Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 20 Menjemput Tia


__ADS_3

"Ehemm , mau senyum terus apa mau pulang nihh" goda bu maya.


'' ih ibuk, siapa yg senyum'' ucap Tia mengelak.


"Wlaupun kamu pake cadar , ibu tau kalau kamu sedang tersenyum nak" ujar Bu maya yg sedikit ter kekeh.


Tia pun Tidak bisa mengelak dari ucapan Bu maya karena memang dari tadi ia ter senyum karena senang dengan apa yg baru saja ia alami.


Sesampai nya dirumah, Tia langsung menuju kamar nya untuk ber istirahat. Namun setelah terbaring di kasur nya, ia tak bisa memejam kan ke dua mata nya karena teringat dengan apa yg sudah ia alami tadi dj kafe. Ia masih saja tersenyum ketika ngeingat ucapan ucapan gombal yang keluar dari mulut Ruzen. Rasa senang yg Tia alami membuat Tia tertidur pulas hingga pagi hari.


°°°°°


Ruzen yang saat dari subuh tadi sudah terbangun, di panggil oleh bi momon untuk sarapan pagi bersama kakek. Saat di meja makan, kakek bertanya tentang tadi malam saat menemui cewek yg Ruzen sukai.


" Gimana td malem? Di tolak pasti kan?" Tanya Heri dengan sedikit mengejek.


"Hehe. Iya kek Ruzen di tolak" Ucap Ruzen.


''Bwahahahahaha. Mampus ... Jd galau ni cerita nya. Bwahahahahaa" Tawa Heri yg membuat Ruzen memajukan bibir nya.


"Gaush ngejek kek.. Nanti kualat lo" Ucap Ruzen .


" kenapa di tolak. Perasaan kamu ya ga jelek jelek bgt " Ucap Heri yg masih saja menertawai Ruzen.


"Jd gini kek, Dia nolak Ruzen karena memang dia tidak mau pacaran. Karena takut zina yg pada akhir nya dosa." Ucap Ruzen menjelaskan.


"Ooooo jd dia alim gt ya?" Tanya Heri. "He.em" guman Ruzen sambil meng anggukkan kepala nya.


"Terus? Gimana kelanjutan nya?" Tanya heri yg msh penasaran.


"Jd rencana nya kami akan menikah aja kek" ujar Ruzen yg membuat Heri kaget dan menghenti kan aktivitas makan nya.


"Hah,, mau nikah? Dengan umur kamu yg segini?" ucap Heri sedikit bingung dengan keputusan Ruzen.

__ADS_1


"Iya kek Ruzen yakin akan menikahi nya, dengan catatan nikah secara diam diam dan hanya di ketahui keluarga saja. Serta tdk boleh mempunyai anak sebelum kami lulus SMA." ucap Ruzen.


Heri yg mendengar penjelasan Ruzen pun msh geleng geleng dengan keputusan nya.


"Bagai mana dengan org tua cewe itu?" apa mereka menyetujui?" tanya Heri.


"Td malem ketika Ruzen bertemu dengan nya, kebetulan ada ibu nya. Dan kami melakukan pembicaraan pun ada ibu nya kek. Bahkan ibu nya yg menyaran kan kami menikah." Ucap Ruzen.


"Yaudh kalau memang itu keputusan mu, kakek menyetujui dan mendukung mu. Tapi kamu harus bawa cewek itu dulu kerumah kakek." Ucap heri memerintah kan untuk membawa tia kerumah nya karena heri pengen tau seperti apa cwek pilihan cucu nya.


"Iya kek, Ruzen udh merencana kan itu. Ruzen akan mengajak dia untuk kesini dan kemudian kerumah Ruzen untuk minta izin ke mama papa" Ucap Ruzen yang membuat heri langsung melihat Ruzen.


"Pasti mereka tdk akan menyetujui atau bah kan mereka tdk peduli" Ujar Heri.


"Ya walau pun mama papa gak menyetujui kan seenggak nya Ruzen udh memberi tau mereka kek" Ujar Ruzen yg kekeh ingin meminta izin org tua nya.


"Yaudh terserah deh, emg susah di bilangin lu ya" Ucap Heri.


"Iya nanti biar kakek suruh bi momon masak banyak, biar kita makan bersama " Ucap Heri.


"Oiya kek, minjem mobil yaa, sama minta uang" Ucap Ruzen sambil meringis.


"Gakk, lu minta sana sama arman, lu kan anak arman bkan anak gw" Ucap Heri yg sedang bercanda.


"Udh tua gaboleh pelit kek" Ucap Ruzen memaksa.


"Berapa?sejuta aja ya? Ucap heri sambil mengambil uang ratusan ribu.


" ah elah kek, duit banyak tp ngasih cuma sejuta." ejek Ruzen.


'' emg cucu kurang ajar" Guman Heri sambil menambah kan sejuta lagi untuk Ruzen.


"Makasih Kek, Ruzen habis ini mau langsung pergi ya kek. Mau ke markas dulu ketemu anak anak." Ucap Ruzen.

__ADS_1


"Okee, kunci mobil ada di depan Tv ya." ucap Heri.


Setelah menghabis kan makanan nya, Ruzen bergegas ke kamar untuk mandi dan bersiap siap. Setelah semua telah siap, Ruzen pun bergegas keluar kamar dan mengambil kunci mobil yg td di tunjuk kan oleh kakek nya dan langsung menuju garasi untuk mengambil mobil.


Dia memilih untuk menggunakan mobil pajero sport milik kakek nya. Karena kebetulan, kakek nya memiliki 3 mobil mewah yaitu Civic, Pajero dan mobil kesayangan kakek nya yaitu lamborghini.


Dia memilih pajero karna itu mobil yg paling murah dibanding kan dua mobil lain nya.


Setiba nya di markas, Ruzen langsung memarkir kan mobil nya di depan markas. Anggota gang nya pun pada terheran dengan mobil itu. Sampai ada yg mengira kalau itu adalah petugas kepolisian. Namun setelah Ruzen keluar dari mobil, barulah anggota gang mengetahui kali itu adalah ketua gang mereka. Rion dan yoga yang menyadari bos nya menggunakan mobil mewah pun bengong.


"Ngapain lu bengong? Gapernh liat mobil pajero ya" Ucap Ruzen sombong di depan sahabat nya.


"Sombong amat, mobil minjem aj kok" Ucap Rion .


"yg pnting skrang gw yg bawa mobil itu" Ucap Ruzen sambil melet mengejek sahabat nya.


"Btw mahu kemana lu bos Rapi bener" ucap Yoga.


" mau jemput si Tia, kakek yg nyuruh. Katanya dia pngn ketemu sama Tia" Ucap Ruzen yang membuat rsa penasaran Yoga hilang.


" O iyaa si bos kan mau nikah " Ucap Rion dengan keras dan langsung ditutupi mulutnya oleh kedua Tangan Ruzen.


"Anjing, mulut lo ******, ntar anak anak pada tau" Ujar Ruzen sambil menutupi mulut Rion.


Rion memang sedikit ceplas ceplos kalau berbicara,. Dia lah yg selalu membocor kan rahasia rahasia pribadi. Sehingga Ruzen sedikit khawatir kalau dia akan membocor kan bahwa dirinya akan menikah.


"Kali ini jangan sampai bocor ke anak anak ya, apa lagi bocor ke sekolah. Gw hajar lu beneran " Ujar Ruzen mengancam Rion.


"Iye boss.. Rahasia lu kali ini aman pokok nye" Ujar Rion yang yakin bahwa diri nya tidak akan membocorkan nya kali ini.


"Eh lu berdua ikut gw ya ntar, tolong bantu ibu nya Tia d kafe, soalnya kan gw mau ajak Tia kerumah kakek nanti. Kasian ibu nya kalo ga ada yg bantuin jaga kafe" Ucap Ruzen.


"Ada sangu nya ga bos" Ucap Rion lagi lagi yg membuat Ruzen kesal.

__ADS_1


__ADS_2