
"Cantik banget istri ku, Bidadari kalah cantiknya sama kamu" Ucap Ruzen memuji kecantikan istrinya.
"Si Raja gombal mengeluarkan Jurus andalan nya" Ucap Tia yang membuat Ruzen tertawa.
"Udah ayok dimakan dulu. keburu dingin. Sebentar lagi Buk dokter dateng " Ucap Ruzen yang langsung menyantap Nasi dengan Lauk Ayam Sambel.
setelah menunggu kedatangan dokter sambil menyantap makanan, setelah mereka selesai makan pun Buk dokter yang merawat Tia Tiba.
Ruzen pun langsung membawa Tia Untuk ke ruang Tamu guna pemeriksaan Ruti.
"mbak, apakan mbak meminum obat dari saya secara rutin?" Tanya bu dokter.
"Iya buk saya selalu meminum obat yyang ibu berikan. saya minum tiga kali sehari sehabis makan'' Ucap Tia.
" Harus diminum terus ya mbak, demi kelancaran pengobatan" Perintah bu dokter.
''Baik buk" Ucap Tia.
"Sini buk biar saya periksa" Ucap bu dokter menyuruh Tia mendekat.
Tia pun mendekati perintah bu dokter untuk proses pengobatan nya. Dan setelah beberapa kali di cek selama kurang lebih setengah jam, Akhirnya selesai lah pengobatan untuk hari ini.
"Ini obat nya untuk 3 hari kedepan mbak,silahkan di minum seperti biasa." Perintah bu dokter.
"Dan untuk mas nya mohon di ingat kan mbak nya untuk selalu minum obat secara rutin yaa.. supaya cepet pulih" Sambung bu dokter.
" Baik buk" Ucap Ruzen mengiyakan .
"Yasudah kalau gitu saya pamit dulu" Ucap bu dokter sambil beranjak dari tempat duduk nya dan membawa tas berisi peralatan kerjanya.
"Terima Kasih Buk" Ucap Ruzen dan di angguki Tia.
"Sama sama mas. oh iya salam buat kakek ya" Ucap Bu dokter yang langsung meninggalkan Ruang tamu.
"Iya bukk" Ucap Ruzen.
setelah selesai melakukan pengobatan Rutin, Ruzen langsung mendorong kursi roda Tia menuju kamar.
Setiba nya di kamar, mereka langsung merebahkan Tubuh mereka di atas kasur.
"Kak Zen" Panggil Tia yang membuka pembicaraan.
"Hem" ucap Ruzen berdehem.
"Tia mau nanya kak" Ucap Tia.
"Iya mau ngobrol apa?" Tanya Ruzen.
"Kak Zen mau punya anak di umur berapa?" Tanya Tia yang membuat Ruzen langsung menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Pas Tia Lulus SMA aja deh. kita puas puasin dlu masa masa pacaran kita ya. " Ucap Ruzen tersenyum.
Tia pun Ikut tersenyum dan mengangguk, "Tia setuju sama kakak" Ucap nya.
Tia pun lanjut rebahan sedangkan Ruzen bersiap untuk mandi karena waktu akan maghrib.
Setelah waktu Maghrib Tiba, Tia dan Ruzen memutuskan untuk melakukan Sholat Maghrib berjamaah. Dan Ruzen juga menyempatkan membaca Al Quran yang tentu saja di awasi Oleh Tia.
"Gimana sayang? ada peningkatan gak mengenai bacaan kakak?" Tanya Ruzen.
"Mantep kak" Ucap Tia sambil mengacungkan jari jempol nya sambil tersenyum dan Ruzen pun Ikut tersenyum melihat senyuman Tia.
Dan sekitar pukul 11 malam, mereka memutuskan untuk Tidur karena memang mengingat waktu sudah tengah malam.
"Udah malem, Tidur dulu yuk nanti mau sholat tahajud kan." Ucap Ruzen sambil meletakkan ponsel yang di pegang Tia.
Tia pun hanya terdiam tak merespon Ruzen dan langsung memejamkan matanya dan telinganya bisa mendengar detak jantung sam yang saat itu sedang memeluknya.
°°°°°°°
Ruzen Tiba tiba terbangun saat alarm berbunyi nyaring.
Dengan rasa malas dan penuh dengan rasa keterpaksaan, Ruzen memaksakan dirinya untuk membuka matanya dan bangun dari tidurnya. Ia meraih jam Alarm yang berbunyi itu dan segera mematikannya.
"Sayang, kamu bangun cepet. mau shokat tahajud enggak?" Tanya Ruzen samvil beranjak dari kasurnya.
Akhirnya Ruzen kembali Ke Kasurnya untuk membangunkan Tia. "Tiaa, ayok shol ehhh badan kamu kok panas" Ucap Ruzen saat tangannya menyentuh pipi lembut Tia.
"Kamu demam ya?" ucap Ruzen sambil meletakkan punggung tangannya di kening Tia.
"Panas bangett" Ucap Ruzen.
Tia pun hanya melirik Ruzen sekejap lalu memejamkan matanya kembali.
Ruzen langsung keluar dari kamarnya dan pergi menuju dapur untuk mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Tia.
"Kenapa Tiba tiba demam sih, perasaan tadi malem baik baik aja, " Ucap Ruzen sambil berjalan agak cepat kembali ke kamarnya.
Ruzen langsung mengambil posisi duduk di sebelah pinggiran Kasur dekat Tia.
"Tia gak papa kak" Ucap Tia yang membuka matanya saat Ruzen sedang meletakkan handung di keningnya.
Tia hanya diam saja dan tetap fokus mengkompres dahi Tia. ia juga merapikan Rambut Tia yang menghalangi keningnya.
Tia pun hanya pasrah saja membiarkan Ruzen mengkompres keningnya. beberapa menit kemudian Tia membekap mulutnya dan langsung mengambil plastik yang kebetulan ada di sebelah tempat tidurnya.
Huek huek
"Ya allah kamu muntah sayang" Ucap Ruzen yang langsung memegangi bagian belakang leher Tia.
__ADS_1
"Maaf ya kak jadi jijik" Ucap Tia yang masih saja memegangi plastik.
"mau muntah lagi?" Tanya Ruzen lembut yang di balas gelengan oleh Tia.
"Udah kamu disini aja biar kakak yang buang " Ucap Ruzen langsung mengambil plastik yang tadi di genggam oleh Tia.
"kakak tinggal bentar yaa, biar kakak buatin teh anget." Ucap Ruzen sambil berjalan keluar.
.....
"Adenn ngapain kedapur jam segini?" Tanya bi momon.
"ini bik mau bikin teh buat Tia." Ucap Ruzen.
"neng Tia kenapa emang kok jam segini minum teh?" Tanya bi Momon.
"Lagi gak enak badan bik," Ucap Ruzen.
"Kok bisa den? Habis keujanan apa gimana? Tanya bi momon lagi.
" Enggak tau bik, Tadi malem juga masih sehat biasa aja. " Ucap Ruzen.
"Udh di kompres belum den? "
"Udah kok Bik. Ya udh Ruzen balik ke kamar lagi ya bik." Ucap Ruzen yang berjalan meninggalkan bi momon di dapur.
....
"Di minum dulu teh nya sayang" Ucap Ruzen sambil menyerahkan segelas teh hangat.
"Maaf ya kak Kalau Tia merepotkan kakak.'' Ucap Tia setelah meneguk teh hangat buatan Ruzen.
" Sama sekali engga merepotkan." Tegas Ruzen sambil membenahi rambut yang menghalangi wajah Tia.
"Sini" Ruzen menepuk pahanya.
Tia menggeleng dan malah memeluk tubuh Ruzen. ia menjatuhkan kepalanya di dada Ruzen dengan mata yang terpejam.
Ruzen pun membalas pelukan Tia dengan lembut dan juga mengelus rambut Tia dengan lembut. Tia pun menikmati kehangatan dari pelukan Ruzen. dan tia juga bisa mendengarkan Detak jantung sam yang membuat ia nyaman.
"Audzubillah himinassaithan nirrojim"
Ruzen mulai melafalkan ta'wudz dengan suara pelan. Tia yang pada saat itu mulai pucat di bagian bibirnya pun tersenyum dan semakin memper erat pelukan nya.
Saat Ruzen tengah membaca Surat surat pendek, Tia membuka matanya.
"semakin lancar kak bacaanny" Ucap Tia.
"Loh kok engga tidur. kakak kira udh tidur tadi." Ucap Ruzen.
__ADS_1