Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 13 Perkataan Yang Membuat Sakit Hati


__ADS_3

"Janji jangan di ulangi, itu yg terakhir" ucap Tia dengan tegas.


"Iya Gw janji tiaa, gw ga akan minum minum lagi" ucap Ruzen menegaskan kepada tia bahwa dirinya tidak akan mengulangi itu.


"Khamr itu gak baik buat kesehatan kak, selain ga baik, itu juga dosa. Allah gam suka itu" Ucap Tia.


" iya tiaa, maafin aku yaa" ucap Ruzen yang terus terusan meminta maaf kepada Tia.


Ibu maya yang mendengar percakapan itupun menghampiri mereka berdua.


"Kenapa? kok sepertinya sedang ada masalah" Tanya ibu Maya yg menghamipi Tia dan Ruzen.


"Ini buk kak ruzen mabuk td malem" Ucap Tia yang mengadu kepada ibunya.


"Astaghfirullah nak Ruzenn. Apa benar?" Tanya Maya yang sedikit kaget dgn perkataan Tia.


"Iya buk, Maaf Ruzen mengecewa kan Tia dan ibuk" . Ucap Ruzen yang tertunduk akibat kesalahan yang ia lakukan.


"Khamr itu tidak baik untuk organ tubuh mu nak, selain itu Khamr juga di larang oleh allah . kita sebagai umat muslim harus menjauhi yg nama nya khamr." ucap bu Maya yang menasehati Ruzen.


Sedang kan Ruzen hanya tertunduk mengakui kesalahannya.


"iya buk, Ruzen minta maaf, Ruzen tidak akan mngecewakan Tia sama ibuk lagi" Ucap Ruzen.


"Yaudh kalau gitu, ibuk tinggal dulu" ucap bu maya dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Udh kak, untuk sekarang Tia maafin kakak, tapi untuk lain kali kalau kakak mengulangi lagi, Tia ga akan maafin kakak" Ucap Tia yanh sedikit tegas kepada Ruzen.


"Iya cantik, maafin kakak ya" Ucap Ruzen yang membuat Tia tersipu malu di balik cadarnya.


"Eheeehe, . di minum dulu kak" Ucap Tia yang malu malu.


"Eh iya sampe lupa kalo pesenan udah dateng" ucap Ruzen yg langsung meminum kopi capucino pesanannya.


Setelah kopi yang ia pesan habis, Ruzen pun berpamitan pulang kepad Tia dan Ibu nya.


"Tiaa, Berapa jadi nya" tanya Ruzen sambil mengambil dompet dari dalam sakunya.


"Eh gaush kak, kan Tia yg minta kakak kesini" ucap Tia menolak.


"Udah gapapa, nanti jadi kebiasaan klo gratis terus, lagiankan ini usaha ibuk. Ucap Ruzen sambil meletakkan uang 50.000 ribu di meja.

__ADS_1


" ini uang nya, aku langsung pulang yaa Assalamualaikum"Ucap Ruzen yang langsung pergi meninggal kan kafe.


"Walaikumsalam. Kembalian nya buat besok ya kak" Ucap Tia.


Sejak pertemuan itu, Tia semakin menyukai Ruzen.


Ruzen saat pulang berjalan kaki karena memang tangannya masih terbungkus perban, motor yang biasa ia gunakan pun belum di tebus d kantor polisi. Setibanya di rumah, ia langsung menuju ke kamar nya.


Seperti biasa, Ruzen mendapat kan tatapan sinis dari Arman Dan Lusi. Tetapi Ruzen tidak menghiraukan perlakuan kedua orang tuanya dan langsung menuju kamarnya.


Saat di kamar, Ruzen mencoba membuka perban yang membungkus tangan nya.


Sudah bisa di gerak kan namun belum bisa bergerak untuk kegiatan mengangkat sesuatu. Ia pun bersyukur karna tangan nya sudah bisa lepas dari perban.


Setelah melepas Perban yang membungkus tangannya, Ruzen merebahkan badan nya di kasur empuk miliknya dan tanpa sadar ia pun tertidur.


Malam harinya lagi lagi ia terbangun saat hampir tengah malam karena lapar, ia pun langsung menuju ke dapur untuk melihat apakah ada makanan yang bisa ia makan.


Ia mendapati Arman sedang menonton Tv di ruang keluarga. Arman yang mengetahui tujuan Ruzen kedapur pun berbicara hingga membuat Ruzen merasa emosi.


" cari apa kamu? Cari makan?" Ucap Arman dengan nada tinggi.


"tidak ada makanan untuk kamu, kalau mau makan cari di luar" perintah Arman.


Padahal di meja makan saat itu tersedia ayam semur yang lengkap dengan nasi serta lauk pauk yg lain.


Lusi yg mendengar Suara arman yang seperti orang marah pun keluar kamar.


" Ada apa mas?" tanya Lusi.


"Ada org yang mau minta makan di rumah kita ma" Ucap arman yang membuat Ruzen terdiam


DEGHHH


Bak di pukul dengan keras bagian dada Ruzen. Ruzen merasa kan sakit hati yang luar biasa saat Arman berkata demikian.


Walaupun biasanya Ruzen selalu kebal dengan perkataan Arman. Tetapi kali ini dia tdk kuat menahan sesak di dada nya.


"Biar lah pa, kasian juga Ruzen belum makan" Ucap Lusi yg membela Ruzen.


"Gak akan saya biarkan dia makan di rumahku" Ucap Arman yg lagi lagi membuat dada Ruzen semakin sakit.

__ADS_1


"Pahh, sudahhh" Ucap Lusi menenangkan emosi Arman.


Ruzen yang tak kuat mendengar perkataan Arman pun langsung menuju ke kamar nya untuk mengambil tas dan beberapa baju sekolah nya.


Setelah mengambil beberapa baju, Ruzen langsung pergi meninggal kan Rumah.


"Pergi yg jauh, gaush pulang sekalian, anak tak tau malu" Ucap Arman sambil menunjuk nunjuk Ruzen.


"pahh sudahh.." ucap Lusi yg lagi lagi menenangkan Arman.


Sedangkan Ruzen yang sudah meninggal kan rumahnya cukup jauh, ia menelpon Rion untuk menjemputnya.


"On, jemput gw sekarang, gw jalan ke arah markas" Ucap Ruzen di dalam telfon.


"Malem gini bos'' tanya Rion .


" iya udah cepet anjing jangan banyak bacot. " Perintah Ruzen.


"Siap bos" ucap Rion dan langsung mematikan telfonnya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya tampak lah Rion dari kejauhan yang menggunakan motor RX King Milik bang Ali.


"Lama amat lu nyet" Ucap Ruzen sedikit kesal.


"Yaelah bos sory.. Lagian waktunya orang tidur lu mnta jemput, emg ngapa sih? Ada masalah lagi sama bokap nyokap lo?" Tanya Rion yang penasaran.


"Udh deh sekarang anterin gw cari makan dlu. laper bet gw dari tadi belum makan" ucap Ruzen sambil menaiki sepeda motor bg Ali.


"Nyari makan kmna bos" Ucap Rion yang membuat Ruzen sedikit kesal .


"Kutub utara'' ucap Ruzen kesal. " udh terserah yang pnting gw bisa beli makanan buat gw makan. Terserah lu mau kemana" ucap Ruzen sedikit ngegas.


"Oke siap bos" ucap Rion yang langsung menambah kecepatan motor yang mereka naiki.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka melihat orang yang menjual nasi goreng. Mereka pun berhenti dan langsung memesan nasi goreng dua porsi.


''Bang nasi goreng dua, Gak pake lama. Kasian bos gw udh mau mati " Ucap Rion kepada penjual Nasi goreng.


"Siap mas, sebentar ya saya buat kan" Ucap sang penjual.


Setelah pesanan mereka matang, mereka pun langsung melahap nasi goreng yang mereka pesan.

__ADS_1


__ADS_2