Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Eps 55 Flashback


__ADS_3

"Lo budek ya Zen? Lo nggak denger gue bilang apa?! Coba ulangi sekali lagi apa Yang barusan lo bilang apa Yang barusan lo tanyain sama gue!" Ucap Sigit dengan wajah yang memerah seperti menahan marah.


"Menurut lo kalau gue nembak Anggi gimana?" Tanya Ruzen mengulangi lagi pertanyaannya tapi dengan sedikit ragu.


"Gue heran deh sama lo , sebenarnya lo itu bego apa tolol sih?!" Ucap Sigit seraya menoyor kepala Ruzen hingga membuat kepala Nya mundur ke belakang.


Bahkan sampai kaki Sam mundur satu langkah ke belakang.


"Apaan sih bang sakit tauk."


Ucap Ruzen seraya mengelus dahinya.


Sigit geleng-geleng tak habis pikir dengan apa yang dipikirkan oleh Ruzen. "Lo nanya sama gue kan? Jadi apapun jawaban yang bakal gue kasih ke elo nanti, lo harus terima dan lo harus nurutin apa yang gue


jawab." ucap Sigit yang membuat Ruzen semakin kebingungan.


"Gue nggak setuju Kalau lo sampai nembak cewek itu, lo jangan sampai jadi cowok goblok yang selalu memperjuangkan orang yang sama sekali nggak pernah menghargai lo ! Dia nggak pernah menghargai lo berhenti perjuangin dia." Ucap Sigit raya menunjuk dada Ruzen


menggunakan jari telunjuknya.


"Maksud lo apa sih bang? Anggi itu cewek baik baik bang, gue udah kenal dia dari kecil dan dia emang orang yang baik dia nggak kayak apa yang lo pikir bang." Ucap


Ruzen sedikit tidak suka karena Sigit


membicarakan tentang keburukan Anggi.


Karena menurut Ruzen, Anggi adalah orang yang baik dia sahabatnya sejak kecil. Sejak kecil Anggi dan juga Rian yang selalu


menjadi teman baiknya.


Bahkan ketika Rian sudah tidak mau berteman lagi dengan Ruzen dalam artian, Rian sudah tidak bisa rukun lagi dengan Ruzen, Anggi tetap bisa berteman dengan keduanya dan bahkan seringkali Anggi berusaha mengakurkan keduanya.


"Gue tahu dia baik , tapi yang dia mau itu Rian bukan lo! Stop jadi laki-laki bodoh dan kejar cewek lain. orang yang masih mau


sama lo itu ada banyak."


"Tapi gue maunya sama dia bang, gue cintanya sama Anggi gue nggak mau sama cewek lain bang." Ucap Ruzen.


"Kata-kata yang pantas buat lo itu apa ya ? Menurut gue kalau ada Kata yang lebih dari kata bego sama goblok kata itulah yang pantas buat lo." Ucap Sigit kesal.


Krek

__ADS_1


Yoga yang sedari tadi hanya diam ia ikut berdiri dan menggeser meja yang awalnya ia gunakan untuk duduk.


"Gue setuju sama ucapan bang Sigit, Gue nggak suka kalau lo terus-terusan ngejar Anggi walaupun Anggi itu cewek baik


sekalipun dia itu sahabat lo dari kecil


Gue tetap nggak setuju Kalau lo sama


dia." Ucap Yoga.


"Lo pada kenapa sih? Lo pada nggak jelas banget sumpah, sebenarnya lo tuh pada punya dendam apa sih sama Anggi?


Ahahahah... "


"Gue nggak bercanda anjing! gue nggak akan bantuin apapun kalau lo minta bantuan tentang Anggi. Berapa kali dia udah nolak lo, ha?!"


"Dia bukan nolak gue pandu.... Dia cuman belum bisa nerima gue karena di hati dia masih ada bang Rian, tapi gue yakin dengan usaha gue Anggi pasti mau nerima gue." Ucap Ruzen dengan penuh percaya diri.


Yoga dan juga Sigit memutar bola matanya.


"Bego lu nggak ketulungan ya ! Sama Rion aja kalah bego lo!" Omel Yoga membuat Rion yang awalnya menunduk fokus pada game yang berada di ponselnya mendongak menatap ke arah mereka yang sedang berdebat.


"Kenapa nih kenapa nih? Kenapa nama gue dibawa-bawa anjir ?!" Ucap Rion saat mendengar namanya disebut, ia menatap mereka sekilas selalu kembali fokus pada


"Gue nggak mau tahu pokoknya hari ini gue mau nembak Anggun titik nggak pakai koma nggak pakai spasi nggak pakai tanda tanya apalagi tanda seru!" Ucap Ruzen penuh percaya diri.


"Terserah lo! Yang jelas kalau sampai lo nanti nangis lo jangan pernah datang ke gue!" Ucap Sigit yang lalu pergi meninggalkan mereka.


"Gue juga nggak mau lihat lo nangis ! Pokoknya kalau lo tetap nekat dan nggak mau dengerin apa yang gue sama bang Sigit bilang kalau sampai lo nanti ditolak kalau nanti di apa-apain sama Abang lo di


aduin sama bokap lo gue nggak mau bantuin. " Ucap Yoga lalu ikut pergi menyusul Sigit yang sudah pergi terlebih dahulu.


"Tuh orang pada kenapa dah?! Kayak punya dendam banget sama Anggi. Kayaknya kemarin Yoga sama Anggi juga biasa-biasa aja kayak nggak ada masalah." Gumam


Ruzen bingung.


"lagian kalau cuma baku hantam sama bang Rian mana mungkin gue bisa kalah." gumam Ruzen terkekeh.


Ruzen mengangkat kedua bahunya acuh lalu ia ikut berjalan meninggalkan Rion sendirian yang tengah fokus pada game di ponselnya.


"Eh anjir gue pada ditinggalin dong bangsat!" ucap Rion kesal.

__ADS_1


Rion segera berdiri dari duduknya dan langsung berjalan mengikuti langkah kaki Ruzen dengan pandangan yang masih tertuju pada ponselnya.


 


Sore hari setelah selesai jam pelajaran yang terakhir, Ruzen melemparkan sebuah kertas pada Anggi.


"Ini apaan?" Tanya Anggi tanpa suara karena memang saat itu guru masih berada di dalam kelas sedang membereskan buku-bukunya.


"Buka aja dulu. " Ucap Ruzen dengan juga tanpa suara.


Lalu membuka selembar kertas yang dikirimkan oleh Ruzen sedangkan Yoga yang duduk tepat di belakang sana hanya memutar bola matanya melihat temannya yang sangat bandel dan susah diberitahu itu.


"Anggi habis pulang sekolah ini kita ngobrol dulu ya Ada yang mau gue bicarain sama lo."


Setelah Anggi membuka kertas yang dikirimkan oleh Ruzen, Anggi langsung menoleh ke belakang lalu mengacungkan


jempolnya pertanda ia menyanggupi


ajakan Ruzen dan hal itu berhasil


membuat sam tersenyum.


Setelah guru keluar dari kelas mereka, mereka langsung keluar dan Ruzen langsung berlari ke arah Anggi menyejajarkan langkahnya dengan


langkah Anggi merangkul pundak Anggi dari samping.


"Kita ke taman ya."


"Oke siap bos." Ucap Anggi kembali mengacungkan dua jempolnya yang membuat senyum Ruzen bisa kembali mengembang.


"Tapi gue datang agak telat ya karena gue ada sesuatu yang belum dibahas juga sama Rian." Ucap Anggun Yang kali ini berhasil membuat senyum yang berada di


wajah Ruzen langsung luntur seketika.


Ruzen melepaskan tangannya yang berada di pundak Anggi lalu menoleh ke arah Anggi.


"Lo juga ada janji sama bang Rian?" Tanya Ruzeb Yang dijawab anggukan oleh Anggi.


"Anggun.... "


Ruzen dan juga Anggi menoleh ke belakang melihat ke arah sumber suara, di belakang sana terlihat ada Rian yang melambaikan

__ADS_1


tangan ke arah Anggi dengan senyuman manis yang berada di wajahnya.


__ADS_2