Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 36 Kemarahan Tia


__ADS_3

"Ehem."


Ruzen, Yoga dan juga Rion menoleh secara bersamaan ketika mendengar suara deheman lembut, sesaat kemudian mata Ruzen melotot melihat Tia yang datang bersama dengan Hilma di belakangnya.


Reflek Ruzen membuang rokoknya ke sembarang arah.


"Agrhhhh.. bego lu bos !" Uca Yoga saat rokok Ruzen yang masih menyala itu mengenai punggung telapak tangannya.


"Gue atau Lo yang hukum mereka nih?" Tanya Hilma menoleh ke arah Tia.


"Kamu aja." Jawab Tia masih menatap ke arah Ruzen dengan wajah marah, Ruzen yang melihat raut wajah Tia seperti itu sampai di buat sedikit ketakutan.


Hilma memperlihatkan penggaris kayu panjang yang di bawakan oleh pak Herman lalu menatap tajam pada ketiga pria di hadapannya.


"Pegang dulu." Ucap Hilma menyerahkan penggaris kayu itu pada Tia yang langsung di terima oleh Tia.


"Sini kak kalian bertiga." Ucap Hilma seraya


berjalan mendekat ke arah mereka.


"Disekolah Tidak boleh merokok" Ucap Tia.


"Yaelah sebat doang" Ucap Rion ngeyel.


"Sama aja gak boleh" Ucap Hilma .


Ruzen hanya terdiam melihat wajah datar Tia seperti orang yang Marah. Ruzen pun tahu alasan Tia demikian. karena ia tidak menyukai jika ruzen merokok.


Ketua osis pun datang. ia menerima aduan dari siswa lain bahwa ada yang merokok.


"jadi kalian yang merokok, ?" Ucap Alun.


"udah diem gaush ngebacot, kami ke halaman sekolah sekarang" Ucap Ruzen yang sudah mengetahui perintah Alun.


Dan benar saja, mereka langsung berjalan ke arah halaman sekolah, di sana juga sudah ada beberapa murid yang juga di jemur oleh para anggota OSIS dan guru BK.


"Tumben kalian mau datang sendiri." Ucap Reza sang wakil ketua osis.


Ruzen dan kedua sahabatnya tidak menanggapi ucapan Reza dan lebih memilih bergabung dengan yang lain,


mereka ikut mengelilingi tiang bendera dan memasang hormat.


"Mau sampai jam berapa mereka di hukum kak?" Tanya salah seorang anggota OSIS pada Alun.


"Sampai pulang sekolah, tolong Tia sama Reza ya yang bertugas mengawasi mereka." Ucap Alun.


"Maaf kak, tapi saya tidak bisa." Ucap Tia.


"Oh ya sudah kalau begitu biar aku sama Reza aja yang berjaga." Ucap Alun.


Tia mengangguk paham, "apa yang lain sudah boleh kembali ke kelas kak?" Tanya Tia.

__ADS_1


"Iya boleh silahkan." Ucap Alun dengan senyuman. Tia tak lagi berbicara dan


langsung berjalan menuju ke kelasnya


dengan di dorong oleh Hilma di belakangnya.


"Tia, Lo kenapa? Lo lagi sakit ya? Kok diem aja dari tadi?" Tanya Hilma.


"Enggak kok Hil, aku cuma lagi pusing aja." Jawab Tia.


"Oh gitu, mau ke UKS dulu nggak biar bisa istirahat?" Tanya Hilma yang di jawab anggukan oleh Tia.


Tia membelokan ke arah UKS lalu duduk di sana, kebetulan sekali UKS sepi. Dan hanya ada Tia dan Hilma di dalam sana.


Tia tidak tiduran di brangkar melainkan duduk hanya di kursi rodanya dengan tubuhnya yang bersandar dan mata yang tertutup.


Semua itu (saat Tia masuk ke dalam UKS) tak luput dari penglihatan Ruzen. Ruzen melihat Tia yang sedang masuk ke dalam UKS dan di buat bertanya-tanya Tia kenapa?


"Tia, aku mintain izin sama Bu Sita dulu ya." Ucap Hilma.


"Iya." Jawab Tia singkat.


Hilma benar-benar keluar dan berjalan ke arah kelasnya untuk memintakan ijin untuk Tia dan dirinya.


"Gue mau ijin ke kamar mandi sebentar." Ucap Ruzen pada Alun yang sedang berjaga.


"Nggak ada! Nggak boleh! Pasti Lo mau kabur kan??"


"Aelah kalau gue berniat buat kabur, ngapain coba gue tadi kesini tanpa di giring." Ucap Ruzen mengelak.


"Oke, tapi kalau sampai nanti tai gue brojol di sini lo yang nimpal ya." Ucap Ruzen kembali membuat gerakan hormat.


" biarin aja sih Lun!" Ucap Reza menyenggol lengan Alun.


"Enggak Za. Gue tau banget gimana Dia, dia pasti mau kabur dari hukuman." Ucap Alun.


"Ih bos! Lo kentut ya?!" Teriak Rion menutup hidungnya dengan di ikuti oleh Yoga.


"Mencret gue." Ucap Ruzen tertawa.


"Gila! Bau mencretnya si bos ngeri bener anjing!" Teriak Rion seraya menggeser


tubuhnya di ikuti oleh beberapa orang yang ada di sekitar Ruzen.


"Ih kan! Udah ih suruh ke kamar mandi dulu aja!" Ucap Reza ikutan heboh.


"yaudah sana!" Ucap Alun kesal, entah kenapa firasat Alun mengatakan bahwa Ruzen saat ini sedang berdrama.


"Nah, gitu dari tadi kan enak." Ucap Ruzen seraya menurunkan tangannya.


Alun dan Reza hanya geleng-geleng lalu kembali fokus pada murid yang lain.

__ADS_1


Ruzen mengacungkan jempolnya pada Rion yang di balas acungan jempol oleh Rion.


"Lo boong on?" Tanya Yoga berbisik yang di jawab anggukan oleh Rion.


"Kenapa nggak ikutan kabur aja kita?" Tanya Yoga masih berbisik.


"Nggak di bolehin sama pak bos." Jawab Rion ikutan berbisik.


"Lah, terus dia jadin kita umpan ceritanya?" Tanya Yoga mendengus kesal.


"St kecilin suara lo." Cibir Rion. Ibu negara lagi sakit tadi barusan masuk UKS." Ucap Rion.


"Siapa? Tia?" Tanya Yoga.


"Ya iya lah siapa lagi bego" Ucap Rion.


Yoga pun hanya manggut manggut saja.


---------


ceklekk


Tia langsung membuka matanya ketika mendengat suara pintu yang terbuka. Tia menghembuskan nafas pelan dan kembali memejamkan matanya ketika tau orang yng membuka pintu itu adalah Ruzen.


"Sayang?" panggil Ruzen sambil berjalan mendekati Tia.


Tia masih diam saja tak merespon panggilan dari Ruzen bakan ia pun tak membuka matanya.


"Kamu sakit apa sayang,? kenapa ke UKS?" tanya Ruzen yang khawatir.


Ruzen hanya menghembuskan nafasnya saat tidak ada jawaban dari Tia.


"Tiaa, kamu sakit apaa?" Tanya Ruzen lembut.


"Pusing" Jawab Tia singkat lalu memalingkan wajah nya ke arah lain.


"Pusing? Laper ya? Mau kakak beliin makanan di kantin gak? atau mau kakak pijitin kepalanya? " Tanya Ruzen.


"Pusing mikirin punya suami bandel nya gak ketolongan." Ucap Tia ketus


"Kamu marah ya gara gara kakak ngerokok tadi? " Tanya Ruzen.


Lagi lagi Tia tidak menjawab pertanyaan Ruzen dan hanya terdiam.


"Kamu beneran marah sama aku ya?"


"Sayangg..." Ruzen hendak menyentuh pipi Tia namun di tepis sehingga membuat Ruzen terkejut.


"kakak harus ngapain biar kamu maafin kakak dan ga marah lagi?" Tanya Ruzen cemberut.


"Nggak perlu ngapa ngapain." Ucap Tia.

__ADS_1


"syang jangan gini dong, Kakak minta maaf ya . kakak janji ga ngerokok di sekolah lagi itu tadi ngasih rokok ke Rion sama yoga." Ucap Ruzen memohon.


"Kak Ruzen masih bisa nyalahin orang?" Ucap Tia yang tak suka dan sedikit menjauh namun didekati lagi oleh Ruzen.


__ADS_2