
Setelah cukup jauh meninggalkan tiga sejoli itu, Tia yang masih salting akibat perkataan lembut dari Ruzen pun masih saja ter senyum di balik cadar abu abu yang ia guna kan.
Setelah Tia pergi, Rion yg dari tadi heran dengan kelembutan bos nya pun menanyakan nya langsung kepada Ruzen.
"Bos, lu suka sama Tia ya?" tanya Rion.
"Atas dasar apa lu kok bsa menyimpul kan klo gw suka sama Tia?" Ruzen bertanya balik.
"Tumben tumbenan lu bsa lembut sama cwe, biasa nya juga lu dingin aama cwe" Ucap Rion.
"Biasa nya gw jg emg begini" Ucap Ruzen mengelak tuduhan kalau ia menyukai Tia.
"Lu ga pinter boong bos,muke lu kalo lg boong tu ngejek" Ucap Yoga sambil ter kekeh.
"Bgst lu,, klo muka gw yg ganteng ini ngejek, trs muke jelek lu begimane" ucap Ruzen yg gantian ter kekeh.
"Eh bos gw serius nih, lu suka sama Tia ya" Ucap Yoga yg masih penasaran dengan perasaan Ruzen kepada Tia.
Cukup lama Ruzen terdiam mendengar pertanyaan Yoga.
"Bos ,yaelah malah diem" Ucap yoga sambil menepuk pundak Ruzen .
" gw gatau juga sih, tapi kayak nya emg gue tertarik sama Tia." Ucap Ruzen yng membuat sahabat nya kaget.
Pada saat yg bersamaan, kebetulan Dita and the gank mendengar percakapan Ruzen dan dua sahabat nya. Dita pun terkaget dengan ucapan Ruzen.
"Hah? Ga salah denger ni gw?" Ucap Dita dari belakang yang sontak membuat Ruzen dan sahabat nya menoleh ke belakang.
Ruzen dan Sahabat nyabpun tak menghirau kan ucapan Dita.
"Jadi lu suka sama Tia ? " Tanya dita yang kali ini mendekati Ruzen. Ruzen pun menoleh ke arah dita yanh mendekati nya.
"Kalo iya kenapa" ucap Ruzen dengan tegas.
"Lu suka sama Tia yg lumpuh itu?" tanya dita sekali lagi.
"Lu gaush bawa bawa fisik ya anjing,jaga mulut lu kalo ngomong" Ucap Ruzen yang kali ini mulai berdiri karena emosi gara gara Ucapan Dita yang menghina fisik Tia.
__ADS_1
"Yakin lu Zen, Suka sama si Lumpuh itu" Ucap dita lagi lagi menghina fisik Tia.
"Dia lumpuh tapi punya Attitude dan bisa nge jaga omongan nya. Lain sama lu, yg sehat normal tp gapunya attitude dan gabisa menghargai orang lain" Ucap Ruzen yang kali ini menunjuk nunjuk ke arah wajah Dita.
Dita pun terdiam mendengar perkataan Ruzen. Sementara itu, siswa siswi yg pada saat itu melihat keributan antara Ruzen dan Dita pun hanya terdiam karena takut dengan Ruzen.
Setelah suasana itu, Ruzen mengajak kedua sahabat nya untuk pergi meninggal kan kanti dan mengajak ke kelas.
"Ayok ke kelas. Suasana gak enak gara gara ada perempuan sok suci di depan gw" Ucap Ruzen yang beranjak dari tempat duduk nya.
Rion dan yoga pun meng iya kan ajakan Ruzen. Tetapi mereka berdua tdk berani mengajak Ruzen berbicara karena takut Ruzen akan memarahi mereka berdua. Namun tiba tiba, Rion teringat akan sesuatu.
"Lah bos, blm kita bayar tadi'' Celetuk Rion yang membuat Ruzen menghenti kan langkah nya.
" lah gblok, lupa gw anjng" Ucap Ruzen
''Udh ntar aja deh bayar nya" ucap Yoga yang melanjut kan langkah kaki nya menuju kelas dan di ikuti oleh Ruzen dan Rion.
Dita, Ira dan Tika pun pergi meninggal kan kantin.
"Yakali gw kalah sama si lumpuh" sambung nya.
" trs lu kedepan nya mau gimana dit?" Tanya Tika yang di angguki oleh ira.
"Gw gatau apa yg harus gw lakuin tapi yg pasti gw akan buat tia ngejauhin Ruzen" Ucap Dita sambil mengepal kan tangan nya. Ira dan Tika mengikuti langkah kaki Dita yang meninggal kan kantin.
Sementara itu, Tia yang tidak mengetahui keributan antara Dita dan Ruzen pun tengah bersantai di kelas sambil ber bincang dengan Hilma sahabat nya.
"Hil, nanti setelah pulang sekolah, kamu ikut ke kafe yuk. Sekalian ngerjain Tugas bareng." ucap Tia yg mengajak Hilma untuk ikut ke kafe ibu nya.
"Sorean aja ya, soalnya gw ada perlu dlu ntar " ucap hilma.
"Iya gapapa yg pnting nanti ke kafe. " ucap Tia yang di balas jempol oleh Hilma.
Jam sudah menunjuk kan pukul 2 siang, itu artinya para siswa di perboleh kan pulang. Hilma dan Tia langsung menuju keluar sekolah untuk pulang. Saat hilma tengah mendorong kursi roda milik Tia, datang lah sebuah mobil dari arah parkiran sekolah yang hampir menabrak Hilma dan Tia. Hal itu berhasil di hindari Hilma yang langsung menarik kursi roda yang di pakai Tia.
"Astaghfirullahaladzim" Ucap Tia yang kaget.
__ADS_1
Sedangkan Hilma hampir terjatuh karena ia menyelamat kan Tia yg hampir tertabrak.
" itu siapa sih hil, naik mobil gak hati hati...hampir aja kita celaka ." Ucap Tia yang kesal akibat dirinya hampir di tabrak.
"Kayak nya itu mobil nya dita deh , soalnya kan yg punya mobil mewah disini cuma dia" Ucap Hilma.
"Astaghfirullah, ada salah apa ya Tia sama kak Dita" ucap Tia yang lagi lagi ber istighfar.
"Gatau deh tu anak" Ucap Hilma yang langsung meraih kursi roda dan langsung melanjut kan perjalanan pulang.
Sementara itu, tiga sejoli yaitu Ruzen, Rion dan yoga mereka paling terakhir yg meninggalkan sekolah karena mereka sebelum nya ke kantin dahulu untuk membayar makanan yg sempat ia pesan ketika istirahat tadi..
"Bos lu pulang kemana? Kerumah apa ke markas? Tanya Rion.
" gila lu, ngapain gw pulang kerumah" ucap Ruzen sambil menonyor kepala Rion
"o iya gw lupa, lu kan ga d anggep anak sma Arman" ucap Rion mengejek nya yang membuat Yoga terkekeh.
" anjing lu ya, " ucap Ruzen sambil menjambak rambut Rion dan Yoga dari belakang.
" Sakit anjing" ucap Yoga yang malah membuat Ruzen semakin menjambak nambah kuat.
"Bos sakit " ucap Rion sambil meringis kesakitan.
"Makanya lu jgn macem macem ama gw" Ucap Ruzen yg terkekeh melihat dua sahabat nya merasakan sakit di kepalanya .
"Jadi lu mau balik kemana bos" tanya Rion.
"Gw ntar ke markas dlu deh sebentar, kangen sma bg ali gw." ucap Ruzen .
"Tidur di markas lg bos?" Tanya Yoga.
"Kagak, ntr gw mo tdr di tempat kakek aja deh soalnya bantal d markas bauk iler lu bedua" canda Ruzen.
"Noh yoga bos bukan gw,. Dia yg klo tdr pasti selalu mengekuar kan bakat melukis nya di bantal" Ucap Rion yang membuat ruzen tertawa.
"Bwahahahaha"
__ADS_1