi meninggalkan Ruzen di kamar untuk kembali ke dapur.
Butuh waktu lima menit untuk Ruzen mengumpulkan nyawa nya dan mengumpulkan niat untuk mandi. Ia masih merasakan kantuk yang luar biasa. Namun karena sekarang ia ingin berubah, maka dia pub merubah kebiasaan lama nya yang selalu bangun siang.
Setelah niat nya untuk mandi terkumpul, Ruzen pun langsung mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi untuk segera mandi dan bersiap sekolah.
Tak butuh waktu lama bagi Ruzen untuk mandi. Hanya sekitar 10 menit, ia sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Ia langsung memakai seragam putih abu abunya karna ia masih harus bersekolah.
Setelah memakai seragam sekolahnya, ia pun langsung bergegas untuk ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarga istrinya.
Jam 7 saat selesai sarapan pagi, Tia dan Ruzen pun pun bergegas menuju ke sekolah, namun mereka tidak berangkat bareng karena ingin menghindari siswa siswi lain . karena mereka tidak ingin satu sekolahan tau kalau mereka sudah menikah.
Tia berangkat dengan sahabat nya. Hilma yang sudah mengetahui kalau mereka sudah menikah pun mau membantu menjaga rahasia Tia dan Ruzen. Hilma masih setia untuk menemani Tia Berangkat sekolah.
Sementara itu Ruzen meminta Rion untuk menjemput nya di rumah Tia.
"Udah nikah tapi kok kayak orang gak kenal kalian ini " Ucap Rion.
__ADS_1
"Lah kan kami nikah secara diem diem. Nanti kalau kami berangkat bareng yang ada satu sekolahan pada tau" Ucap Ruzen sambil menonyor kepala Rion.