
Saat Ruzen tengah membaca Surat surat pendek, Tia membuka matanya.
"semakin lancar kak bacaanny" Ucap Tia.
"Loh kok engga tidur. kakak kira udh tidur tadi." Ucap Ruzen.
"Kakak begadang Jagain Tia, Tia begadang jagain kakak" Ucap Tia Tersenyum.
"Kamu ini , Lihat ini bibir kamu pucet banget" Ucap Ruzen sambil menunjuk bibir Tia.
"Gak papa kak, Tadi cuma pusing doang kok makanya muntah. Tapi sekarang udah sembuh kok kak" Ucap Tia.
"Mau di cium" Ucap Tia tiba tiba.
"Ha? apa? Ga denger kak?" Ucap Ruzen pura pura.
"Mau di cium" ucap Tia lagi.
"Ohhh udh berani minta cium sekarang ya" Ucap Ruzen.
"Mana yang mau di cium?" Sambung Ruzen.
"Selain ini" Ucap Tia menutup bibir nya.
Ruzen pun tersenyum dan langsung mencium pipi kiri, pipi kanan , dagu dan berakhir ciuman di kening yang sedikit lama.
"Terima kasih" Ucap Tia dengan senyum malu malu.
"Harus sembuh yaa, ini obat paling ampuh loh" Ucap Ruzen yang kembali mendekap tubuh mungil Tia.
"Nanti kalau pusing lagi ya minta cium lagi" Ucap Tia melet.
"Udh berani ya sekarangg, udh mulai manja juga" ucap Ruzen lembut.
"Kakak jugak, udh mulai lembut dan udh perhatian banget sama Tia. Udah sayang banget ya ?" Ucap Tia menatap Ruzen.
"Ya sayang dong, masa punya istri secantik ini ga di sayang" Ucap Ruzen.
"Sayang nya sampai kapan?" Tanya Tia.
"Nanti sampai punya istri lagi" Canda Ruzen.
"Kakak ish'' Ucap Tia sambil memukul dada Ruzen perlahan.
" Emang kamu mau di sayang sampai kapan?" Tanya Ruzen.
"Ya sampai mati lah kak, emang kak Zen mau Poligami?" tanya Tia.
"Poligami itu sunnah kan? Tanya Ruzen balik.
" Iya kak, tapi kan masih banyak sunnah sunnah yang lain." ucap Tia sedikit memberengut.
"haha, ya engga dong, ngapain jugak poligami. istri kakak cantiknya udh kayak bidadari. jadi udh enggak tertarik sama yang lain lagi." Ucap Ruzen menguatkan pelukan nya.
"kak Zen lebay ah, udh pinter ngegombal sekarang'' Ucap Tia.
"udah Subuh sayang, Sholat subuh dulu yuk." Ajak Ruzen.
"iya kak, Nanti Tia izin engga sekolah ya" Ucap Tia.
"Iya nanti kakak izin jugak" Ucap Ruzen.
__ADS_1
"Kan Tia yang sakit, kenapa kakak ikutan izin?" Tanya Tia.
"Kan kamu istriku, jadi harus siap sedia jagain istrinya yg lagi sakit dong" Ucap Ruzen.
"Ih gak papa kak , Tia gak papa di tinggal sendiri, lagian kan ada bi momon" Ucap Tia.
"Tapi kakak mau nemenin kamu" Ucap Ruzen.
"Yaudh kalau gitu Tia berangkat deh" Ucap Tia.
"Gak boleh, kakak gak ngizinin. dosa loh kalau istri keluar tanpa izin suami" Ancam Ruzen.
"Ih kak Ruzenn." Ucap Tia dengan mata sedikit berkaca kaca.
"Kenapa sayanggg"
"Tia gak mau kak Zen bolos sekolah cuma gara gara nungguin Tia." Ucap Tia.
"engga bolos sayang, kan kakak tadi bilang Izin" Ucap Ruzen.
"Pokok nya Tia mau berangkat sekolah aja" Ucap Tia kekeh.
"Ya udah terserah, nanti kalau dosa tanggung sendiri ya" Ancam Ruzen.
"ihh kak Zenn" Ucap Tia yang masih berkaca kaca.
Ruzen menghembuskan nafas nya pelanlalu duduk saat menyadari Tia terus menatap nya dengan mata yang berkaca kaca.
"Kakak engga bolos sayang. Kakak bakalan Izin nanti . Kakak pengen jagain kamu'' Ucap Ruzen sambil mengelus pipi Tia.
" Orang masih panas gini kok mau di tinggal" Sambung Ruzen.
"Yaudh terserah kak zen aja deh." Ucap Tia pasrah.
°°°°°°°°
Setelesah selesai mengerjakan Sholat subuh, Ruzen dan Tia kembali Tidur.
"Gini kok bilangnya gak ngantuk" Guman Ruzen memandangi wajah Tia yang Tidur miring menghadap ke arah nya.
"Cantik banget sih kamu" Ucap Ruzen tersenyum memandangi wajah cantik Istrinya.
"anjing udah jam 9 , Lupa bilang sama dua racun pulak. kalau gue gt gak papa gak izin. Tapi Tia bisa kacau kalau enggak izin." Guman Ruzen.
Ruzen pun duduk lalu membuka ponselnya. Ia langsung membuka WA dan mencari grup yang pernah di buat oleh Rion.
Group Rion Ganteng
Ruzen:
Woy monyet
tingg
Sam melihat Yoga mengirimkan gambar Rion yang tengah dihukum oleh guru.
Ruzen :
Kenapa lagi si monyet itu (emot ngakak)
Yoga: Ngatain bu endah goblok
__ADS_1
Ruzen : Memang pekok Tuh si Oon.
Yoga : Udah Oon, Bego lagi.
Ruzen : (emot ngakak)
Yoga : Katanya lu sakit.
Ruzen : denger dari siapa lu nyet?
Yoga : Denger dari Hilma, Katanya Tia ngabarin Hilma.
Ruzen : Oalah yaudh, baru aja gue mau bilang.
Yoga: sakit apa lo?
Ruzen: Tia yang sakit, gue aman kok.
Yoga : terus kenapa lo juga ikutan nggak masuk sekolah?
Ruzen: nungguin Bini gue lah.
Yoga: ededeh mulai bucin lo bos!
Ruzen: bukan bucin, namanya istri sakit ya di jagain lah (emot ketawa)
jomblo mana tau.
Yoga: anjing! Ulang sekali lagi sayang...
Ruzen: jomblo mana tau (emot ketawa plus melet)
Yoga: gue santet juga lo dari sini!.
Ruzen : (emot ketawa) udah sana fokus belajar, belajar yang baik jangan nakal-nakal ya Ga. Yang rukun sama Oon wkwk.
Ruzen langsung meletakkan kembali ponselnya di atas meja sebelum melihat jawaban dari Yoga yang bisa di tebak oleh Ruzen bahwa ia akan mendapat balasan
pesan berisi makian dan umpatan.
Ruzen menyingkap selimutnya dan memasangkan pada Tia sepenuhnya, setelah itu ia beranjak dan melangkah dengan pelan keluar dari kamar.
"Masak bubur aja kali ya?Biasanya kalau gue sakit kan bi Iyah buatin bubur." Ucap Ruzen terkekeh.
tapi sesaat kemudian wajahnya menjadi muram dan senyumnya padam. la mengambil duduk di meja sebentar untuk menetralkan kembali suasana hatinya.
"gue yang salah atau orang tua gue yang salah kalau gue sakit gue nggak inget mereka justru inget sama bi Iyah?"
"Astaghfirullah..." Zen menggusar wajahnya dengan kasar lalu beranjak membuatkan bubur untuk Tia.
Beberapa saat kemudian Ruzen sudah menyelesaikan kegiatannya dan langsung membawa semangkuk bubur ke kamarnya.
"Udah bangun?" Tanya Ruzen saat melihat Tia yang sudah duduk bersandar pada sandaran ranjang.
"Kakak dari mana?"
"Dari buat bubur. Nih sarapan dulu ya." Ucap Ruzen seraya mendekat.
"Makasih ya kak. maaf Tia merepotkan." Ucap Tia seraya menerima bubur yang di berikan oleh Ruzen.
"Mau di suapin nggak?" Tanya Ruzen yang di jawab gelengan oleh Tia.
__ADS_1
"Kak Ruzen pinter banget sih masaknya, buburnya enak." Puji Tia saat bubur itu sudah melewati kerongkongannya.
"Iya, kakek pernah ngajarin buat bubur. Selain itu bi Iyah juga sering buatin makanya jadi bisa buat." Ucap Ruzen.