Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Eps 61 Isi Surat


__ADS_3

Tia tersenyum saat Ruzen memanggil dirinya dengan sebutan sayang, ini memang bukan pertama kali Ruzen melakukan hal itu. Tapi tetap saja Tia merasa belum terbiasa.


"Asal kamu tahu , insecure itu hanya diperuntukkan untuk orang orang yang tidak percaya diri. Sedangkan kamu tidak memiliki kekurangan apapun yang bisa jadi


alasan kenapa kamu tidak percaya diri." Ucap Ruzen.


"Tia kan Lumpuh kak, pasti juga kekurangan lah." Ucap Tia.


"Iya kakak tau itu tapi kan kata dokter yang merawat kamu, sebentar lagi kamu akan sembuh dan bisa jalan." Ucap Ruzen.


"Aminn...mudah mudahan deh..Kalau seumpama nanti Kak Zen mau Tia berubah atau jadi seperti Anggi, Kak Zen bilang aja sama Tia ya. Insya Allah, Tia akan berusaha untuk menjadi seperti Anggi." Ucap Tia.


"Kenapa haru menjadi seperti Anggi? Sedangkan kamu saja jauh lebih sempurna dari pada Anggi. Cukup jadi diri Tia sendiri dan kakak akan menerima kamu apa adanya." Ucap Ruzen.


"Kak Zen yakin?" Tanya Tia.


"Yakin dong, apa adanya kamu tetap terlihat hebat di mata aku. Dan apa adanya aku bisa menjadi hebat dengan adanya kamu." Ucap Ruzen.


"Stop insecure sayang, mau seberapa cantik pun wanita yang kakak temui di luar sana, demi Allah Kakak nggak akan pernah melepaskan kamu." Ucap Ruzen.


"Kamu percaya nggak sama kata-kata, di pilih karena kecantikan memang sedikit membanggakan. Tapi dipilih karena pondasi iman dan taqwa itu jauh lebih menenangkan." Tanya Ruzen.


"Percaya kak." Jawab Tia mengangguk.


"Kalau begitu kamu harus tenang, karena kakak memilihmu atas pondasi iman dan taqwa." Ucap Ruzen yang membuat kedua sudut bibir Tia terangkat ke atas.


"Kak Zen makin jago ih gombalnya!" Ucap Tia seraya menarik tangannya yang ada di bawah tangan Ruzen.


"Siapa yang bilang kakak gombal? Kakak bukan tipe orang yang suka gombal apalagi bermain-main dengan perasaan. Jadi apa yang Kakak ucapkan itu adalah apa yang kakak rasakan." Ucap Ruzen.


Lagi dan lagi, Ruzen berhasil membuat kedua sudut bibir Tia terangkat ke atas.Tia pun melamun dengan perkataan Ruzen barusan.


"Sayanggg..." Panggil Ruzen yang berhasil membuyarkan lamunan Tia.


"Iya kak?" Jawab Tia.


"Minta air minum dong." Ucap Ruzen karena memang botol air mineral yang berada di depannya sudah kosong.


Tia mengangguk lalu mengambil sebotol air mineral dan diserahkan kepada Ruzen.


"Bukain dong sayang." Ucap Ruzen membuat Tia yang awalnya biasa saja tangannya menjadi bergetar dan menjadi salting.


"Cepetan haus nih, salting nya di lanjut lagi nanti." Ucap Ruzen membuat Tia sedikit memberengut kesal dan langsung membuka botol air mineral itu.


"Ini kak Zen ." Ucap Tia langsung

__ADS_1


mengarahkan Botol itu langsung ke arah bibir Ruzen.


Ruzwn tersenyum sekilas dan langsung menerima air itu.


"Makasih sayang." Ucap Ruzen yang di angguki oleh Tia.


"Kita langsung pulang ya, kakak nggak sabar mau buka surat yang di kasih sama kakek." Ucap Ruzen.


"Surat apa kak?" Tany Tia penasaran.


"Nggak tau juga, kata om Anto itu di titip kakek ke om Anto buat kakak." Ucap Ruzen.


"Om Anto yang tadi telpon?" Tanya Tia yang di angguki oleh Ruzen.


"Kemarin ada bapak-bapak nyariin kak Ruzen terus, terus di jawab sama kak Yoga kalau kakak masih pingsan, mungkin dia kali ya orangnya?"ucap Tia.


"Iya kayanya, kakak ketemu sama om Anto juga pas dia jemput kakak di depan sekolah sama sebelum dia pulang doang kok."


 


Setelah Setibanya di Rumah, Tia langsung mandi karena ia sudah merasakan keringat di sekujur tubuhnya akibat seharian ke makam dan ke mall.


Tia sedikit mengerutkan keningnya saat ia selesai mandi, ia melihat Ruzen yang berbaring di atas ranjang dengan membelakangi dirinya.


ke sisi ranjang yang lain.


"tumben kak Zen tidur siang?" Gumam Tia.


Tia tersenyum, sepertinya memang sudah menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan dan sangat menenangkan saat Tia menatap wajah damai pria itu ketika sedang tertidur.


Tangan Tia terulur menyingkirkan helaian rambut Ruzen yang menutupi wajah Ruzen.


Tia melakukan itu dengan sangat pelan, tapi entah kenapa Ruzen masih terusik, ia membuka matanya lalu mendongak, mengangkat kepalanya lalu menatap Tia.


"Kamu ngapain sayang?" Tanya Ruzen kembali menjatuhkan kepalanya di atas bantal dan kembali memejamkan matanya.


"Eh, maaf yah Tia ganggu kak Zen tidur." Ucap Tia yang merasa bersalah.


Ruzen tidak menjawab ucapan dari Tia, ia mengangkat kepalanya lalu menjatuhkan di atas paha Tia.


"E-eh..."


Ruzwn tak membuka matanya justru membenamkan wajahnya di perut sang istri dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang istri.


Tia tersenyum lalu mengelus rambut Ruzen dengan lembut.

__ADS_1


" Sebentar lagi adzan ashar loh kak. Kakak mau mandi nggak?" Tanya Tia.


Ruzen pun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Katanya mau buka surat cinta dari kakek?" Tanya Tia yang kali ini sukses membuat Ruzwn membuka matanya dan memiringkan tubuhnya menjadi terlentang dan menatap wajah Tia yang ada di atasnya.


"Udah di baca?" Tanya Tia yang di angguki oleh Ruzen.


"Kamu mau baca gak?" Tanya Ruzen.


"Mau kak, emangnya boleh?" Tanya Tia balik.


Ruzen tak menjawab, ia menggerakkan kakinya untuk menggeser bantal agar lebih dekat dengan dirinya.


Setelah itu tangan Ruzen merogoh sarung bantal dan mengeluarkan sebuah kertas yang di lipat lalu menyerabhkan kertas itu pada Tia.


"Kakek lebay loh ternyata." Ucap Ruzen terkekeh.


"Tia boleh buka ini kak?" Tanya Tia kembali memastikan.


"Boleh kok, buka aja, nggak ada rahasia juga di dalamnya." Ucap Ruzen


Tia mengangguk dan langsung membuka kertas itu.


"Untuk Ruzen yang tersayang." Gumam Tia seraya membaca surat itu lalu kembali menatap Ruzen yang sudah kembali memejamkan matanya.


"Lanjutin yang agak keras suaranya, biar kakak ikut nyimak." Ucap Rizen tanpa membuka matanya.


Ruzen, kakek mau curhat deh Ruzen. Kenapa ya untuk perjalanan bisnis kali ini, kakek kaya serasa berat banget buat ninggalin kamu? Ah tapi ya sudah lah, kenapa juga ya kakek mikirin anak tengil kaya kamu? Ahahahah... Tapi sepertinya kakek sudah sangat menyayangi bocah tengil itu ahahah....


Oh iya Zen, kalau seumpama nanti Arman dan putriku Lusi kembali menyakiti dirimu, bilang saja sama Om Anto. Dia akan menjaga kamu ketika kakek tidak berada di


Indonesia. Belajarlah bersama om Anto ya, dia akan mengajari dirimu tentang banyak hal.


Jaga dirimu baik baik selama kakek belum kembali Ya, kakek tidak hanya pergi ke perempatan Ciamis, tapi kembali ke luar kota.


Kakek harap kamu bisa jaga diri baik baik di sana, jaga istri kamu baik baik dan jangan menyakiti hatinya.


Sudah dulu ya, ini kakek hanya iseng saja menulis di kantor.


Kakek titip salam untuk Tia dan juga Rian ya.


Kakek mnenyayangimu Ruzen.


Ttd : sugar Daddy paling kaya.

__ADS_1


__ADS_2