
"Mau yang sedang aja kak, jangan terlalu pedas." Ucap Tia..
Ruzenn tak lagi menjawab dan kembali fokus pada kompor yang ada di hadapannya.
"Kak Zen, Tia boleh main hp nggak? Mau buka Instagram."
"Boleh, ambil aja hp nya di bawa Kesini," sahut Ruzen.
"oke siap" Tia mengambil hp ke kamar.
Setelah mengambil ponsel nya di kamar, ia pun langsung kembali menuju dapur tempat Ruzen berada.
"Tia tinggal main hp gak papa kan kak?" Tanya Tia.
"He.em"
"ihhh boleh enggak ini, kalau gak boleh ya udah gak papa Tia gak jadi main hp" Ucap Tia saat Ruzen hanya menjawab dengan deheman.
"Boleh sayang" Ucap Ruzen mesra.
Tia tersenyum langsung mulai membuka ponselnya. begitu juga dengan Ruzen yang tengah sibuk memasak seblak. Sesekalli, Tia juga memfoto Ruzen yang tengah asik memasak.
"Tiaa" Panggil Ruzen yang masih dengan tatapan fokus pada seblak nya yang ada di atas kompor.
Tia pun meletakkan ponselnya dan mendekat pada Ruzen.
"Iya kak,"
"Kamu pengen punya rumah sendiri atau masih pengen tinggal di rumah kakek aja?" Tanya Ruzen tiba tiba yang sukses membuat kedua alis Tia terangkat.
"kenapa kak Ruzen nanya kaya gitu? kakak ga betah tinggal di rumah kakek ya?" Tanya Tia balik.
"Kamu tuh ya, selalu kalau di tanya malah nanya balik," ucap Ruzen sedikit kesal.
"maaf kak, ini tuh namanya jawaban sekilas. hehe" Ucap Tia sambil tertawa.
Ruzen hanya memutarkan kedua bola matanya.
"Terus jamaban Tia gimana? mau rumah sendiri atau tinggal di rumah kakek aja?" Ucap Ruzen mengulangi pertanyaannya.
"Kalau Tia sih ngikut apa kemauan kak Ruzen aja. kaya yg pernah Tia bilang kalau perempuan itu sudah sepenuhnya milik suami kalau sudah menikah, jadi kemanapun kak Ruzen pergi,Tia akan terus ikut dengan kakak." Jawab Tia dengan sangat yakin.
"Tapi kalau boleh, Tia mau dirumah kakek aja. karena Tia gak mau ngecewain kakek yang udh baik sama Tia. lagian kan kalau tia disini Tia bisa berobat biar smbuh kak. Tia gak mau kalau kak Zen malu ketika kita jalan jalan ke mall kakak membawa perempuan lumpuh seperti Tia." Ucap Tia.
"Yaudh kalau gitu. inget ya. mau gimanapun keadaan Tia, Kakak gak akan pernah malu dengan itu. " Ucap Ruzen.
"iya iya makasih ya kak" Ucap Tia yang tersenyum.
Ruzen pun membalas senyuman Tia dengan menampakkan gigi putihnya.
__ADS_1
"Ya udah" Ucap Ruzen.
" apanya yg Ya udh kak?" Tanya Tia.
"Iya udah" Ulang Ruzen.
"Ya udah nya tu apa kak Zenn" Ucap Tia kesal.
"udh mateng, ayok makan" Ucap Ruzen mengalihkan pembicaraan.
"Tia pun manggut manggut dan langsung menyantap Seblak buatan Ruzen".
" Gimana kak? maksud yaudah tadi apaa?" Ucap Tia yang kesal.
"Kakak udah lupa." Ucap Ruzen.
''kakak ihh" Tia kali ini benar benar cemberut.
"makan dulu ini seblak nya keburu dingin" Ucap Ruzen yang langsung menyuapkan ke mulut Tia.
"Masya allah enak banget kak" Ucap Tia sambil mengacungkan jempol nya ke arah Ruzen.
"kurang asin enggak sayang?" Tanya Ruzen dan di jawab gelengan oleh Tia.
"Pas banget rasanya kak, pedes, manis, asin,gurih semuanya pas" Puji Tia yang juga menyuap kan Sesendok seblak ke mukut Ruzen.
Sedangkan Ruzen hanya tersenyum melihat Istrinya yang begitu menikmati seblak buatannya.
"Alhamdulillahh" Ruzen juga selesai makan dan mendorongkan mangkok nya ke depan.
"Ini kak" Ucap Tia menyerahkan sebotol air mineral.
"Terima kasih sayang" Ucap Ruzen yaang di balas anggukan oleh Ruzen.
setelah mereka selesai makan, mereka pun kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap siap berangkat sekolah.
Tia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Ia masuk ke kamar mandi masih dengan mengenakan hijab nya.
Cukup lama Tia berkutatdengan ritual di kamar mandinya. Ia selesai setelah 15 menit. saat ia keluar dari kamar mandi, ia melihat Ruzen yang sedang merebahkan badan nya di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Eh istriku udah mandi" Ucap Ruzen.
"Udah kak, kak Ruzen buruan mandi . udh siang ini kak ." Ucap Tia.
Tanpa pikir panjang Ruzen langsung bergegas untuk mandi, sementara Tia berpakaian.
Mereka pun berangkat menuju sekolah bersama.
°°°°°°
__ADS_1
"Bos"
Ruzen menoleh ke arah dua sahabatnya yaitu Rion dan Yoga yang sedang melambaikan tangannya dari kejauhan.
Ruzen berjalan melangkah mendekat ke arah Rion dan Yoga.
"Tumben banget dua Racun ini berangkat agak pagi" Ucap Ruzen.
"Si yoga lagi kesambet, dan gue di ajak sama dia." Ucap Rion yang melirik ke arah Yoga.
"gak papa lah sekali sekali. eh Bini lu mana?" Tanya Yoga.
"Udh duluan tadi sama Hilma." Ujar Ruzen.
"Ga, liat tuh" Ucap Rion sambil menunjukke arah anggota osis yang tengah diskusi di depan Ruangan Osis.
"Bau bau ada pemeriksaan nih" Ucap Ruzen yang langsung di angguki oleh Rion.
"Ya bodo amat lagian gue ga bawa barang barang terlarang" Ucap Yoga saat Ruzen dan Rion menatap ke arahnya.
Rion dan Ruzen menaikkan pandangan nya ke arah rambut panjang Yoga yang langsung reflek memegangi rambut kesayanga nya.
"Ngapa lu berdua liatin gue?" Tanya Yoga dengan tatapan tajam kepada sahabatnya.
"siapin hp lu bos, sebentar lagi ada bahan konten yang bagus nih" Ucap Rion sambil memegang pundak Ruzen dan kembali membawanya berjalan.
"Ngapa lu liatin gue?" Ucap Yoga saat melihat anggota osis yang menatap nya.
"Sini lu ga" Ucap Alun sang ketua Osis.
"Ngapa" Jawab Yoga Ketus.
"Yogaaaaa.'' Teriak pak Herman yang sudah angkat bicara dan membuat Yoga melotot dan langsung kabur.
" Yoga berhenti kamu" Ucap Pak Herman.
"Rambut itu gak ada hubungannya sama proses belajar mengajar dan gak akan mempengaruhi prestasi. " Ucap Yoga sambil berlari.
"Tidak bisa, Rambut kamu sudah terlalu panjang dan tidak mencerminkan anak sekolah" Ucap pak herman.
jika sudah membahas masalah rambut, Rion Dan Ruzen tidak akan ikut campur. Karena Yoga sangat tidak suka jika Rambut nya di usik oleh orang lain bahkan oleh Rion dan Ruzen.
"Biar saya saja pak" Ucap Alun mendekati pak Herman.
"Kamu kejar dia sampai dapat, Rambut Yoga harus di potong. Anak sekolah kok panjang Rambut nya.'' Ucap Herman..
" enk aja main potong potong. nanti jimat untuk memikat para gadis gadis hilang. Ucap Yoga.
"Lagian apa sih hubungan nya rambut sama proses belajar mengajar? aneh lu semua, cuma rambut aja di permasalahkan" Sambung Yoga.
__ADS_1
setelah terjadi adegan kejar kejaran yang cukup lama, Akhir nya para anggota osis berhasil menangkap Yoga dan memangkas Rambut nya.