Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 19 Ungkapan Perasaan


__ADS_3

"Assalamualaikum kak Ruzen." Ucap Tia secara tiiba tiba dan membuyar kan lamunan Ruzen.


"Walaikumsalam, subahanallah cantik sekali Tia " Ucap Ruzen yng membuat Tia tersipu malu di balik cadar hitam nya.


"Kak Ruzenn pinter gombal ya ternyata" Ucap Tia malu malu yg tak berani menatap mata Ruzen.


"Hehe... Eh btw dua racun belun nyampe sini ya?" tanya Ruzen.


"Blm kak, coba di whats app aja" ujar Tia.  "Kemana dah tu anak" Guman Ruzen.


"Lu di mane bgst, gw udh d kafe ni'' ruzen mengetik pesan di ponsel nya untuk Rion. " Buruan sini anjing'' tambah nya.


Setelah mengirim pesan singkat ke pada ke dua sahabat nya, Ruzen pun kembali mengarah kan pandangan nya ke arah Tia yang lagi lagi Tia tak membalas Tatapan Ruzen.


"Tia, gw mau ngmong sesuatu sama lu" Ucap Ruzen yg kali ini membuat suasana menjadi canggung dan sunyi .


"ngmong apa kak" ucap Tia yang kali ini jantung nya seperti berdetak lebih kencang dari biasa nya.


"Aku suka sama Tia " Ujar Ruzen dan langsung membuat suasana sekeliling menjadi sunyi.


Degh


Dada Tia seakan berhenti berdetak akbat ucapan Ruzen Barusan. Cukup lama Tia terdiam seakan tak percaya bahwa org yg selama ini dia sukai,menyukai diri nya juga.


"Kakak yakin, menyukai gadis dengan kondisi seperti ini" ucap Tia yg akhir nya memberani kan diri berbicara.


"Trs kalau keadaan Tia gini, aku gaboleh menyukaimu gt?" tanya Ruzen yg lagi lagi membuat Tia terdiam.


"fisik bukan lah alesan untuk tidak menyukai mu. Dibalik kekurangan Fisik mu, ada kelebihan yg tidak ada di orang lain. Kelembutan hati dan semua sifat my yg membuat aku jatuh cinta dengan mu." Ucap Ruzen yang membuat tia terdiam seribu bahasa.


Setelah cukup lama Tia terdiam dia pun kembali berbicara.

__ADS_1


"Tapi kak, maaf kalau untuk pacaran, Tia tidak bisa. " Ucap Tia yg membuat Ruzen kaget.


'' Kenapa? Bukan kah Tia menyukai ku? Tanya Ruzen sedikit kecewa.


''Iya kak, Tia menyukai Kak Ruzen. Tapi karena emang Tia tdk mau berpacaran dulu. Karena itu di larang oleh agama. Tp tia pengen nanti pacaran setelah menikah" Ucap Tia menjelas kan alasan nya tdk mau ber pacaran.


"Terus apa yg akan kita lakukan?" tanya Ruzen kecewa.


"Kalau memang kalian sama sama saling suka dan tidak mau berpacaran, lebih baik kalian menikah untuk menghindari Zina dan dosa" Ucap Bu maya yg tiba tiba ikut nimbrung pembicaraan Ruzen dan Tia.


Hal itu pun membuat Ruzen dan Tia langsung menoleh ke arah Maya.


"Nikah di saat kita msh bersekolah buk?" Tanya Ruzen yg tdk mengerti mksd perkataan maya.


" iya nakk. Silahkan menikah tp dengan catatan dilakukan hanya sepengetahuan keluarga kita saja dan jangan punya anak dulu sampai kalian lulus sma." Ucap maya .


Ruzen dan Tia pun saling menatap seakan tak percaya dengan saran bu maya.


"Gimana Tia? Kamu mau nikah muda?" Tanya Ruzen.


" Ruzen belum bisa memutus kan buk. Ruzen perlu berbicara dulu dengan org tua Ruzen dan Kakek Ruzen." Ucap Ruzen.


"Iya harus itu nak. " Ucap Maya.


"Baik lah . nanti kalau misal nya kakek Ruzen menyetujui, saya akan menikahi Tia buk" ujar Ruzen. Rion dan Yoga yg pada saat itu Baru datang dan mendengar perkataan Ruzen pun hanya bengong mendengar ucapan Ruzen yg akan menikah.


"Ga salah denger nih gw? Lu mau nikah bos?" ucap Yoga yg sontak membuat Ruzen, Tia dan ibu nya menoleh ke arah Rion dan Yoga yg baru saja tiba.


"Iya gw bakal menikah dgn Tia tapi hanya sepengetahuan keluarga saja. Dan lu jangan ember on" Ucap Ruzen menunjukbke arah Rion.


"Alhamdulillahh, makan enak nih." Ucap Rion yang di ikuti anggukan oleh Yoga. 

__ADS_1


''Kapan nih bos" Tanya yoga.


'' blm tau gw, gw msh harus izin dulu ke bokap ama kakek gw." Ucap Ruzen sambil menenggak kopi di gelas yang ada di depan nya.


"Kalo untuk kakek sih gw yakin pasti ngizinin. Tp klo untuk bokap ama nyokap lo gw ga yakin. Yg ada lu bakal di omelin ama mereka " Ucap Yoga.


"Mau org tua gw ngomel pun yg penting gw udh ngasih tau mereka " Ucap Ruzen yang langsung di beri dua jempol oleh bu maya.


''Nah betul nak, orang tua kamu harus tau dan kamu harus izin ke mereka" ujar maya. Tia yang dalam hati nya merasa sangat senang, tak henti henti nya tersenyum di balik cadar nya. Tentu saja tidak ada yg menyadai kalau Tia sedang tersenyum.


setelah mereka cukup lama melakukan pembicaraan, tak terasa waktu sudah menunjuk kan pukul setengah sepuluh dan itu arti nya, kafe akan segera tutup. Ruzen,Rion Dan Yoga membantu bu maya Untuk menutup kafe. Sedangkan Tia, ia bertugas menghitung keuangan. Dan setelah selesai be beres kafe, Ruzen dan sahabat nya pun pamit kepada bu maya dan Tia.


"Tia, aku pulang dulu ya, udh malem. Kamu nanti sampai rumah langsung istirahat yah" Ucap Ruzen yg mulai perhatian.


Tia pun di buat salting akibat perhatian kecil yg di beri kan oleh Ruzen.


"Iya kak , kakak juga yah. Jangan tidur di markas" ucap Tia yg melarang Ruzen tidur di markas.


"Iya cantik, nanti kakak pulang ke rumah kakek" Ucap Ruzen.


"Yaudh kita pamit dlu ya buk" Ucap Yoga ber pamitan.


"Assalamualaikum" ucap Tiga sejoli secara bebarengan.


"Walaikumsalam" Ucap Tia bareng dengan ibu nya.


"Ehemm , mau senyum terus apa mau pulang nihh" goda bu maya.


'' ih ibuk, siapa yg senyum'' ucap Tia mengelak.


"Wlaupun kamu pake cadar , ibu tau kalau kamu sedang tersenyum nak" ujar Bu maya yg sedikit ter kekeh.

__ADS_1


Tia pun Tidak bisa mengelak dari ucapan Bu maya karena memang dari tadi ia ter senyum karena senang dengan apa yg baru saja ia alami.


Sesampai nya dirumah, Tia langsung menunu kamar nya untuk ber istirahat. Namun setelah terbaring di kasur nya, ia tak bisa memejam kan ke dua mata nya karena teringat dengan apa yg sudah ia alami tadi di kafe. Ia masih saja tersenyum ketika ngeingat ucapan ucapan gombal yang keluar dari mulut Ruzen. Rasa senang yg Tia alami membuat Tia tertidur pulas hingga pagi hari.


__ADS_2