
Hingga beberapa saat kemudian, Tibalah dia di kafe ibu nya bebarengan dengan Rion dan Yoga yang juga baru saja tiba. Mereka pun langsung memasuki kafe.
"On, lu mulai sekarang bantu jaga kafe ya sama Yoga, bantu ibuk. Ibuk kalau malem biar istirahat nah lu berdua yang jaga pas malem. " Ucap Yoga kepada kedua sahabat nya.
"Lah kok kita?" Ucap Rion sedikit protes.
"Udah lu nurut sama gua, biar berubah lu berdua tu. Lagian kan lumayan buat tambahan uang jajan kalian. Kalau masalah gaji, ntar gue bicarain dulu sama ibuk. " Ucap Ruzen.
"Oke siap bos, kalo ada cuan nya sih kita mau mau aja , ya kan On " Ucap Yoga .
"Sip" Ucap Rion singkat sambil memberi yoga jempol.
"Cuan aja lu cepet ya babi" Ucap Ruzen kesal.
Tia pun hanya tersenyum mendengar candaan mereka.
Setelah melakukan pembicaraan dengan Tion dan Yoga, Ruzen pun mengajak Tia dan Maya untuk langsung bergegas menuju rumah kakeknya.
"ibuk, ayok kita berangkat sekarang" Ajak Tia.
"Yuk, nanti malah ibuk kesorean pulangnya." Ucap Maya
Mereka pun langsung berangkat menggunakan mobil Honda Civic pemberian Kakek Heri.
Setibanya mereka di rumah kakek, Ruzen meminta bantuan pak prayitno dan bi momon untuk menurunkan barang barang milik Ruzen dan Tia.
Tak butuh waktu lama untuk menurunkan barang bawaan mereka karena kebetulah hanya sedikit yg mereka bawa. Mengingat mobil nya tidak cukup jika harus membawa semua barang mereka. Dan Ruzen berniat mencicil membawa barang barang nya.
"Assalamualaikumm" Ucap maya menyalami Heri.
"Walaikumsalam" Ucap heri sambil menyambut uluran tangan dari maya.
"Kek, ini ibu nya Tia, ibuk ikut karena ada yg ingin disampaikan dengan kakek" jelas Ruzen.
"Oalahhh,, iya iya" Ucap Heri sambil mengangguk.
"Jadi kek, saya mau menyampaikan Ribuan terima kasih saya karena sudah menerima Tia sebagai cucu kakek. Dan saya juga mau menyampaikan Ribuan terima kasih atas jasa kakek yg mau membiayai pengobatan kaki anak saya. Saya tidak tahu bagaimana caranya membalas kebaikan kakek terhadap anak saya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak kek" Ucap Maya yang matanya sedikit berkaca kaca.
"Tidak usah seperti itu buk. Saya ikhlas membanti lilla hita'ala. Karena saya sayang dengan cucu saya. Dan karena anak ibu sudah menikah dengan cucu saya maka otomatis anak ibu merupakan cucu saya juga. Maka dari itu saya akan berusaha semaksimal mungkin agar cucu cucu saya bisa sehat semuanya" Ucap Heri yang semakin membuat Maya berkaca kaca.
__ADS_1
Begitu pun dengan Tia yang berkaca kaca sambil menggenggam erat tangan Ruzen karena terharu dengan kebaikan kakek.
"Mudah mudahan kakek di lancarkan terus rezeki nya . karena kakek sudah baik sekali dengan anak saya. " Ujar Maya.
"Terima kasih banyak ya kek. Tia janji bakalan selalu patuh pada kak Ruzen dan kakek.'' Ucap Tia yang kali ini sudah meneteskan air mata.
Ruzen yang ada disitu pun sama sekali tidak merasa sedih. Karna ia tau kakek memang selalu sayang dengan cucu nya walaupun Ruzen selalu nyebelin di mata kakek nya. Dan ia pun tau kalau biaya pengobatan Tia itu tidak ada apa apa nya dibandingkan dengan seluruh harta kekayaan kakek nya.
"Ya sudah tidak usah bersedih terus. Ayok kita makan bareng. Kebetulan bi momon sudah masak banyak tadi" Ucap Heri mengajak mereka untuk makan.
Mereka pun langsung menuju meja makan yang sudah tersedia banyak sekali menu makanan yang lezat.
Setelah mereka makan, Maya pun berpamitan dengan heri untuk pulang. Karena waktu yang sudah begitu sore.
"Terima kasih banyak kek atas jamuan nya . saya izin undur diri karena masih ada pekerjaan di kafe yang harus di selesai kan" Ucap Maya berpamitan.
"Tidak mau menginap dulu disini?" Ucap Heri.
"Enggak kek, kasian abang nya Tia nanti gak ada yang masakin " Ucap maya sambil tersenyum.
"Yasudah hati hati kalau begitu,. Oh iya jangan sungkan sungkan kalau mau main kesini melihat anakmu" Ucap Heri.
"Ibuk gak langsung pulang aja?" tanya Tia.
"Enggak nak, kasian nak Rion sama nak Yoga. Hari ini kan hari pertama mereka kerja. Jadi ada beberapa hal yang harus ibu ajarkan kepada mereka tentang pembukuan dan sebagai nya" Ucap Maya.
"Ya sudah kalau gitu biar Ruzen pesenkan Taxi online ya buk. " Ucap yoga.
…...……
Setelah Taxi online pesanan Ruzen sudah ada di depan gerbang, maya pun berpamitan lagi.
"Kek, saya pamit dulu yaa.. Titip anak saya ya kek.. Assalamualaikum" Ucap maya yang langsung pergi menuju taxi.
"Walaikumsalam" Jawab heri perlahan.
Maya pun langsung menaiki Taxi yang sudah di pesan oleh Ruzen. Dan langsung menuju Kafe.
"Jadi kamar kita di mana kek" Tanya Ruzen.
__ADS_1
''Pilih aja sendiri mau kamar yang mana. Kakek mau ke kamar dulu istirahat." Ucap Heri yang langsung menuju kamarnya.
Setelah itu Ruzen pun memindahkan selurung barang barangnya menuju kamar, sedangkan Tia disuruh untuk menunggu di kamar.
"Kamu ke kamar aja dulu yaa. Kakak mau mindahin barang barang dulu." Ucap Ruzen yang langsung berdiri hendak memindahkan barang barang.
"Iya kak, Tia tunggu di kamar ya. Nanti kita sholat ashar berjamaah " Ucap Tia.
"Siap nyonya " Canda Ruzen.
Tia pun hanya tersenyum dengan perkataan Ruzen.
Setelah menyelesaikan pekerjaan itu Ruzen pun merebahkan badan nya sebentar di kasur nya.
"Sholat dulu kak ayok" Ajak Tia.
"Sebentar sayang, istirahat dulu 15 menit.'' Ucap Ruzen malas sambil membuka ponsel nya.
" Sholat itu ga lama lo kak, paling lama 10 menit" Ucap Tia memaksa.
"Iya iyaa sayang, yaudh kamu duluan wudhu cepet." Ucap Ruzen yang langsung duduk.
"Iya kak sebentar ya tia wudhu dlu." ucap nya yang langsung menuju kamar mandi yang ada di kamar.
"Sudah kak" Ucap Tia yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan baju yang di linting sesiku nya.
"Ya udah tunggu bentar yaa" Ucap Ruzen yang langsung berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama, Ruzen pun keluar dengan rambut yang basah karena sehabis wudhu.
"Masya allah ganteng banget suamiku" Guman Tia dalam hati yang terpesona dengan ketampanan Ruzen ketika rambut nya basah.
Mereka pun langsung menunaikan sholat ashar di imami oleh Ruzen.
"Assalamualaikum warohmatullah"
"Assalamualaikum warohmatullah" Ucap Ruzen yang di ikuti tia secara perlahan.
Setelah mengucapkan salam, Ruzen lalu memutarkan badan nya dan langsung menyalami Istrinya. Tia pun menyambut dan mengukurkan tangan Ruzen lalu mencium punggung tangan Ruzen.
__ADS_1
Sehabis sholat mereka pun rebahan sebentar di kasur emuk yang ada di kamar.