
"Lu ga di cari in orang tua lu ntar klo pulang kesini? Tanya bg Ali yang heran dengan Ruzen yg memilih pulang ke markas.
" tenang aja bg ,bokap nyokap gw ga peduli sma gw. Mau gw mati pun pasti mereka ga peduli." ucap Ruzen .
"Ga boleh gt klo ngomong Zen, Nama nya org tua pasti mereka khawatir sama keadaan lo. Apa lg ibu lu yg ngelahirin elu" ucal Bg Ali yg me nasehati Ruzen.
Ruzen pun menggeleng gelengkan kepalannya.
"Klo emak gw khawatir, pasti mereka dateng pas gw mau mati kemaren bg, ini mereka ga ada dateng sama sekali kan? Abang bsa nilai kan gimana ga pedulinya mereka sama kondisi gw" ucap Ruzen yang membuat bg ali Terdiam.
"Udh pokoknya lu harus ngabarin org tua lu. Lu harus balik ke rumah biar orang tua lu tau klo lu udh sembuh" perintah bg Ali.
''Iye iye bang, bawel amat lu, iye gw balik besok tpi untuk mlm ini gw mau tdr d markas dulu." ucap Ruzen diangguki oleh bg ali.
"Yaudh lu istirahat dlu sono . gw bakal nyuruh anak anak untuk gak berisik biar lu bisa istirahat" ucap bg Ali.
"Oke bang makasih" ucap Ruzen.
Bang Ali pun segera meninggalkan Ruzen agar beristirahat tenang. Dia menuju depan dan menyuruh anggota red Dragon untuk tidak membuat kebisingan agar bos mereka bisa istirahat .
°°°°°°°°°°
"Pagi Tiaa" sapa Hilma yang mengagetkan Tia yang pada saat itu akan menyebrang jalan menuju gerbang sekolah nya.
"Eh kamu ngagetin aja hil" ucap tia yang kaget.
"Hehehe maaf deh bukan bermaksud mau bikin lu kaget" ucap Hilma.
"Sini aku bantu dorong" ucap Hilma yang langsung meraih kursi roda yg Tia gunakan dan membantu menyebrang jalan.
"Terima kasih cantik" ucap Tia yg membuat Hilma sedikit tersenyum akibat di bilang cantik oleh sahabatnya.
"Langsung ke kelas kan? Atau mau lihat kelasnya kak Ruzen dlu" goda Hilma yang membuat Tia sedikit malu.
" hmm kak Ruzen sepertimya belum masuk sekolah hil " ucap Tia.
"Lah kenapa, bukannya kmaren udah boleh pulang dari Rumah sakit?" tanya hilma sedikit heran.
__ADS_1
"Iya udah boleh pulang, tapi aku dapet kabar katanya kak Ruzen gak pulang ke rumahnya tapi pulang ke markas" jawab Tia .
Hilma pun hanya mengangguk mendengar penjelasan Tia.
"Pagi Lumpuhhh" terdengar suara yg Tia dan Hilma kenal.
Betul, dia adalah Dita and the gank yang selalu membuat masalah dengan Tia dan Hilma. Hilma yang mengetahui itupun tak terima.
"Lu bisa ga sih sehari aja gausah ngata ngatain kita." ucap Hilma sedikit membentak.
"Apa lu, ga terima kah?" ucap Dita yng semakin membuat Hilma emosi.
"Dasar lu ya perempuan gak punya otak. Lu mikir perasaan Tia ga sih?" ucap hilma yg sudah tidak bisa memelankan suaranya.
"Gw? Mikirin si lumpuh? Sory ga level mikirin manusia lumpuh kek dia" ucap Dita yang membuat Hilma ngelus dadanya.
Tia yang mendengar ejekan Dita yang sudah kelewatan pun hanya bisa berkaca kaca akibat ejekan dita.
"Udh hilmaa yuk lanjut ke kelas" ucap Tia sambil memandang wajah sahabatnya.
Alun yang mendengar pertengkaran antara Hilma dan Dita pun menghampiri mereka.
" nih , mulut cewek satu ini yang ngejek Tia lumpuh" ucap Hilma sambil menunjuk wajah Dita.
"Apa lo nunjuk nunjuk gw" ucap Dita yang tak terima dirinya di tunjuk tunjuk oleh hilma.
"Apa benar dit lu udh ngata ngatain Tia" tanya Alun sedikit sopan.
"Iya.. Ngapa? Lu ga terima juga?" ucap Dita .
''sekarang lu ikut gw nemuin guru BK, karena lu udah melanggar aturan di sekolah kita ya g melarang bullying, karna perkataan lo udh kelewatan " ucap Alun yang menaikkan nada bicaranya.
''Siapa lo? Ngatur ngatur gw" tanya Dita yang menatap tajam mata Alun.
"Gw sebagai ketua osis di sini dan gw harus menindak tegas pelanggaran peraturan yg udah di buat di sekolah ini" tegas Alun yng langsung menggiring Dita ke ruang BK.
Sedang kan teman dita di suruh langsung menuju kelas karena sebentar lagi bel pelajaran sudah akan ber bunyi. Tia yang sedari tadi berkaca kaca, kini dia sudah meneteskan air mata nya di balik cadar yang ia gunakan.
__ADS_1
"Udh Tia jangan nangis, gaush di ambil hati perkataan cewek itu, percuma gak ada untungnya" ucap Hilma yang menenang kan sahabatnya.
"Makasih ya hil kamu udh bela belain aku terus" ucap Tia sambil menggenggam erat tangan sahabatnya.
"Iya sama sama, karna tugas gw sebagai sahabat lu tu ya belain lu" ucap Hilma. Mereka pun langsung menuju ke kelas.
°°°°°
"Tiaa, nanti mau jenguk kak Ruzen lagi ga?" tanya hilma.
"Engga dulu deh, aku mau bantu ibu di kafe" ucap Tia.
"yaudh kalo gitu" ucap Hilma.
"Lu kenapa ngelamun terus dari tadi?"
Tanya Hilma yang heran karena sahabatnya ngelamun dari tadi.
"Eh gapapa kok" jawab Tia.
" lu kenapa,? Gara hara ucapan cwek brengsek tadi?" tanya Tia.
" Udah lah gak usah di pikirin, karena di balik kekurangan yg ada di diri elu, ada kelebihan. Jadi gak perlu di ambil pusing. Lagian allah gak tidur, pasti dia mendapat balasan atas apa yg dia perbuat" ucap Hilma yang menasehati sahabatnya.
Tia yang mendengar nasehat dari sahabat nya pun sedikit merasa tenang tidak seperti sebelumnya yang selalu teringat oleh kata kata yang di keluarkan dari mulut dita.
"Makasih ya Hilma" ucap Tia berterima kasih .
"ah elah terima kasih mulu. Udah berapa kali lu bilang makasih hari ini" ucap Hilma sambil menyubit lengan Tia perlahan .
" kan kita harus selalu berterima kasih untuk apapun" ucap Tia yang membalas menyubit lengan sahabatnya.
"Iye iye ukhty" ucap Hilma.
Tia pun Tersenyum dan merasa bersyukur banget karena mempunyai sahabat yang baik hati dan selalu membelanya di saat ia di bully oleh teman temannya.
Sementara itu di markas gang Red Dragon, Ruzen baru bangun sekitar pukul setengah 10. Ia terbangun karena memang di bangunkan oleh bang Ali.
__ADS_1
" Zen bangun, udh siang nih" ucap Bg Ali sambil menarik kaki Ruzen agar ia segera bangun.
" ntar dlu bg lima menit lagii" ucap Ruzen yang belum membuka matanya.