Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 29 Izin Pindah Rumah


__ADS_3

"Sudah tidak usah memikirkan itu, biar kakek semua yang urus. Yang penting kamu besok harus sudah tinggal di rumah kakek." Pinta Heri.


Ruzen yang mendengar niat baik kakek nya pun langsung setuju tentang ucapan kakeknya barusa.


"Oke kek, besok sehabis pulang sekolah, Ruzen bakalan langsung kesini dan tinggal disini." Ucap Ruzen penuh semangat.


Setelah itu Ruzen dan Tia pun berpamitan untuk pulang dan memberi tahu ke ibu dan bg sigit kalau mereka diminta segera pindah kerumah kakek.


"Yaudah kek kalau gitu Ruzen sama Tia pamit dulu. " Ucap Ruzen dan langsung menyalami kakek nya.


"Iya hati hati ya, jangan lupa besok harus sudah disini." Ucap Heri.


"Iya kek, Assalamualaikum" Ucap Ruzen langsung mendorong kursi roda Tia.


"Walaikumsalam," Ucap Herman Tersenyum melihat Cucunya.


Ruzen pun bergegas menuju garasi mobil kakek nya untuk membawa mobil pemberian kakek nya. Ia diberi mobil Honda Civic yangvkeluaran terbaru oleh kakek nya.


Ruzen senang nya bukan main. Karena mobil pemberian kakek nya merupakan mobil yang mewah dan mahal.


Setelah membantu Tia untuk menaiki mobil, Ruzen langsung mengambil alih kursi kemudi dan langsung tancap pulang kerumah.


'' Bukan nya ini mobil mahal ya kak?" Tanya Tia


"Iya , ini sebenernya mobil kesayangan kakek. Tapi entah kenapa kok malah di kasih ke kita." jelas Ruzen


"Tia jadi ngerasa gak enak sama kakek kak. Belum lagi Katanya kakek mau membiayai pengobatan kaki Tia.'' Ucap Tia manyun.


" gak papa sayang, uang kakek itu banyak. Gak akan pernh habis." Ucap Ruzen


Tia pun Tersenyum salting karna ucapan sayang yang dikeluarkan oleh Ruzen barusan.


Setelah sampai dirumah, Ruzen langsung membantu Tia untuk turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam Rumah.


"Tia mandi aja dulu, biar kakak masakin makanan ya." Ucap Ruzen.


"Tia temaniya kak." Ucap Tia.


"Nggak usah, Tia mandi aja dulu, kalau mandinya ke sorean nanti demam lagi." Ucap Ruzen yang perhatian.


"Nggak usah mandi aja ya kak." Ucap Tia nyengir memamerkan deretan giginya yang putih.


"Ish cantik-cantik jorok. " Olok Ruzen.


"Jorok aja cantik apalagi kalau nggak jorok." Ucap Tia cengengesan membuat Ruzen melongo, sejak kapan gadis itu jadi pandai berdebat?

__ADS_1


"Kamu ini ya! Nanti lengket semua badannya sayang!" Ucap Ruzen gemas.


Tia tak peduli dan langsung mengarahkan kursi rodanya untuk mengikuti langkah kaki Ruzen yang melangkah ke arah dapur.


"Kak Zen mau masak apa?" Tanya Tia.


"Masak apa ya, coba lihat isi kulkas dulu deh ada bahan makanan apa aja." Ucap Ruzen sambil membuka


kulkas lalu berjongkok melihat sayuran.


"Kak Zen pinter banget sih bisa masak apa-apa." Ucap Tia.


"Pinter dong." Ucap Ruzen dengan sombong.


"Mau bakmi kak." Ucap Tia bertepatan saat Ruzen memegangi bakmi.


"Boleh." Ucap Ruzen seraya mengambil bahan-bahan yang akan iabgunakan untuk membuat Bakmi.


"Duduk aja dulu." ujar Ruzen


Rum menggeleng, ia malah ke arah wastafel cuci piring lalu mencuci piring kotor yang ada di wastafel.


Setelah matang, Ruzen pun memanggil Istrinya .


"Tiaa, sini duduk. Udh mateng ini" Ucap Ruzen sambil mendorong kursi roda tia untuk mendekat ke meja makan.


"Coba rasain kurang apa?" Tanya Ruzen, Tia mengangguk lalu mulai mencicipi Bakmj ala Ruzen


"Eum... Masya Allah enak banget kak." Ucap Tia dengan mata berbinar lalu kembali menyuapkan bakmi itu ke dalam mulutnya membuat Ruzen tersenyum tipis.


"Kalau seumpama habis solat ashar kita ke kafe gimana? Mau? Biar kita sekalian bantuin Ibu tutup kafe." Ucap Ruzen ikut menikmati bakmi buatan dirinya.


"Boleh kak." Jawab Tia.


"Enak banget ini." Ucap Tia membuat Ruzen terkekeh.


"Nanti Tia belajar bikin ya. Biar pinter masak. Kakak nggak bisa masakin kamu terus." Ucap Ruzen yang


di angguki oleh Tia.


"Tia bakalan belajar kok kak, masa iya kak Zen terus yang masak buat Tia? Nanti gantian Tia yang masak deh buat kakak kalau Tia udah jago tapi ya." Ucap Tia yang penuh semangat.


"Ngapain nunggu jago? Kan bisa di mulai dari sekarang sekalian belajar." Ucap Ruzen.


"Kan biar bisa masak yang enak buat kak Ruzen, lagian Tia mana tega ngasih makan ke kak Ruzen hasil

__ADS_1


masakan belajar, pasti rasanya hancur banget." Ucap Tia dengan bibir mengerucut.


"Ya nggak papa lah, nggak masalah. Kan sekalian kakak beri nilai, dari situ kamu bisa belajar." Ucap Ruzen.


"Iya deh, nanti Tia coba ya." Ucap Tia.


"Sip." Ucap Ruzen ambil mengacungkan jari jempolnya yang kanan.


Setelah selesai makan, mereka pun bergegas menuju kafe untuk memberitahu ibunya kalau besok mereka pindah dan sekalian membantu ibunya untuk menutup kafe.


"Assalamualaikum ibuk" Ucap Tia sambil tersenyum.


"Walaikumsalam, pakai mobil siapa kalian?" Tanya Maya.


"Itu buk katanya hadiah pernikahan dari kakek" Ucap Ruzen.


"Walah, hadiah pernikahan kok mobil mewah. " Ucap Maya.


Ruzen pun hanya tersenyum karena perkataan Maya yg heran terhadap kakek nya yang memberikan Ruzen mobil.


"Duduk dulu nak biar ibuk buatkan kopi ya" ujar maya sambil meninggalkan Tia dan Ruzen untuk membuat kan kopi.


Tak lama kemudian, Maya kembali dengan membawa segelas kopi dan sebotol air mineral.


"Buk, Tia mau izin. mulai besok Tia disuruh kakek untuk Tinggal di sana. " Ucap Tia yang membuataya sedikit kaget.


"Kenapa mendadak banget nak?" tanya Maya.


"Iya buk soalnya kakek minta cepat karena mulai besok dokter yang akan mengobati Tia bakalan kerumah kakek" Ucap Ruzen yang semakin membuat maya kebingungan dengan maksud dari perkataan Ruzen.


"Dokter? Maksudnya gimana nak?" Tanya Maya penasaran.


"Jadi, kakek itu mau biayain pengobatan kaki nya Tia buk. Kakek minta Tia untuk tinggal dirumah kakek karena agar kakek itu bisa terus memantau pengobatan Tia." Jelas Tia.


"Oalahhh,, yaudh kalau gitu besok ibuk ikut ya. Ibuk mau bilang terima kasih pada kakek" Ucap maya.


"Iya buk, besok setelah kak Ruzen dan Tia pulang sekolah ya" Ucap Tia.


"Oh iya buk, karena nanti kan Tia tidak tinggal bersama ibuk lagi, jadi Ruzen berencana mau menyuruh Rion dan Yoga untuk kerja disini bantu bantu ibuk buka kafe. Apa ibuk setuju?" Ucap Ruzen.


"Hmm boleh deh kalau gitu nanti setelah nak Rion dan Nak yoga kerja disini, kafe akan buka sampai malam biar makin rame kafe nya" Ucap Maya yang setuju dengan saran Ruzen.


"Tapi nanti sebelum maghrib ibuk pulang istirahat. Biar kalau malam Rion sama Yoga aja yg jaga ya bukk." Ucap Ruzen.


"Iya nakk" Ucap maya.

__ADS_1


Setelah pukul 7 malam, mereka pun bergegas untuk menutup toko. Dibantu dengan Ruzen . sedangkan Tia bertugas untuk mencatat pendapatan harian.


Setelah selesai menutup toko, mereka pun langsung pulang menuju rumah untuk beristirahat.


__ADS_2