Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Eps 66 Niat Jahat Ruzen Kepada Rian


__ADS_3

Ruzen sama sekali tak menghiraukan teguran dari Tia, ia hanya diam pura pura tuli.


"Salim dulu sama papa Ruzen ." Ucap Lusi.


"Udah tadi." Jawab Ruzen.


Lusi geleng geleng kepala lalu mulai melangkahkan kakinya berjalan menjauh dari ruangan itu dengan diikuti oleh Arman di belakangnya.


"Assalamu'alaikum..." Ucap Lusi.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh...."


Setelah kepergian kedua orang tuanya, Ruzen mengangkat satu sudut bibirnya tersenyum miring dan melirik ke arah Rian dengan penuh arti.


Ruzen pun menyadari bahwa Rian telah menyukai istrinya karena berulang kali Ruzen melihat Rian sedang memperhatikan Tia dengan Serius. Ruzen tak suka dengan Tatapan Rian ke arah istrinya sehingga Ruzen tak suka dengan Rian.


Setelah itu, Ruzen membalikan tubuhnya menoleh ke arah Tia, dan lansung mendorong kursi roda tia.


"sayang.. Lanjutin yang tadi yuk." Ucap Ruzen dengan nada manja membuat Rian


refleks menoleh ke arah mereka dengan mata melotot karena sedikit cemburu.


Tia juga menoleh ke arah Ruzen kebingungan dengan maksud Ruzen, melanjutkan yang tadi? Melanjutkan apa? Tidur?


"Ayo sayang...." Ucap Ruzen dengan nada manja.


"Mau lanjutin apa?" Tanya Rian.


Tentu saja pertanyaan dari Rian sukses membuat Ruzen jingkrak jingkrak di dalam hatinya, kena juga kan Lo!


Ruzen menoleh ke arah Rian lalu


menegakkan tubuhnya.


"sorry bang, Gue lupa kalau ada jomblo di sini." Ucap Ruzw pura pura merasa bersalah.


"Ngelanajutin apa kak?" Bisik Tia yang hanya bisa di dengarkan oleh Ruzen.


"Iya ini kan udah minta maaf." Ucap Ruzen nyleneh membuat Tia semakin kebingungan.


"Sebenarnya kalian mau ngelanjutin apaan sih?!" Tanya Rian yang mulai geram.


"kayak nggak tau aja sih lo." Ucap Ruzen.


setelah itu dengan isengnya Ruzen mencium pipi Tia berkali kali dari balik cadar membuat mata Rian melotot.

__ADS_1


Tia itu terkenal dengan wanita yang tak tersentuh, tapi saat ini? Tia juga sedikit terkejut dengan tingkah Ruzen yang tiba tiba manja di depan Rian.


"Kita kan udah suami istri, ya wajarlah Lo nggak tau. Lo kan belum punya istri." Ucap Ruzen menarik turunkan alisnya membuat kedua tangan Rian terkepal kuat di samping tubuhnya.


Sedangkan Tia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Ruzen. Sekarang Tia sudah mulai paham dengan niat jahil Ruzen.


"Kita duluan ya bang. Mendingan Lo mandi aja dulu biar otaknya fresh dan nggak kepingin ngelakuin kayak yang kita lakuin." Pancing Ruzen lagi.


"Ayo sayang...." Ajak Ruzen sambil mendorong kursi roda menuju kamarnya.


"Eh, .... Tunggu." Rian berjalan cepat lalu menahan tangan Ruzen membuat Ruzen terpaksa nmenoleh ke arahnya.


"Iya bang? Kenapa?" Tanya Ruzen dengan senyuman.


"Emh, itu... ada tamu tuh" Ucap Rian sambil menunjuk ke arah pintu utama.


Ruzen dan tia pun langsung menoleh ke arah pintu dan melihat seseorang dengan pakaian putih sepertibseorang dokter.


Dan Ruzen pun teringat bahsa hari itu adalah jadwal Rutin pengobatan Tia. Ruzen langsung memutar kursi roda Tia dan langsung menuju Ruang tamu.


Sore itu mereka lewati dengan pengobatan rutin. dan progres pengobatannya sangat signifikan kini Tia sudah bisa berdiri dan berjalan walaupun hanya selangkan dan itu pun di bantu oleh Ruzen.


Namun Itu sudah membuat Ruzen dan Tia merasa senang karena kini Tia bisa berdiri dan berjalan perlahan.


------


"Allhamdulillah kak, progresnya luar biasa" Ucap Tia yang kegirangan.


"Iya alhamdulillah, mudah mudahan bisa semakin lancar buat jalan ya" Ucap Ruzen yang Ikut kegirangan.


"oh iya kak Zen jahil tadi banget sih sama bang Rian." Tegur Tia setelah ia selesai


mengunci pintu kamar lalu mendekat pada Ruzen yang tengah duduk di pinggiran ranjang.


"Ahahah.. Biar mampus tuh anak." Ucap Ruzen yang tertawa terbahak bahak mengingat raut wajah cengo yang di tampilkan oleh Rian tadi.


"Kayaknya tuh anak suka sama kamu, makannya kakak jahilin biar mampus" Ucap Ruzen.


"Ck, udah ah lagian cuma suka doang. Tia juga bodo amat kak, tia sukanya sama kakak." Ucap Rum.


"jangan terlalu tertawa kak, nanti keras hatinya." Ucap Tia.


"Lah, apa hubungannya coba ketawa sama hatinya keras?" Tanya Ruzen.


"Jelas ada hubungannya kak. Ada hadis yang meriwayatkan bahwa ada dua hal yang bisa menyebabkan hati kita keras, yaitu terlalu banyak tertawa dan terlalu banyak menangis." Ucap Tia.

__ADS_1


"Oh gitu ya? Terus kalau hatinya keras kenapa? Bisa mempengaruhi apa?" Tanya Ruzen.


"Kalau orang hatinya sudah keras, nasehat agama tidak akan mudah masuk ke dalam hatinya. Dia akan menjadi orang yang sulit di nasehati dan sulit di beritahu." Jawab Tia.


Ruzwn manggut-manggut paham.


''oke deh, di catat di sini." Ucap Ruzen seraya menunjuk kepalanya dengan jari telunjuk.


"Kak, Tia mau telepon abang sebentar ya,." Ucap Tia meminta ijin.


"Yaudah telepon aja nggak papa, Kalau kamu mau telepon bang Sigit gak usah ijin nggak apa-apa. Kan bang Sigit abang kandung kamu, kecuali kalau mau telepon orang lain baru minta izin." ucap Ruzen.


Tia mengangguk lalu beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah nakas untuk mengambil ponselnya.


"Ponsel kakak sekalian yaa." Ucap Ruzen.


"Ini." Rum menyerahkan ponsel milik Ruzen lalu ia ikut duduk di samping di pinggiran ranjang.


Kedua orang itu pun sibuk dengan ponselnya masing masing, Tia yang


sibuk memanggil nomor Sigit. Sedangkan Ruzen sibuk dengan ponselnya yang hanya iseng iseng membuka galeri Instagram ataupun WhatsApp.


"Kak, nomor Abang kok nggak aktif ya? Apa Abang kehabisan pulsa ya?" Ucap Tia membuat Ruzen menoleh ke arahnya.


"Mungkin di cafe lagi banyak pelanggan,bg sigit kan bantuin ibuk di kafe sekrang yakan? nanti di telepon kalau pas waktunya tutup toko aja." Ucap Ruzen yang langsung di angguki oleh Tia.


"Kak, gimana kalau habis ini kita pulang ke rumah sebentar" Ucap Tia.


"Boleh." Jawab Ruzen mengangguk.


"Sekalian Kakak mau ngajakin bang Sigit, Yoga sama Rion buat bermalam di sini." Ucap Ruzen.


"Pasti mau jahilin Kak Rian lagi nih?" ujar Tia.


"Ahahah.... Kamu tau aja sih?!"ucap Ruzen.


Tia kembali di buat geleng geleng kepala saat ia melihat tingkah Ruzen yang konyol seperti itu.


"Biar mampus dia! Siapa suruh matanya jelalatan ngeliatin istri orang ." Ucap Ruzen.


"Ya udah, terserah kakak aja. Jangan kelewatan ya." Ucap Tia berpesan.


"kalau gitu Tia mau mandi dulu ya Kak." Ucap Tia seraya mendekar ke arah kamar mandi.


Setelah tubuh Tia menghilang dari balik pintu kamar mandi, Ruzen merobohkan tubuhnya di atas ranjang dengan kaki yang masih menggantung ke lantai menjadi posisi setengah tidur.

__ADS_1


__ADS_2