
''Lah aneh lu bangsat, gw sadar kok lu ga seneng gt" ucap yoga .
"bukan ga seneng anjing, gw kaget" ucap yoga.
Tia yang melihat Ruzen telah sadar dari komanya pun senang dan tersenyum d balik cadar nya.
"Alhamdulillah" ucap Tia dalam hati.
"Lu kenapa bisa kecelakaan sih bos?" tanya Rion penasaran.
"Ah elah biasa kali, resiko balapan ini mah. Lagian nama nya juga musibah" ucap Ruzen santai.
"Santai santai biji pot lu bengkak" ucap Rion kesal.
Tia dan Hilma yang melihat candaan mereka bertigapun hanya tertawa .
"Udh becandanyaa," ucap Tia.
"Gimana keadaan kak Ruzen?" sambung Tia.
"Allhamdulillah udah agak enakan Tia, cuma rada nyeri aja nih tangan" ucap Ruzen sambil menunjuk tangannya.
"Udh jangan banyak Gerak kak Zen, nanti makin sakit" ucap Tia yang menunjukan perhatiannya terhadap Ruzen.
"Cie cie perhatian bgt" ejek Hilma. Ruzen pun hanya tersenyum kepada Tia.
seperti biasa Tia pun tidk berani menatap wajah Ruzen yg tengah senyum kepada nya.
"Eh udh sore nih, kita pulang yuk" ajak Hilma.
"Iya yuk, Kak Zen, Tia pulang dulu ya. Takut ibu khawatir" ucap Tia yang ber pamitan kepada Ruzen.
"Sama kita ga pamit nih masa sama si bos doang pamitnya?" ucap Rion yang iri.
'' Lu klo mau Tia pamit sma lu, jatuh dulu dri motor" ucap Ruzen sambil Ter kekeh.
"Amit amit ya allahh" ucap Rion yang di sambut tawa oleh Hilma dan Tia.
"Yaudah kak, Tia pamit dulu. Assalamualaikum" ucap tia berpamitan.
__ADS_1
"Walaikumsalam warohmatullah wabarokatuhhh" ucap Rion dan Yoga bersamaan.
Hilma pun langsung mendorong kursi roda yg Tia duduki dan pergi meninggalkan ruang perawatan Ruzen.
Setelah Tia dan Hilma menghilang dari pandangan mereka bertiga, Ruzen pun berkata "Cakep juga ya si Tia " ucapnya yg pada saat itu sambil tersenyum.
" ga salah nih, si bos yg terkenal dingin bandel nakal suka bolos dan tidak sombong ini suka sama cewe?" ucap Yoga yang ter heran heran dengan kenyataan bahwa Ruzen menyukai seorang wanita.
"Ah elah lebay lu taik, masa cuma suka doang gak boleh" ucap Ruzen sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Yoga.
"Sikat bos, pepet terus" ucap Rion yang mendukungnya.
Ruzen pun langsung mengacungkan jari tengahnya lagi dan kali ini ke arah Rion. Dan rion pun membalas perlakuan Ruzen kepada nyaa.
"Eh bos mau makan apa biar kita cari in'' Tanya Yoga.
" gw pengen makan nasi goreng, mending lu cariin gw makan deh.. Laper bet gw" perintah Ruzen.
"Siap 86 laksanakan" ucap Rion yang langsung pergi untuk mencari nasi goreng pesanan Ruzen.
Setelah sampai di rumahnya, Tia pun langsung bercerita mengenai kondisi Ruzen kepada ibu nya.
" allhamdulillah kalo gt nak, mudah mudahan nak Ruzen bisa cepet sembuhh" ucap bu Maya mendoakan Ruzen.
"Amin ya allah" sambut Tia.
"Sana Ganti baju dulu habis itu sholat ashar terus makan" perintah bu maya.
"Iya bukk " ucap Tia singkat.
Pagi harinya, seperti biasa Tia berangkat sekolah dengan Hilma yang selalu setia mendorong kursi roda milik Tia.
Pada saat jam istirahat pertama, Hilma dan Tia memutuskan untuk menuju kantin untuk sarapan .
"Bude , baso 1 sama esteh 2 ya" ucap Tia memesan kepada bude ida.
"Lah lu ga makan Tia?" tanya Hilma.
"Engga hil, aku pake cadar putih, takut kotor" jelasnya.
__ADS_1
"Makanya lain kali jangan pake cadar putih, kan bisa pake cadar abu abu" ucap Hilma memberikan saran kepada Tia.
"iye iye bawel bgt sih sahabatku" ucap Tia.
Saat mereka bersua menikmati pesanan mereka, tiba tiba datang lah tiga orang sahabat yg selalu membuat onar. Mereka adalah Dita, Ira, Dan Tika.
"Eh Lumpuh, lu ngapain kemarin jenguk si Ruzen.?" tanya Dita yang sedikit keras hingga terdengar oleh orang orang yang saat itu ada di kantin.
"Astaghfirullah, filter mulut lu udh jebol ya dit? Apa gabisa di saring dulu kalo mau ngmong. Lu secara tidak langsung udh menghina fisik tau ga!" ucap Hilma yang tak terima sahabatnya di hina.
"Udh gapapa Hil, tenang jangan emosi" ucap Tia menenangkan Hilma yang emosi akibat perkataan Dita.
" saya menjenguk kak Ruzen hanya karna ingin mengetahui kondisi kak Ruzen kak, bukan karna maksud apa apa'' ucap Tia dengan lembut.
"Bagus lah, asal lu tau ya, Ruzen itu milik gw" tegas Dita.
Hilma yang mendengar perkataan Dita pun semakin naik pitam. Namun saat hilma hendak membuka mulut untuk bicara, dia di tahan oleh Tia agar tdk terjadi perdebatan yg lebih lanjut.
Hilma pun tidak jadi membuka suara nya karna di tahan oleh Tia. Dan perdebatan pun berakhir.
Setelah dita and the gank pergi, Hilma pun berbicara kepada Tia.
"Lu kenapa sih kalo di hina dita selalu diem dan nerima?" tanya Hilma.
"Gapapa hil, gak baik kita membalas ucapan yg buruk buruk tentang kita walaupun itu menyakiti hati kita. Allah gasuka perbuatan seperti itu." ucap Tia yang membuat hilma geleng geleng kepala karena sahabat nya sangat sabar dalam hal apapun.
"Gw beruntung punya sahabat kek lo" ucap Hilma sambil menggenggam tangan Tia." ucap Hilma.
"Makasih ya hil, udah mau nerima gw jd sahab lo, dan makasih lo udh selalu ada di sisi gw dengan keadaan gw saat ini" ucap Tia yang membuat mata Hilma berkaca kaca.
" iya gw juga mau bilang makasih karena lo tu udh ngajarin gw banyak hal termasuk barusan" ucap Hilma.
Setelah berbincang cukup lama, bel tanda masuk pun berbunyi. Dan para siswa yang berada d kantin langsung membayar makanan nya dan langsung menuju kelas masing masing. Tak terkecuali Tia dan hilma yg menuju ke kelas nya.
°°°°°°°°
Setelah di rawat di rumah sakit selama 3 hari, Ruzen pun di izinkan pulang oleh dokter yang merawat nya.
Dengan catatan Ruzen harus melakukan Rawat jalan. Yaitu datang ke RS untuk pengecekan kondisi nya. Namun, Ruzen yg merasa belum pulih sepenuh nya pun memutus kan untuk menetap di markas sampai badan dan konsdisi nya benar benar pulih. Saat tiba d markas , para anggota gang nya menyiap kan kamar khusus untuk bos nya melakukan pemulihan kondisi kesehatan.
__ADS_1
Di siap kan 1 kamar yg cukup luas. Karena kebetulan Markas Gang Red Dragon merupakan Rumah yang cukup luas.