
Sementara itu Rion dan Yoga yg pada saat itu sedang berada di markas belum mengetahui jika Ruzen telah mengalami kecelakaan.
Rion dan Yoga serta Anggota gang Red Dragon baru mengetahui kabar tersebut setelah mereka di beri tahu oleh pedagang yang kebetulan berjualan di area balapan.
Rion yang pada saat itu baru mengetahui kabar tersebut pun langsung syok akibat dia merada bersalah karena sebelum kecelakaan dia lah yg membuat Ruzen emosi sehingga meninggalkan markas.
"Kabarin semua anak anak. Kita meluncur ke RS sekarang." perintah Bang Ali kepada anggota gangnya.
Setelah anggota nya berkumpul semua, bang Ali langsung memimpin anak anak menuju rumah sakit.
Sesampainya mereka langsung menuju Ruangan tempat Ruzen di rawat. Bang ali menyempat kan diri untuk bertemu dokter terlebih dahulu guna menanyakan kabar dari Ruzen.
"dok Gimana keadaan teman saya?" tanya bg Ali yg khawatir.
"Pak Ruzen mngalami patah tulang lengan bagian kanan dan ada sedikit pendarahan di bagian otak yang membuat pak Ruzen belum sadar hingga sekarang. Tapi mas nya tenang aja kita mengupayakan semaksimal mungkin untuk pak Ruzen.dan saya mohon untuk tidak memasuki ruangan perawatan dulu karena takut mengganggu" ucap dokter yang menangani Ruzen.
"baik, terima kasih pak" ucap bg Ali.
Setelah itu bang Ali langsung menuju ke ruangan Ruzen di rawat.
"Lu semua diem, jangan ada yg ribut. Bos butuh istirahat." perintah bang Ali kepada teman temannya.
"Gimana keadaan bos bg.?" tanya Rion yang sangat khawatir.
"Ruzen patah tangan kanan dan ada sedikit pendarahan di bagian otak." jelas Ali.
Sedangkan Rion dan Yoga semakin khawatir dengan keadaan Bosnya pada saat itu.
"Lu udh kabarin ortunya belum" tanya bang Ali kepada Yoga dan Rion.
"Sudah bg, tapi ya gt respon mereka. Seakan tdk peduli dngn keselamatan anak nya" jawab Yoga.
" Yaudh seengganya kita sudah memberitahu org tua nya." tegas Ali.
Ali pun pargi meninggalkan mereka berdua dan memberi anggota gang yang lain.
"On Lu mending kabarin Tia sekarang deh." Perintah Yoga.
''Lu aja sono" jawab Rion.
"Ah elah on on" ucap Yoga kesal.
__ADS_1
Yoga pun mengabari Tia lewat nomor telpon Tia yang ia cari dari grup whatsapp sekolah.
"Assalamualaikum" ucap wanita dari dalam telepon.
"Walaikumsalam" jawab Yoga.
"Sori nih ganggu waktunya, aku Yoga, Sahabatnya Ruzen. Mau mengabari kalau Ruzen kecelakaan tadi. Dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit." ucap Yoga menjelaskan keadaan Ruzen.
Tia yang pada saat itu mendengar kabar itu terdiam seribu bahasa, tak bisa berbicara akibat syok karena orang yang sangat ia sukai kecelakaan.
"Halooo. Tiaaa?" ucap yoga yg bingung kenapa hp nya tidak ada suaranya.
"Eh iya kak maaf, bisa kirim lokasi RSnya ke Tia ga? Tia mau kesitu liat kak Ruzen" ucap Tia.
"Oke oke. Nanti aku kirim." setelah berkata demikian, Yoga langsung mematikan telpon nya tanpa mengucapkan salam.
Tia langsung memberi tahu Hilma dan mengajak nya untuk kerumah sakit saat itu juga.
Sesampainya di rumah sakit, Tia langsung menanyakan kondisi Ruzen kepada Rion dan Yoga.
" gimana keadaan ka Zen?" tanya Tia sangat khawatir.
"Dia patah tulang kanan dan ada sesikit pendarahan di otaknya, sampai sekarang dia blm sadar. " Yoga menerangkan kepada Tia.
" udh Tia, kita doa kan untuk kesembuhan dan semoga tdk terjadi apa apa dengan Ruzen." ucap Hilma menenangkan sahabat nya.
"Apakah orang tua kak Zen sudah Mengetahui?" tanya Tia .
"sudah Tia, tapi mereka tidak peduli" jawab Rion.
"Astaghfirullah" ucap tia dalam hati.
Waktu yang saat itu telah memasuki waktu maghrib, Tia mengajak Rion dan Yoga untuk sholat maghrib terlebih dahulu untuk mendoa kan Ruzen.
"Kak ayo sholat maghrib dlu" ajak Tia.
Rion yg mendengar ajakan Tia pun hanya cengengesan begitu pun juga Yoga.
"Kita gak pernah sholat Tia" ucap mereka.
"Ya makanya ayo sholat kak di biasakan" kata Tia.
__ADS_1
Mereka berdua pun hanya mengangguk . sementara hilma dan tia langsung menuju mushola rumah sakit untuk melakukan sholat maghrib.
Setelah selesai melaksanakan sholat maghrib, Hilma dan Tia kembali menuju ruangan Ruzen di rawat.
"Gimana kak? Belum sadar juga?" tanya Tia kepada Rion.
"Belum Tia" ucap Rion cemas.
"Tia dan hilma mending pulang aja, biar kita kita yg jagain si bos. Nanti kita update deh perkembangan si bos." ucap Yoga.
Tia yang mendengar yoga pun menyetujui karena dia seorang perempuan. Tidak baik apabila keluar malam, apa lagi ia menggunakan pakaian yg tertutup semakin akan menjdi omongan orang orang.
"Yaudah kak nanti tolong kasih tau Tia ya perkembangan kak Zen. Tia dan Hilma pamit dlu. Titip Kak Zen yaa, assalamualaikum" ucap tia dan di sambut oleh Rion dan yoga secara bersamaan
" Walaikumsallam" .
Saat itu, yang ada di rumah sakit hanya Rion,Yuda, dan Bang Ali. Karena mereka bertiga adalah orang yg paling dekat dengan Ruzen.
Sementara itu, sesampainya di rumah, Tia tak henti henti nya memikir kan keadaan Ruzen. Iya takut org yg dia sukai kenapa kenapa.
Tengah malam, sekitar pukul 2, Tia terbangun dan langsung melakukan sholat malam dan berdoa untuk keselamatan kak Zen.
Setelah sholat, Tia kembali menuju ke kasurnya. Namun saat itu dia tidak bisa melanjutkan tidurnya karena fikirannya selalu memikirkan keadaan Ruzen yang sampai saat ini belun sadar.
Bahkan, Tia belum memberi tahu kepada ibunya bahwa Ruzen sedang koma di rumah sakit akibat kecelakaan.
Hingga subuh, Tia belum juga bisa memejamkan mata nya. Dan dia langsung melaksanakan sholat subuh setelah mendengar adzan subuh.
Setelah melakukan kewajibannya sebagai muslimah, Tia langsung Mandi untuk bersiap siap Sekolah.
Pagi hari saat pukul setengah 7, Tia dan Ibu serta kakak kandung Tia yaitu Sigit melakukan sarapan bersama di ruang makan. Disitu lah Tia memberi kabar kalau Ruzen kecelakaan kepada ibu nya.
"Bu, Tia mau memberi kabar tentang kak Ruzen bu" ucap tia yg memasang wajah lesu.
"Ruzen.? Siapa dia?" Tanya Sigit kepo.
"Ruzen itu, laki laki yg di sukai adik mu" jawab ibu maya.
"Ohh jadi adik abang udh bisa suka sama orangg" goda abang nya.
" abang apaan sihh" ucap Tia cemberut.
__ADS_1
"Kak Ruzen kecelakaan buk, dan dia skrng blm sadar" ucap Tia.