Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 7 Tersadar


__ADS_3

"Inalillahi, " ucap bu maya tak percaya.


"Terus sekarang gimana keadaannya nak Ruzen?" tanya ibunya kepada Tia.


"Kak Zen patah tulang tangan sebelah kanan dan ada pendarahan di otak kata dokter buk. Dan sampai sekarang belum juga sadar" jawab Tia .


"ya allah nak ruzen" buk maya terlihat khawatir terhadap keselamatan Ruzen.


"Nanti sepulang sekolah, Tia izin langsung ke rumah sakit ya buk, Tia gak sendirian kok. Nanti Tia ajak Hilma untuk menemani Tia." ucap tia yang meminta izin kepada ibunya.


"Iya nak, yg penting jangan terlalu sore pulang nya, gak baik di lihat orang. Nanti kesan nya gimana gt. Apa lagi kan kamu pakai cadar" ucap ibu nya menasehati Tia.


"Iya buk" jawab Tia.


Setelah sarapan selesai, Tia pun bergegas berangkat menuju sekolah dan berpamitan pada ibu dan abangnya.


"Ibuk, abang, Tia berangkat dulu yaa. Itu Hilma udh di nungguin di depan.


Assalamualaikum" ucap tia sembari pergi meninggal kan ibu dan abang nya di ruang makan.


"walaikumsalam" ucap bu maya dan sigit bersamaan.


"Hilma, nanti sepulang skolah, temani aku ke rumah sakit yaa" ajak Tia . hilma pun tersenyum kepada tia.


"Cie cie yang khawatir sama calon imam nya" ejek Hilma.  Tia pun hanya tersenyum di balik cadarnya karna menerima ejekan dari sahabat nya.


"Mau nggak nih nemenin aku?" tanya tia.


"Kemana pun sahabat ku pergi, ak akan ikut" ucap Hilma yang membuat Tia semakin girang.


"Terima kasihh" ucap Tia sambil tersenyum.


Sementara itu di sekolah, semua siswa dan Siswi sudah mendapat kabar bahwa siswa yg paling nakal di sekolah nya kecelakaan.


Tak terkecuali Dita, siswi sma Garuda yang sedari SMP sudah menyukai Ruzen. Dita mempunyai dua orang sahabat yaitu Ira dan Tika.


Dita yang mengetahui kabar tersebut pun mengajak dua sahabat nya untuk melihat kondisi Ruzen cowok idamannya.

__ADS_1


"Eh ntar habis pulang sekolah ke RS yuk nengok Ruzen" ajak dita .


"mager gwe" ucap ira yg terlihat malah. Ucapan Ira pun dianggukkan oleh Tika.


"Ayo dong plisss, ntr gw traktir deh" rayu Dita.


"Traktir apa an" tanya Tika.


"Ntr gw traktir kerupuk" canda Dita.


"Klo kerupuk gw mampu beli sndri ga perlu lu traktir" ucap Ira sedikit ngomel.


"Becanda heh... Apa aja yang lu mau deh ." ucap Dita merayu kedua sahabatnya.


" Gw pengen makanan yg mahal dikit, bosen gw makan baso bude ida mulu" ucap tika.


"Oke ntar kita cari makanan yang enak deh.'' ucap dita.


" nahhh gtu baru sahabat gw" kata ira sambil menepok jidat dita" .


Setelah bel pulang berbunyi, hilma dan Tia bergegas meninggal kan sekolah dan menuju ke arah Rumah Sakit tempat Ruzen di rawat.


Setiba nya di rumah sakit, Hilma dan Tia pun langsung menuju kamar Ruzen di rawat. Terlihat Rion dan Yoga yang memang selalu menunggu Ruzen sejak tadi malam.


"Kak on, gimana keadaan kak Ruzen,? Apa sudh membaik? Tanya Tia.


" Rion ya bukan on on." ucap Rion sedikit kesal terhadap Tia.


" eh maaf kak" ucap Tia sambil nyengir di balik cadar nya.


"Alhamdulillah keadaan si bos udh agak membaik. Walaupun belum sadar tp kata dokter sudah agak membaik." ucap Rion menerangkan keadaan Ruzen.


"Alhamdulillahhh" ucap Tia bersyukur dalam hati.


Tak berselang lama, keluar lah 3 orang wanita dari dalam ruangan tempat Ruzen di rawat. Dia adalah Dita,Ira, dan Tika.


"Eh si lumpuh ngapain lo dsni" ucap dita yang membuat Tia terdiam dan tertunduk.

__ADS_1


"Eh anjing, lo apaan sih. Kalo ngmong d jaga ya bangsat" ucap Yoga yang tersulut emosi akibat perkataan Dita.


"Apa lu gaterima? Kan emg dia lumpuh alias cacat" tegas Dita.


"Anjing emang lu ya, punya mulut ga d jaga banget bgst" ucap Rion yang juga emosi mendengat ucapan Dita.


"Udh kak yoga gapapa kok" ucap Tia yang menahan sakit di dada nya akibat ucapan Dita.


"Gak gak, gw ga terima. Gw yakin klo skrng Ruzen udh sdar, dia ga akan terima juga karna ni cwek bgst udh ngata ngatain lo" ucap Yoga.


"gapapa kak" ucap Tia lagi.


"Udh ya gw mo balik dlu, ga asik ada si lumpuh " ucap dita . Hilma yang mendengar sahabat nya di hina pun tak terima.


"Lu kalo punya mlut tu bisa ga sih gaush bawa bawa fisik?" ucap Hilma emosi. Tiga orang itu pun pergi meninggalkan mereka sambil memasang wajah yang menghina .


Rion, Yoga, dan Hilma pun hanya menggeleng geleng kan kepala nya melihat dita yg semakin kelewat batas dalam menghina.


"Kok ada ya cewek yg sebangsat itu" ucap Yoga yang masih saja emosi.


"Udh kak, gak baik emosi terus" ucap Tia yang menenangkan Yoga.


"Yuk kita masuk kak , kita sama sama lihat kondisi kak Ruzen" ajak tia . mereka berempat pun langsung masuk ke ruang perawatan.


Setelah di dalam ruang perawatan, Rion berkata "ini semua salah Gue tia." ucap rion yg merasa bersalah karena sudah membuat Ruzen celaka.


"Maksud kak Rion? " tanya Tia penasaran.


"Iya ini semua salah gw, jadi sebelum kecelakaan Ruzen sempet ke markas. Jd kan si bos sempet nemuin lu kann.. Nah jadi pas bos baru sampe markas gw nanya, lu ngapain ketempat si lumpuh. Maaf ya selum nya tia. Gw tau gw salah. Nah terus si bos langsung marah tuh dia pergi ninggalin markas dan dia emosi karena perkataan gw. Ternyata si bos balapan . dan pas balapan itu lah bos kecelakaan. Sekali lagi maafin gw ya tiya , karna gw udh nngatain lu di depan si bos." ucap Rion menjelaskan kepada Tia.


"Iya kak gapapa" ucap Tia sambil menunduk.


"Gw tau lu pasti sakit dnger ucapan gw tadi, tp gw mohon sama lu maafin gw tia," ucap Rion memohon maaf kepada Tia.


Saat mereka sedang berbincang bincang. "Lu klo mau ribut jangan disini on, gw lg istirahat anjing" Ucap Ruzen yng membuat Rion,Yoga,Hilma dan Tia kaget.


''Kak Ruzen" ucap Tia yang sedikit berteriak. "Lah anjing lu ngagetin bangsattt" Ucap Rion yang kaget begitu pun yoga.

__ADS_1


Yang seakan tak percaya jika Ruzen sudah sadar.


__ADS_2