Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 45 Kesempurnaan Pernikahan


__ADS_3

Tia menghembuskan nafas nyabpelan lalu memilih balik ke kamarnya.


Ruzen hanya bisa menghembuskan nafas kasar berulang kali danbia juga terus menerus menggusarkan wajah nya.


Sampai beberapa menit kemudian, Tia kembali keluar kamar dan mendekati Ruzen lagi.


"Kenapa kok keluar lagi?" Tanya Ruzen kebingungan.


"Tia sudah memikirkan matang matang, Tia sudah menerima apapun nanti resiko yang harus tia terima, jadi Tia tidak berubah pikiran dan akan tetap pada keyakinan Tia." Ucap Tia yang membuat Ruzen semakin kebingungan.


"Maksudnya gimana?" Tanya Ruzen tak paham.


"Lakukanlah apa yang kakak ingin kan, dengan senang hati Tia akan terima dan dengan Ridho Allah Tia serahkan diri rum kepada kakak sebagai suami Tia." Ucap Tia dengan begitu yakin.


"kamu yakin?"


Tia mengangguk dan tersenyum.


"Lakukanlah ya zauji" Ucap Tia memejamkan matanya.


Ruzen kembali mendekat dan menyentuh bibir Tia.


"Apa Tia yakin? Karena setelah ini kakak mungkin tidak bisa mengontrol diri kakak lagi" Ucap Ruzen .


"Iya kak, Tia yakin. Lakukanlah"


Ruzen pun langsung berdiri dan mendorong kursi roda kembali menuju kamar lalu menggendong tubuh mungil Tia menuju kasur.


Akhirnya, malam itu mereka menyempurnakan pernikahan mereka. Apa yang selama ini Ruzen tahan .


*Aku yakin dengan pilihanku, karna aku meniatkan karna ingin beribadah kepada Allah. Aku ingin menjalankan tugas dan kewajibanku sebagai seorang istri yang taat kepada suami.


Terima kasih sudah mau memilihku untuk menemani hidupmu terima kasih tuhan sudah mengirimkan laki laki tulus seperti dirinya*.


°°°°°°°°°


Pukul 10 malam, pintu kamar di ketuk dari luar membuat Ruzen membuka mata nya.


"den Ruzen, Nenggg ... Udah tidur?" Tanya Bi momon dari luar kamar.


"Iya bikk , kenapa..?" Tanya Ruzen sambil membuka pintu kamar.


"Ini bibik habis buatin makanan den, makan dulu ya" Ucap Bi momon.


"Iya bik, nanti Ruzen makan, Tia lagi tidur biar Ruzen bangunkan dulu" Ucap Ruzen.


"Iya udah den" Ucap bi momon meninggalkan Ruzen.


Ruzen kembali ke ranjangnya dan menatap wajah Tia. Ruzen lalu mengelus lembut pipinya sehingga membangunkan Tia.


"Kak Zen"


Saat Sadar, Tia langsung menarik selimutnya hingga sebatas lehernya.


"Maaf ya kakak udh buat Tia kesakitan. Kakak janji gak akan ngelakuin itu lagi" Ucap Ruzen.


Tia tak menjawab dan masih saja memejamkan matanya sambil memegangi selimutnya.


"Kakak ambilin makanan dulu ya?" Ucap Ruzen.


Tia masih saja diam tak menjawab ucapan Ruzen, dan entah kenapa ia merasa sangat malu sekali.


Ruzen tersenyum lalu mengecup kening Tia cukup lama.

__ADS_1


"Terima kasih sayang" Ucap Ruzen lalu bangkit dari tempat tidur.


Ruzen pun langsung menuju daput untuk mengambil makanan yang sudah di buatkan oleh bi momon.


"Neng Tia kemana den?" Tanya Bi momon.


"Masih gak enak badan bik, Biar Ruzen ambilin makanan buat Tia." Ucap Ruzen


"Lah apa belum sembuh den? Perasaan tadi siang udah jalan jalan ke mall " Ucap Bi momon heran.


"Karna belum sembuh terus Ruzen ajak ke mall, Jadi sakit lagi bik" Ucap Ruzen sambil menggaruk kepalanya.


"Oh gitu ya? Ya udah kalau gitu, ini makannya den." Ucap Bi momon menyerahkan dua piring berisi nasi kuning beserta lauknya.


"Makasih ya bik atas makanan nya, Ruzen balik ke kamar duku ya bik ."Ucap Ruzen seraya menerima makanan itu dan kembali menuju kamarnya.


"Iya, kalau ada apa-apa bilang aja sama bibik ya den." Ucap bi momon tersenyum.


"Sayang..."


Saat Ruzen masuk, kasur mereka sudah berganti sprei, Tia juga baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang masih basah.


"kamu Mandi? Tanya Ruzen.


"Kenapa nggak besok aja sih, Ini udah malem loh gak bagus mandi malem malem?" ujar Ruzen.


la lalu meletakkan makanan itu di atas kasur lalu berjalan mendekat pada Tia. Dan langsung mengangkat tubuh Tia di bawa ke atas tempat tidur.


"Maaf ya..."


"sakit kak" Ucap Tia.


"Maafin kakak ya... Kakak janji nggak akan ngulangin lagi deh." Ucap Ruzen.


Ruzen mengangguk cepat, "maaf...."


"Nggak papa kak, untung besok "Makan dulu ya, biar kakak yang suapin." Ucap Ruzen seraya meraih piring yang berisi nasi kuning buatan bi momon. Lalu merapikan rambut Rum.


"Kan rambut Tia masih basah kak, nanti bau." Ucap Tia.


"Nanti kalau udah selesai makan di lepas lagi jepit rambutnya." Ucap Ruzen


Tia menghembuskan nafas pelan memilih


menurut saja pada Ruzen.


"Nih buka dulu mulutnya." Ucap Ruzen.


"Tia bisa makan sendiri kok kak, kak Zen juga makan lah bareng sama Tia." Ucap Tia


hendak meraih makanan itu, tapi Ruzen


lebih dulu menjauhkannya dari Tia.


"Kakak suapin." Ucap Ruzen.


lagi-lagi Tia hanya menghembuskan nafas pelan lalu menerima suapan dari Ruzen .


Tok tok tok


"Adenn?"


"Iya bikk?"

__ADS_1


"ini bibik bawain teh anget sama kopi item Dennn..."


"Masuk aja Bik nggak gue kunci pintunya." Ucap Ruzen sedikit berteriak.


Ceklek


"Neng Tia Gimana badannya udah enakan? Katanya sakit lagi?" Tanya Bi Momon seraya masuk ke dalam kamar mereka, ia meletakkan dua gelas airbitu di atas meja lalu mendekat pada Tia dan Ruzen.


"Jadi perhatian bener den Ruzen sekarang."


Ucap Bi momon terkekeh saat melihat Ruzen menyuapi Tia sebelum dirinya


sendiri makan.


Ruzen hanya diam saja lalu kembali menyuapkan nasi kuning ke dalam mulut Tia.


"Nanti kalau masih sakit suruhnDen Ruzen antar ke dokter ya neng, kalau Den Ruzen


sibuk panggil bibik aja, biar bibik yang anter." Ucap bi momon yang di angguki oleh Tia.


"Ya udah den, bibik ke belakang lagi ya ." Ucap Bi Momon.


"Oke bik, makasih banyak ya bik." Ucap Ruzen


yang di acungi jempol oleh Bi Momon.


"Kakak mau kunci pintu dulu ya." Ucap


Ruzen seraya meletakkan makanan itu


di atas kasur dan berjalan ke arah pintu.


"Sini biar kakak suapin aja." Ucap Ruzen meraih makanan yang di ambil oleh Tia.


"Tia bisa sendiri kak, kak Zen makan aja." Ucap Tia.


"Kamu habisin dulu baru kakak makan." Ucap Ruzen kembali menyuapin istrinya.


"Bentar kakak ambilin minum dulu." Ucap Ruzen seraya berdiri danbmengambilkan teh hangat yang di buatkan oleh Bi Momon.


"Minum dulu sayang"


"Makasih ya kak." Ucap Tia yang di angguki oleh Ruzen.


"Kakak makan aja dulu." Ucap Tia.


"Kamu tidur dulu baru kakak makan." Ucap Ruzen membuat Tia mengerutkan keningnya.


"Kenapa harus nunggu Tia tidur kak? kakak blm makan loh dari tadi Takut di minta tia makanannya?"


"Bukan gitu sayang."


"Ya udah kakak makan aja dulu, Tia mau nungguin kak Zen makan ." Ucap Tia.


"Yakin? Nggak mau langsung istirahat aja?" Tanya Ruzen.


"Nggak papa kak, Tia nggak papa kok. Kakak santai saja." Ucap Tia.


"Ya udah. kakak makan dulu ya." Ucap Ruzen yang di angguki oleh Tia.


Tia terus menatap Ruzen dengan senyuman. Entah kenapa rasanya hangat selkali di perlakukan seperti ini oleh Ruzen.


Dulu yang ia kira hanya mimpi, sekarang menjadi kenyataan.Ruzen yang di awal kaku dan cuek mendadak menjadi perhatian.

__ADS_1


__ADS_2