
Setelah mereka melahap habis nasi goreng di hadapan mereka, mereka pun sedikit ber bincang tentang alasan Ruzen yg keluar rumah malam malam.
"Ada masalah lagi ya bos" tanya Rion sambil menghidup kan sebatang rokok di tangan nya.
"Biasa lah bokap gw, Biasa nya padahal gw udh kebal terhadap omongan bokap gw. Tp untuk kali ini entah ngapa gw ngerasa sakit bgt terhadap ucapan bokap gw ke gw" Ucap Ruzen sambil menghisap rokok di tangan nya.
"Emg lu di katain gmna lg ama bokap lu bos" Tanya Rion semakin penasaran.
"Gw ga inget pasti sih tentang apa yg di ucap kan bokap gw tadi, tapi inti nya tuh gw kayak gak di anggep anak sama mereka" ucap Ruzen memelas.
Rion yg mendengar penjelasan Ruzen pun hanya menggeleng geleng kan kepala nya se akan tak percaya.
" gilak parah bener si ucapan bokap lu bos, gw gak tau deh klo gw jadi elu gw sanggup atau engga" Ucap Rion yg masih tak percaya.
"Ya begitulah keluarga gw dari dlu seakan akan benci dan tdk ingin kehadiran gw" Ucap Ruzen lagi.
"Terus sekarang lu gak mau pulang ke rumah dlu gt ?" Tanya Rion.
"Iya , untuk sekarang gw gak mau pulang dlu. " ucap Ruzen yang masih saja menghisap rokok di tangan nya.
"Trs lu makan ama tdur gmna bos?, oke lah bisa di markas. Tp apa mau di markas terus?" Tanya Rion yg sedikit khawatir.
"Udh gampang itu, ntr gw bisa tdr d rumah kakek gw, lu lupa klo Heri Pradana itu org kaya?" ucap Ruzen yang membanggakan kakek nya .
"wah kalo gt gw ikut bos., sapa tau gw bsa dapet duit dri kakek lu" Ucap Rion yang sedikit bercanda.
"Enk aja lu, kakek kakek gw nape lu minta duit sma kakek gw" Ucap Ruzen sambil menonyor kepala Rion .
"buset, cucu bangsat pelit amat" Canda Rion lagi.
Setelah berbincang cukup lama dan menghabis kan. Batang rokok, mereka pun membayar kepada sang penjual.
__ADS_1
"Bang, berapa semuanya?" Ucap Ruzen.
"24 ribu bang " ucap sang penjual .
"nih bang, ambil aja kembalian nya" ucap Ruzen sambil memberikan uang 25 ribu.
"Ah elah sisa serebu doang, pelit amat bos gw" ucap Rion secara pelan namun ruzen mendengar nya.
"Kagak bos" Ucap rion.
"Makasih bang, jangan lupa lain kali mampir lagi." ucap sang penjual.
Setelah membayar makanan mereka, mereka pun langsung bergegas menuju ke markas. Saat sekitar pukul 01.13 dini hari, mereka tiba di markas dan langsung bergegas untuk tidur karena besok mereka akan bersekolah.
°°°°
Pagi hari saat jam 07.30 mereka baru terbangun dari tidur nya. Sehingga mereka harus terburu buru bersiap untuk pergi ke sekolah. Mereka pun menyadari bahwa mereka telah telat ke sekolah. Dan jika tidak ketahuan ketua osis atau guru, mereka bisa di hukum.dan benar saja, saat mereka menaiki pagar di belakang sekolah, Alun yng sedang berjaga di situ pun memergoki Ruzen,Rion, dan Yoga yang menaiki pagar sekolah. "
Mereka bertiga pun tak merespon ucapan Alun sehingga membuat Alun semakin geram.
"Woy kalian dengar tidak?" ucap Alun yg membentak.
"Apa sih lu, kita udh denger ya anjing" Ucap Yoga. "Kenapa? Lu mau menghukum kita? " Tanya yoga. Sedang kan Ruzen yang dari dulu tidak menyukai Alun pun hanya diam.
"Ikut gw ke halaman sekolah" perintah Alun. "Mereka bertiga pun mengikuti perintah Alun untuk pergi ke halaman sekolah.
Sesampai nya di halaman sekolah.
" Hormat ke bendera sampai jam pertama selesai" perintah Alun. Tanpa basa basi, mereka ber tiga pun langsung menuruti perintah yg di berikan oleh ketua osis menyebal kan.
Tia yg pada saat itu mengetahui bahwa Ruzen dan dua sahabat nya di hukum pun hanya melihat dari kejauhan. Ruzen pun tersadar bahwa Tia melihat ke arah nya. Ruzen hanya tersenyum dari kejauhan. Tak lama, Alun menghampiri Tia. Entah apa yg mereka bicara kan,Ruzen tak memperduli kan itu. Alun memang sedari lama sudah menyukai Tia. Hal itu terbukti karena Alun selalu memberi kan perhatian terhadap Tia. Namun aneh nya Tia tidak menyukai alun yang merupakan siswa pintar dan teladan malah menyukai siswa yg nakal, bandel, dan tidak pintar seperti Ruzen. Tak lama kemudian, Alun pun menghilang dari pandangan Ruzen. Dan kemudiaan disusul oleh Tia yg mungkin menuju ke kelas nya.
__ADS_1
Rion dan Yoga yang tersadar bahwa mereka sedang tidak di awasi pun mengajak Ruzen untuk ke kantin.
''Bos, ga ada yg jagain nih, kabur ke kantin yuk"Ucap Rion yang di angguki oleh Yoga.
"Kita memang bukan murid yang taat di sekolah. Tapi kalo di hukum, kita harus taat" Ucap Ruzen yg masih hormat ke bendera.
"Kesempatan nih bos" ucap Yoga yg merayu Ruzen.
"Lu kalo mau pergi ya pergi aja, tp jangan lg lu jd temen gw'' Ucap Ruzen.
" punya bos oon amat dah" ucap Rion yang kesal dengan Ruzen.
Ruzen tak mendengarkan omongan Rion dan masih saja hormat ke tiang bendera.
Tak lama, Bel tanda ganti pelajaran pun berbunyi yang menandakan jam pertama telah usai. Itu artinya hukuman mereka sudah selesai. Mereka pun langsung ber gegas menuju kelas nya.
°°°Di kantin~
Ruzen dan dua sahabt nya tengah duduk sambil memakan baso yng ada di depan nya di kaget kan oleh seorang wanita yang memanggil.
"Kak Ruzen..... Kenapa td di hukum? " Tanya wanita tersebut yg membuat Ruzen sedikit kaget.
"Eh Tiaa, biasa lah kita telat" Ucap Rion.
"Kenapa bisa telat?" tanya Tia penasaran.
"Jadi, aku td malem tidur di markas. Kita bertiga klo udh tdur di markas kek orang mati. Susah bangun jd nya telat deh" Ruzen menjelaskan kepada Tia.
"Makanya di biasain bangun subuh sholat subuh" Ucap Tia menasehati tiga sejoli itu.
"Iya Tiaa pelan pelan ini sambil ngerubah" Ucap Ruzen lemah lembut.
__ADS_1
Rion dan yoga yg melihat kelembutan dri Ruzen pun ter bengong kaget melihat bos nya yg terkenal dingin dan galak dgn wanita bisa selembut itu dgn Tia. Tia pun tersenyum di balik cadar nya dan langsung pergi meninggal kan tiga sejoli. Setelah cukup jauh meninggalkan tiga sejoli itu, Tia yang masih salting akibat perkataan lembut dari Ruzen pun masih saja ter senyum di balik cadar abu abu yang ia guna kan.