
Setelah pukul 7 malam, mereka pun bergegas untuk menutup toko. Dibantu dengan Ruzen . sedangkan Tia bertugas untuk mencatat pendapatan harian.
Setelah selesai menutup toko, mereka pun langsung pulang menuju rumah untuk beristirahat.
°°°°°°
Keesokan harinya, setelah Ruzen dan Tia pulang sekolah, mereka langsung bergegas pulang untuk mengemasi barang barang mereka.
"Kak Zen, Kalau Tia mau ngasih tau Hilma tentang pernikahan kita boleh enggak? Tanya Tia yang sambi mengemasi baju baju nya.
" ya boleh aja sih, emang kenapa kok kamu mau memberi tau hilma tentang pernikahan kita?" Tanya Ruzen balik.
"Ya gapapa sih kak, kan kita mau pindah nih. Nah kan biasanya Tia berangkat sekolah sama hilma. Pasti dia curiga dong nanti kalau tia engga berangkat bareng dia lagi." Jelas Tia.
"O iya yaa bener jugak kamu, ya udah sana beri tahu dia.'' Ucap Ruzen menyetujui.
" sebentar ya kak, Tia tinggal dulu" Ucap Tia.
"Iya sayangg" Ucap Ruzen mesra.
Tia pun langsung bergegas menelpon Hilma.
Tuutt tuttt tutttt
"Halo Assalamualaikum " ucap Hilma dari seberang telepon.
"Walaikumsalam. Eh hil, bisa kerumah sekarang engga? Ada yang mau aku omongin nihh" Ucap Tia berbicara dengan Hilma lewat telepon.
"Harus sekarang banget?" Tanya Hilma.
"Iyaa Hilmaa. Ini penting banget." Ucap Tia meyakinkan Hilma.
"Yaudh bentar ya. Otw nih" Ucap Hilma
"Aku tunggu dirumah yaa.. Assalamualaikum" Ucap Tia yang langsung mematikan teleponnya.
Setelah beberapa saat menunggu, Akhirnya Hilma datang mengetuk pintu.
"Assalamualaikum" teriak hilma dari luar.
"Walaikumsalam" Ucap Tia sambil membukakan pintu
"Masuk dulu cepet. Penting"
"Ada apa sih" ucap Hilma penasaran.
"Duduk dulu tenang" Ujar Tia mempersilahkan Hilma untuk duduk.
"Ada apa sih penasaran nih gue" Ucap Hilma.
"Jadi sebenernya aku mau memberi tahu kamu hil" ucap Tia yang semakin membuat Hilma kebingungan.
"Iya apa? Langsung to the point aja" Ujar Hilma tak sabar.
__ADS_1
"Janji jangan kaget dan jangan bilang ke siapa siapa ya, apa lagi temen temen sekolah. " Ucap Tia.
"Iya Tiaa janjii gue" Ucap Hilma.
"Jadi sebenernya gue itu udh nikah sama kak Ruzen." Ucap Tia .
"HAAAAAHHHHH? Serius kamu?" Ujar Hilma yang kaget mendengar ucapan Tia.
"Iya serius hil, Itu sekarang kak Ruzen ada di kamar ku. Kami akan pindah tinggal di rumah kakek nya kak Ruzen. Makanya aku mau memberi tahu kamu" Ucap Tia yang merasa bersalah karena telat memberi tahu sahabatnya.
"Kenapa baru cerita sih Tia" Ucap Hilma sedikit kesal.
"Iya maafin Tia ya gak bilang dari awal. Tia cuma takut kalau pernikahan kami tersebar. Apalagi kami masih sekolah." Ucap Tia sambil tertunduk.
"Hey aku ini sahabatmu,jadi rahasia mu akan aman" Ucap Hilma sambil memeluk Tia.
"Makasih ya hilma udh mau ngertiin Tia. Sekali lagi Tia minta maaf baru memberitahu sekarang" Ucap Tia.
"Iyaa gak papa Tia. Selamat ya atas pernikahan kalian" Ucap Hilma yg masih memeluk Tia.
"Hehe" Tia tersenyum mendengar ucapan selamat dari sahabat nya.
" Yaudh aku pamit dulu, semoga betah ya di rumah kakek nya kak Ruzen." Ucap Hilma yang hendak berpamitan.
"Iya Hil. Janji ya rahasia ini aman" Ujar Tia.
"Tenang ajaa aman. Ya udah. Assalamualaikum" Ucap Hilma yang meninggalkan Rumah Tia.
Setelah selesai beberes dan mengangkut semua barang barang ke mobil, Ruzen pun langsung tancap gas menuju rumah kakek nya. Namun mampir sebengar ke kafe untuk menjemput ibu nya Tia.
"Kita mau mampir beli sesuatu dulu nggak kak? Buat di bawa ke rumah kakek?" Tanya Tia.
"kita nggak perlu bawa apa-apa buat datang kesana, kita mau kesana aja kakek udah seneng banget." Ucap Ruzen.
"Ya kan biar pantes kak, masa ke rumah orang tua nggak bawa apa-apa sih?" Ucap Tia.
"Nggak usah." Ucap Ruzen yang mengemudikan mobilnya menuju kafe.
"Tolong kirim pesan ke Rion ya, suruh dia ke kafe sekarang dan suruh ajak Yoga."Ucap Ruzen menatap ponselnya yang ada di atas dasbor mobil.
Tanpa banyak bicara dan tanpa banyak tanya, Tia mengangguk dan langsung mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Ruzen.
"Udah kak." Ucap Tia.
"Udah di baca?" Tanya Ruzen yang di jawab anggukan oleh Tia.
"Sedang mengetik." Ucap Tia.
"Katanya mau ngapain di suruh ke kafe? Mau di traktir atau mau di suruh bantuin cuci piring?" Lapor Tia.
"Udah nggak usah di bales, makin panjang nanti obrolannya kalau jawab pertanyaan dari Rion." Ucap Ruzen membuat Tia tertawa.
"Di bales lagi nih kak." Lapor Tia seraya menoleh ke arah Ruzen.
__ADS_1
"Apa kata dia?" Tanya Ruzen.
Tia kembali menunduk menatap layar ponsel Ruzen.
"kata kak Rion uang bensin buat perjalanan ke kafe di ganti nggak?" Ucap Tia yang lagi lagi tertawa.
Sedangkan Ruzen hanya geleng-geleng kepala.
"Udah biarin aja, taro lagi hpnya." Ucap Ruzen yang langsung di turuti oleh Tia.
"Sayangg..." Panggil Ruzen.
Tia yang saat itu salting karena di panggil sayang pun menoleh ke arah Ruzen lalu mengangkat kedua alisnya menunggu kelanjutan ucapan Ruzen.
"Kenapa kamu kalau di perintah sesuatu sama kakak langsung di kerjain?" Tanya Ruzen.
"Lah, ya kan emang itu tugas Tia." Jawab Tia seadanya.
"Oh gitu ya?" Tanya Ruzen yang di angguki oleh Tia.
"tapi ada satu yang kalau kakak suruh kamu nggak
langsung kerjain." Sambung Ruzen.
"Masa sih? Apa tuh?" Tanya Tia menoleh ke arah Ruzen sepenuhnya.
"Mandi." Ucap Ruzen membuat Tia mengerutkan keningnya hingga membentuk lipatan-lipatan kecil.
"Kenapa sih kamu kalau di suruh mandi susah banget?" Tanya Ruzen.
"Perasaan baru sekali pas kemaren deh." Ucap Tia tak terima.
"Ya pokoknya itu, kenapa kamu nggak mau nurut pas di suruh mandi? " Tanya Ruzen.
"Ya karna dingin kak, lagian Kemaren Tia pengen nemenin kak Ruzen masak, makanya Tia gak mau mandi dulu " Ucap Tia.
"Emang bau ya?" Tanya Tia sambil mengendus ketiaknya
membuat Ruzen terkekeh.
"Wangi kok." Ucap Tia sedikit cemberut.
"Lah emang siapa sih yang bilang nggak wangi? Siapa juga yang bilang bau? Kan tadi pembahasan tentang
penurut bukan tentang bau badan." Ucap Ruzen.
"Abisnya dari tadi kakak bahas masalah mandi terus sih." Ucap Tia.
"Ya nggak papa sih sebenernya, cuma biar nggak sepi aja." Ucap Ruzen terkekeh.
"Kirain Tia bau." Ucap Tia.
Hingga beberapa saat kemudian, Tibalah dia di kafe ibu nya bebarengan dengan Rion dan Yoga yang juga baru saja tiba. Mereka pun langsung memasuki kafe.
__ADS_1